Tak Hanya Uang, Dimas Kanjeng Bisa Keluarkan Soto dari Jubahnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 8 September 2018 10:59
Tak Hanya Uang, Dimas Kanjeng Bisa Keluarkan Soto dari Jubahnya
Persidangan kasus penipuan dengan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi masih berjalan.

Dream - Kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Dimas Kanjeng Taat Pribadi hingga saat ini masih disidangkan dengan agenda terkini yaitu pembuktian. Ada keterangan menarik dari saksi Yuda Sandi yang merupakan Sub Koordinator Padepokan Dimas Kanjeng.

Yuda dihadirkan untuk memberikan kesaksian meringankan. Dia menyampaikan keterangan cukup menarik terkait kemampuan terdakwa yang dianggap sebagai gurunya.

Dalam sidang yang digelar Rabu lalu, Yuda meyakini Dimas Kanjeng tidak bisa menggandakan uang. Tetapi, dia percaya gurunya memiliki kemampuan untuk mengadakan yang tidak ada menjadi ada, istilahnya kun fayakun.

" Tidak hanya uang yang dikeluarin, makanan seperti soto, anggur, apel, guru saya pernah mengeluarkan seketika melalui kedua tangannya," ujar Yuda, dikutip dari beritajatim.com, Sabtu 8 September 2018.

Majelis hakim kemudian bertanya apakah makanan yang disebutkan Yuda dikeluarkan Kanjeng Dimas dalam keadaan sudah tersaji di mangkok.

" Tidak, Pak Hakim, dibungkus plastik," kata Yuda disambut tawa dari seluruh hadirin peserta sidang.

Hakim lalu bertanya mengenai barang bukti berupa uang dolar Amerika Serikat. Yuda mengaku tidak tahu barang tersebut.

" Saya tak tahu itu," ucap dia.

Sumber: beritajatim.com

1 dari 3 halaman

Kabar Terkini Dimas Kanjeng 'Si Pengganda Uang'

Dream - Masih ingat dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi? Pria asal Probolinggo, Jawa Timur, ini membuat gempar masyarakat karena mengaku bisa menggandakan uang. Video dan foto-fotonya dengan tumpukan uang menjadi viral.

Namun Dimas Kanjeng kemudian ditangkap polisi. Dia dituding telah menjadi otak pembunuhan pengikutnya. Setelah itu terungkap bahwa aksi penggandaan uang yang menghebohkan itu ternyata hanya tipuan belaka.

Pada Selasa, 1 Agustus 2017, Dimas Kanjeng divonis 18 tahun penjara oleh hakim. Dia dinyatakan terbukti menjadi otak pembunuhan pengikutnya, Abdul Ghani, di Padepokan Dimas Kanjeng, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Majelis Hakim yang dipimpin Basuki Wiyono menyatakan tindakan Dimas Kanjeng terbukti pelanggar Pasal 340 KUHP Jo pasal 55 KUHP tentang pembunuhan berencana.

2 dari 3 halaman

Dimas Kanjeng dan Jaksa Penuntut Umum Ajukan Banding Hingga Kasasi Atas Putusan Hakim

Atas putusan hakim tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Dimas Kanjeng mengajukan banding. Jaksa menilai vonis itu terlalu ringan bila dibanding tuntutan pidana seumur hidup karena melanggar pasal 340 KUHP. 

Sementara itu, Dimas Kanjeng langsung menyatakan banding atas vonis 18 tahun penjara itu. Penasihat hukum Dimas Kanjeng menganggap putusan hakim terlalu berat. 

Banding yang diajukan oleh JPU dan Dimas Kanjeng ternyata tak membuahkan hasil. Kedua belah pihak pun kemudian mengajukan kasasi terkait vonis hakim dari PN Kraksaan dan juga putusan banding dari Pengadilan Tinggi Surabaya itu.

3 dari 3 halaman

Kasasi yang Diajukan JPU dan Dimas Kanjeng Ditolak Mahkamah Agung

Namun, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh JPU dan Dimas Kanjeng dalam kasus pembunuhan Abdul Ghani. Putusan kasasi itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan dan putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya yang menjatuhkan vonis untuk Dimas Kanjeng 18 tahun penjara. 

Dikutip dari website resmi Mahkamah Agung Republik Indonesia, pengajuan kasasi dari JPU dan Dimas Kanjeng ditolak. Dalam situs tersebut, tertulis amar putusan untuk perkara 104K/PID/2018, tolak.

Kasasi tersebut diajukan pada 6 Februari 2018 dan putusan hakim dikeluarkan pada 21 Februari 2018, namun proses keseluruhan detail putusan belum diunggah seluruhnya ke situs.

Atas putusan dari MA tersebut, maka Dimas Kanjeng harus menjalani masa hukumannya sesuai vonis yang telah dijatuhkan oleh Hakim PN Kraksaan, yakni 18 tahun penjara.

Sumber: planet.merdeka.com

Beri Komentar