Temukan Kejanggalan, Ini Fakta-Fakta Mahasiswa UNS Meninggal dalam Diklatsar Menwa

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 28 Oktober 2021 14:00
Temukan Kejanggalan, Ini Fakta-Fakta Mahasiswa UNS Meninggal dalam Diklatsar Menwa
Berikut fakta-fakta meninggalnya Gilang Endi Saputra saat mengikuti Diklatsar Menwa

Dream - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Giland Endi Saputra, 21 tahun, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa). Acara itu digelar di kawasan Jembatan Jurug, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu 24 Oktober 2021.

Gilang tercatat sebagai mahasiswa program studi Kesehatan dan Keselamat Kerja Sekolah Vokasi UNS. Ia merupakan warga asli Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta meninggalnya Gilang Endi Saputra saat mengikuti Diklatsar Menwa:

1 dari 8 halaman

1. Sempat Pamit

Ilustrasi© Liputan6.com

Gilang merupakan anak dari pasangan Sunardi, 55 tahun, dan Endang Budiastuti, 53 tahun, warga Dusun Keti, Desa Kayu, Kecamatan Karangpandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Menurut pengakuan sang ayah, Gilang pamit ke keluarganya hendak mengikuti Diklatsar Menwa pada hari Jumat, 22 Oktober 2021, selama dua minggu.

© Dream
2 dari 8 halaman

2. Kronologi Kejadian

Dilansir Liputan6.com, Kamis 28 Oktober 2021, diklatsar Menwa dilakukan di sekitar sungai Bengawan Solo pada Minggu, 24 Oktober 2021. Tepatnya di bawah Jembatan Jurug yang menghubungkan Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar. Seusai pelatihan, korban merasakan sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Djohan Andika, membenarkan adanya kejadian itu.

" Sedang dalam penyelidikan polisi khususnya Polresta Surakarta untuk menemukan penyebabnya. Ada beberapa luka, tapi untuk kepastiannya kita tunggu hasil autopsi dari RSUD dr Moewardi Solo," katanya.

3 dari 8 halaman

3. 21 Panitia Diklatsar Menwa Diperiksa Polisi

Pihak kampus UNS menyebut, 21 panitia kegiatan kini tengah diperiksa oleh pihak Polresta Surakarta untuk dimintai keterangan.

Atas kejadian itu, Ahmad Yunus, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, akan mengevaluasi total seluruh kegiatan yang ada unsur fisik di dalamnya. Tak hanya kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa), namun juga kegiatan lainnya.

" Kita akan evaluasi total kegiatan yang ada unsur fisik terlibat di dalamnya. Kantor Menwa sementara kita tutup. Tidak boleh ada kegiatan di dalam maupun di luar kampus," ucapnya.

© Dream
4 dari 8 halaman

4. Periksa Dosen dan Sejumlah Ahli

Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Djohan Andika, mengungkapkan, polisi kini telah memeriksa 6 saksi dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian Jembatan Jurug.

" Ada beberapa barang bukti yang juga kita amankan. Di antaranya baju dan pakaian yang dipakai korban saat mengikuti Diklatsar Menwa," terangnya.

Selain panitia, polisi juga memeriksa peserta, dosen, hingga sejumlah ahli.

" Kita sudah melaksanakan pemeriksaan terhadap 18 saksi. 9 dari saksi panitia, 8 dari saksi peserta, 1 orang dosen. Dan juga kita akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa ahli. Baik ahli forensik, maupun terkait dengan ahli di bidang kesamaptaan," ujar Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 28 Oktober 2021.

5 dari 8 halaman

5. Ada Bekas Pukulan di Kepala

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, mengatakan, korban meninggal akibat adanya pemukulan yang mengenai kepalanya. Diduga akibat itu, menjadi penyebab kematiannya.

" Korban meninggal diduga akibat terkena pukulan di bagian kepala sehingga terjadi penyumbatan di bagian otak," ungkapnya dikutip dari Liputan6.com.

Lebih lanjut ia mengatakan, autopsi jenazah masih dilangsungkan oleh Kabidokes Polda Jateng, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti. Hasil menyebutkan adanya tanda-tanda kekeran.

" Untuk beberapa titik saya belum bisa menyebutkan," terangnya.

© Dream
6 dari 8 halaman

6. Belum Tetapkan Tersangka

Ilustrasi© Shutterstock

Hingga hari ini, Kamis 28 Oktober 2021, Polresta Surakarta belum menetapkan tersangka. Namun demikian, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang terlibat dalam diklatsar tersebut dan saksi dari pihak kampus.

" Kami masih sidik. Belum ada yang ditetapkan tersangka. Semua sudah kami periksa. Pemeriksaan dilakukan secara maraton. Secepatnya akan kami sampaikan," kata Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.

7 dari 8 halaman

7. Naik Status dari Penyelidikan ke Penyidikan

Ilustrasi© Shutterstock

Kasus kematian Gilang Endi Saputria naik status dari penyelidikan ke penyidikan. Polresta Surakarta telah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke jaksa penutut umum (JPU).

" Kenaikan status menjadi penyidikan setelah kami memeriksa 18 saksi dari kejadian tersebut," terang Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutntak, Selasa 26 Oktober 2021.

© Dream
8 dari 8 halaman

8. UNS Hentikan Seluruh Kegiatan Menwa

Atas kejadian tersebut, pihak kampus UNS memutuskan untuk sementara menghentikan seluruh kegiatan Menwa. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Solo Sutanto.

Sebagai tindak lanjut, untuk sementara seluruh kegiatan Menwa dihentikan. Baik kegiatan di luar maupun di dalam kampus.

" Termasuk Mapala itu juga berisiko, kami juga hentikan. Praktik-praktik Menwa di kampus akan kami evaluasi total. Kampus ini bukan militer," kata Sutanto, Selasa 26 Oktober 2021.

Beri Komentar