Kini, Teks Quran Mushaf Indonesia Bisa Diakses di Ms Word

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 24 September 2019 13:02
Kini, Teks Quran Mushaf Indonesia Bisa Diakses di Ms Word
Aplikasi teks Alquran memudahkan membuka mushaf dalam format doc.

Dream - Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan aplikasi Quran In Word. Aplikasi itu memungkinkan pengguna menginstal teks Alquran dalam piranti lunak berbasis doc seperti Microsoft Word atau sejenisnya.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meresmikan peluncuran aplikasi ini. Menurut Lukman, aplikasi itu bertujuan agar memudahkan masyarakat untuk mengakses teks Alquran dalam naskah dokumen.

" Saya bersyukur pagi ini kita berhasil menyelenggarakan acara cukup strategis," ujar Lukman di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa 24 September 2019.

 Peresmian aplikasi mushaf Alquran Indonesia

Aplikasi Quran In Word bisa diunduh di lajnah.kemenag.go.id. Penggunaannya pun cukup mudah.

Ketika sudah diinstal, pengguna cukup mencari ayat mana yang ingin dimasukkan ke dalam teks. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Indonesia versi tahun 2002.

Ketua Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Abdurrahman Mas'ud, berharap semakin banyak orang yang mengunduh aplikasi tersebut. Sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

" Insya Allah laris manis," kata Mas'ud.

1 dari 5 halaman

Cetak Ulang Mushaf Alquran, Penerbit Wajib Lapor

Dream - Penerbit harus melaporkan pencetakan ulang master Alquran ke Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LMPQ). Keharusan tashih itu berlaku seandainya masa berlaku tanda tashih yang dimiliki penerbit sudah habis.

" Sesuai pasal 16 ayat (6) PMA No. 44 tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan, dan Peredaran Mushaf Al-Qur'an, cetak ulang yang dilakukan oleh penerbit dalam masa 2 tahun berlakunya Surat Tanda Tashih harus dilaporkan ke LPMQ," kata Kepala Bidang Pentashihan LPMQ Deni Hudaeny di Jakarta, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin, 17 Desember 2018.

Sementara itu, kata Deni, Alquran yang masih memiliki masa tashih cukup dilaporkan.

Kebijakan ini juga berlaku untuk cetak mushaf yang bersumber dari master yang disediakan oleh LPMQ. Upaya pelaporan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadinya kesalahan penulisan teks ayat dan pergantian layout bingkai.

Deni menyebut, layout dan penggantian bingkai menjadi keharusan penerbit karena regulasi mengatur, mushaf Alquran yang akan diterbitkan harus memiliki identitas sendiri berupa cover, iluminasi (bingkai) dan ciri-ciri spesifik yang berbeda dari penerbit lainnya.

" Pentashihan Mushaf Alquran adalah kegiatan meneliti, memeriksa, dan membetulkan master mushaf yang akan diterbitkan dengan cara membacanya secara saksama, cermat dan berulang-ulang oleh para pentashih sehingga tidak ditemukan kesalahan, termasuk terjemah dan tafsir Kementerian Agama," ucap dia. 

 

2 dari 5 halaman

Sistem Cetak Alquran di Indonesia Beda

Selain difungsikan untuk mengecek penulisan Alquran, LPMQ juga menyediakan master Mushaf Alquran siap cetak. Master ini disiapkan untuk masyarakat yang ingin menerbitkan atau mencetak mushaf Alquran secara mandiri.

“ Kami siapkan master Mushaf Alquran untuk publik secara cuma-cuma alias gratis. Masyarakat yang ingin mendapatkannya, bisa langsung mendatangi Kantor LPMQ di Bayt Al-Quran TMII,” ucap dia.

“ Ini menjadi bagian upaya LPMQ untuk meminimalisir kekeliruan dan menjamin kesahihan penerbitan mushaf. Master mushaf ini sudah ditashih oleh Tim Pentashih LPMQ,” kata dia.

Deni mengatakan, pencetakan mushaf di Indonesia memiliki perbedaan dibanding negara Islam lain.

“ Misalnya Arab Saudi, penerbitan mushaf Alquran di Indonesia lebih banyak variasi mushaf dan jumlah penerbitnya,” ucap dia. (ism) 

3 dari 5 halaman

Viral Video Mushaf Alquran Salah, Lajnah Alquran Beri Klarifikasi

Dream - Media sosial ramai membicarakan video terkait Alquran yang dianggap salah dan menyesatkan umat. Video itu menyebutkan adanya bentuk penulisan yang berbeda dengan mushaf Alquran yang digunakan di Indonesia.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Kemenag, Muchlis Hanafi memastikan Alquran yang ada di video itu hanya penulisannya saja yang berbeda. Tidak ada yang salah dalam penulisan Alquran itu.

" Mushaf Alquran dalam video tersebut adalah mushaf Alquran yang ditulis berdasarkan riwayat Warsy dari Imam Nafi’ (salah satu riwayat dalam qira’ah sab’ah yang mutawatir) yang diterbitkan oleh penerbit Darul Ma’rifah Beirut," kata Muchlis, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis, 11 Oktober 2018.

Muchlis mengatakan, penulisan mushaf tersebut menggunakan tulisan (khat) Maghribi yang berbeda dengan Mushaf Alquran Standar Indonesia (MSI).

 Penjelasan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran

Muchlis menyebut, perbedaan tersebut antara lain terdapat pada penulisan huruf 'fa' dan 'qaf'. Huruf 'fa' dalam sistem penulisan Maghribi menggunakan satu titik di bawah huruf. Adapun huruf 'qaf', menggunakan satu titik di atas.

" Contoh, kata yuqiimuuna dalam sistem penulisan MSI tertulis (seperti) yufiimuna dalam sistem penulisan mushaf Maghribi," kata dia.

Kedua sistem penulisan tersebut, kata doktor tafsir Alquran lulusan Universitas Al Azhar, Mesir ini, benar. Bahkan, keduanya masih digunakan dalam penerbitan dan pencetakan mushaf Alquran di dunia Islam sampai saat ini.

" Sesuai tugas dan fungsi, LPMQ akan terus mengawasi peredaran mushaf Alquran di Indonesia," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Mukernas Ulama Dorong Kemenag Aktif Kembangkan Kajian Alquran

Dream - Sejumlah ulama bidang Ilmu Alquran mendorong Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperhatikan layanan kitab suci umat Islam. Tidak hanya soal penjaminan kesahihan teksnya, kesahihan makna juga harus menjadi perhatian.

Kemenag juga diminta untuk mengembangkan khazanah kajian Alquran agar ilmu yang terkandung didalamnya dapat dikuasai generasi muda.

" Pemerintah perlu menghidupkan dan mengembangkan disiplin ilmu tersebut di berbagai lembaga pendidikan, serta mensosialisasikannya kepada masyarakat luas," ujar Kepala Bidang Pengkajian Lajnah Pentashihan Mushaf Quran, Abdul Aziz Shidqi, Kamis 27 September 2018.

Dorongan tersebut muncul dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama yang digelar di Bogor, 25-27 September. Tidak hanya ulama dalam negeri, Mukernas ini juga mengundang para pakar Alquran dari beberapa negara seperti Mesir, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin rekomendasi bagi pemerintah. Selain memperhatikan faktor keshahihan Alquran baik secara teks dan maknawi, pemerintah juga didorong untuk mengarusutamakan wasathiyyah sebagai metode acuan berpikir.

Hal ini mengingat karakter Islam di Indonesia yang majemuk. Juga demi mewujudkan kehidupan beragama lebih moderat, damai dan toleran.

Kemudian, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) juga dirasa perlu menindaklanjuti hasil Kajian dan Pengembangan Rasm Mushaf Alquran Standar Indonesia dan menetapkannya sebagai standar penyempurnaan Mushaf Alquran Standar Indonesia.

Selanjutnya, pengkajian mushaf Alquran perlu dikembangkan tidak hanya pada aspek rasm saja. Sebisa mungkin bisa sampai aspek dabt, waqf, dan ibtida' sebagai landasan ilmiah Mushaf Alquran.

5 dari 5 halaman

Rasm Mushaf Alquran Indonesia Seperti India, Libya, dan Iran

Dream - Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Quran (LPMQ) Kementerian Agama, Muslih M Hanafi, mengungkapkan rasm mushaf Alquran Indonesia memiliki kesamaan dengan di beberapa negara seperti India, Pakistan, Libya, Arab Saudi, dan Iran.

Indonesia merupakan salah satu dari negara-negara yang memiliki mushaf Alquran standar.

" Mushaf Indonesia memiliki 210 perbedaan rasm dengan mushaf Bombay, 323 perbedaan rasm dengan mushaf Libya, 512 perbedaan dengan mushaf Iran, dan 1.902 perbedaan dengan mushaf Madinah," ujar Muslih, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu, 15 November 2017.

Rasm merupakan kaidah penulisan Alquran. Kaidah ini meurju pada mushaf hasil kajian panitia pengumpulan mushaf Alquran di zaman pemerintahan Khalifah Usman bin Affan yang diketuai Zaid bin Tsabit, yang juga disebut Rasm Usmani.

Rasm Usmani merujuk pada mazhab Imam Ad Dani dan Imam Abu Dawud. Dua tokoh ini merupakan ulama yang setara dengan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam dunia hadis.

Muslih mengatakan, setelah dibandingkan antara mushaf Alquran Indonesia dengan mushaf Alquran India, Libya, dan Iran, semuanya menggunakan mazhab Rasm Ad Dani. Sedangkan mushaf Madinah sejak pertama kali ditulis sudah menggunakan mazhaf Abu Dawud.

Badri Yunardi, saksi hidup penyusunan mushaf Indonesia pada 1984, menyatakan Mushaf Alquran Indonesia memiliki kemiripan dengan Mushaf Alquran Bombay, India dari segi rasm, tanda wakaf, dan tanda baca. Penyebabnya, saat itu mushaf yang banyak beredar dan digunakan di Indonesia adalah Mushaf Alquran India.

Alhasil, Mushaf Alquran India dijadikan rujukan oleh penerbit. Selain itu, Mushaf Alquran India menjadi patokan dalam penyusunan mushaf standar.

Sementara hasil kajian Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran terhadap lima mushaf di dunia memperkuat pernyataan Badri. Meski tidak ada keterangan merujuk ke mana, kajian LPMQ menyebut Mushaf Indonesia 91 persen sesuai dengan mazhab Ad Dani. (ism) 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone