Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Merdeka.com)
Dream - Sajian ayam dan lele goreng dengan sambal pasti jadi favorit banyak orang.
Tidak hanya di pedagang kaki lima, menu berupa daging ayam atau lele dengan tambahan sayur dan sambal ini juga mulai banyak disajikan restoran.
Sebut saja warung pecel lele, dengan ciri khas spanduk putih bertuliskan 'PECEL LELE/PECEL AYAM'. Siapa yang tidak pernah melihatnya.
Buat kamu yang suka makan pecel lele, pernah gak sih penasaran mengapa semua spanduk tukang pecel lele atau soto khas Lamongan rata-rata bergambar sama?
Walaupun jika kamu perhatikan secara detail tidak sama persis, tetapi komposisi yang dipakai bisa dibilang sama.

Seperti gambar ayam, lele dan beberapa lauk lain yang ditulis banyak memiliki hal yang identik.

Latar belakang putih dengan gradasi warna oranye dan kuning serta garis tepi berwarna hijau juga menjadi identitas spanduk tersebut.
Lantas apa alasan di balik kemiripan tersebut?
© Dream
Ternyata desain spanduk dari warung pecel juga soto Lamongan memang disengaja sama, sebagai ciri dari warung khas Lamongan, Jawa Timur.
Desain spanduk yang sudah menyebar dengan skala nasional ini dibuat dalam partai besar. Seratus meter kain bisa dipakai untuk 10 warung. Biasanya, tempat pembuatan menyebar dari mulut ke mulut.
Desainnya secara umum juga mengikuti yang sudah ada, sehingga spanduk yang dihasilkan memiliki kemiripan.
© Dream
Di Jakarta, sejak tahun 1952 sudah ada paguyuban bernama Forum Silaturahmi Putra Lamongan (Pualam).
Paguyuban yang bersifat umum ini memudahkan pengusaha kuliner asal lamongan untuk masuk ke dalamnya.
Bahkan mereka yang bergerak di bidang kuliner selalu mengadakan pertemuan rutin setiap bulannya.
Nah penggunaan spanduk yang seragam inilah yang dijadikan sebagai identitas mereka. Dan juga agar kelompok paguyunban mereka dikenal.
Pokoknya, ibarat anak motor, spanduk itu ibarat almamater yang menandakan bahwa makanan ini khas arek Lamongan.
Spanduk pecel lele dan soto khas Lamongan ini biasanya dibuat dengan cara dilukis. Namun, seiring bergesernya zaman, teknik-teknik pencetakan baru mulai dipakai.
(Berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya