Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ulah Para Peretas Menyebabkan Mesin ATM Mengeluarkan Banyak Uang.
Dream – Perusahaan sekuriti internet terkenal dari Rusia, Group iB, memperingatkan modus baru peretas dalam pencurian uang melalui mesin Anjuangan Tunai Mandiri (ATM). Kali ini, bukan pemilik kartu yang jadi korban.
Para peretas disebut menjadi aktor dibelakang mesin-mesin ATM di seluruh dunia yang bisa “ memuntahkan” uang banyak diluar dana yang ditarik.
Dilansir dari Mynewshub, Selasa 29 November 2016, laporan Group iB ini mendapati peretas profesional menggunakan malware untuk memaksa mesin ATM mengeluarkan banyak uang dari mesin ATM.
Disebutkan, telah ada 14 negara yang menjadi korban. Para hacker ini mengendalikan mesin ATM tersebut dari jarak jauh.
© Dream
Mereka memanipulasi sistem jaringan pusat bank dengan virus itu dan mengakibatkan mesin ATM mengeluarkan banyak yang yang sekaligus petugas bank terpaksa buru-buru menyelamatkan uang tersebut sebelum diambil banyak orang.
Dua produsen mesin ATM, Diebold Nixdorf dan NCR Corp, mengaku tahu penyerangan tersebut dan berusaha untuk menekan ancaman kerugian dari kerusakan jaringan dan pencurian uang.
Sayangnya, Group iB tidak mau membeberkan berapa nilai kerugian yang ditanggung pihak bank. Perusahaan tersebut juga bungka, ketika ditanya apakah ada keterlibatan orange dalam atau tidak.
© Dream
Sekadar informasi, pada tahun 2013, ada delapan tersangka peretas yang berhasil dibekuk polisi Amerika Serikat setelah menggondol uang US$2,4 juta (Rp32,47 miliar) dari 3 ribu mesin ATM di NewYork.
Laporan selanjutnya ada serangkaian peretas dunia yang beroperasi di 24 negara yang berhasil menyedot uang sebesar US$40 juta (Rp541,17 miliar) yang melibatkan ribuan ATM pada tahun itu.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

