Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sunaryono (Foto: YouTube Wartabromo TV)
Dream - Cobaan haru dihadapi seorang pria bernama Sunaryono saat mengikuti kerja bakti membangun musholo di pemukiman rumahnya. Masih diberi kesempatan menjalani kehidupan kedua, Sunaryono kehilangan dua tangannya akibat tersengat listrik.
Dilansir dari kanal YouTube Wartabromo TV, Jumat 30 Juli 2021, Sunaryono yang merasa orang tak berpunya berharap bisa memberikan sumbangan dalam bentuk tenaga selama proses pembangunan tempat beribadah untuk warga di kampungnya itu.
" Saya suka kerja bakti bangun musholla. Saya orang enggak punya, ya bisa bantu apa kalau bukan bantu tenaga," terangnya memulai cerita.

(Foto: Youtube @wartabromo TV)
Di hari tersebut, Sunaryono bersama para warga hendak memasang kubah musholla. Ia mendapat bagian untuk memasang aliran kabel listrik di sekitar kubah. Namun nahas dia malah terlilit dan tersengat listrik.
" Tersengat listrik itu waktu saya mau pasang aliran listrik di kubah musala. Posisi saya waktu itu berada di atas," jelasnya.
Ketika tersengat, Suanryono mengaku masih dalam kondisi sadar namun badannya masih mengaliri arus listrik ketika beberapa warga mencoba memegangnya. Alhasil warga berinisiatif menolongnya dengan cara menutup tubuhnya menggunakan sarung.
Sunaryono langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapat tindakan dari dokter. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata aliran listrik masih bersatang di tubuhnya. Hingga 17 hari berbaring di rumah sakit, tim dokter belum bisa mengambil tindakan apa pun.
" 17 hari masih ada listriknya. Ditespen masih ada listriknya," ceritanya.
Bersyukur Suryono masih diberi kekuatan untuk tetap hidup dan bertahan. Ia lantas dirujuk ke salah satu rumah sakit di daerah Surabaya.

(Foto: Youtube @wartabromo TV)
Melihat kondisi pria yang berprofesi sebagai tukang becak itu dalam kondisi kesakitan, tim medis terpaksa memgambil tindakan medis dengan mengamputasi kedua tangannya sekaligus. Jika tidak, mereka khawatirkan hal yang lebih fatal akan terjadi pada tubuhnya dan mengenai jantung Sunaryono.
" Kalau tidak diamputasi, bisa kena saraf atau jantung," terangnya.
Meski miliki kekurangan, bukan berarti Sunaryono menyerah dengan hidup. Ia tidak lagi berpaku pada kedua tangannya.
Suanryono mulai beradaptasi dengan kondisi tubuhnya yang baru dan menjalani pekerjaan baru seperti menarik becak, membuka warung kopi, hingga menimba air sumur. Hal ini dilakukan agar keluarganya bisa hidup dengan nyaman.
" Saya kepala keluarga, harus tetap semangat menafkahi keluarga. Pada awalnya ya bingung bagaimana mendapat rejeki lagi," ceritanya.
(Sah, Sumber: Youtube @wartabromo TV)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya