Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
S (Foto: Instagram @manaberita)
Dream - Polisi mengungkap kronologi pembunuhan sadis yang diduga dilakukan S, 46 tahun terhadap seorang bocah, R, 9 tahun di Aceh.
Peristiwa ini berawal saat R berteriak demi mencegah ibunya, DA, 28 tahun, diperkosa S.
Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan, S diduga masuk ke rumah DA pada Jumat, 9 Oktober 2020 malam. S diduga masuk dengan cara mencongkel pintu.
Arief menyebut S diduga menyentuh tubuh DA dan membuat korban kaget. R juga disebut terbangun saat peristiwa itu terjadi dan berteriak meminta pertolongan dan langsung melindungi ibunya.
S kemudian menebas leher R. Setelah R terjatuh, S diduga kembali berusaha membacok R, tapi sempat ditepis dan membuat tangan R terluka.
S kemudian membacok bocah itu di bagian perut dan dada sehingga menyebabkan R tewas. S lalu diduga membawa DA ke luar rumah dan membenturkan kepala korban.
" Pelaku memperkosa si ibu dalam kondisi si ibu setengah sadar," ujar Arief saat dikonfirmasi wartawan, Senin 12 Oktober 2020, dilansir dari Instagram @manaberita.
DA kemudian dibawa ke semak-semak dan diduga kembali diperkosa. S selanjutnya disebut membawa mayat R ke arah sungai. DA, yang diduga menjadi korban pemerkosaan, diselamatkan warga.
" Korban DA diselamatkan pukul 06.00 WIB. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," jelas Arief.
Arief menjelaskan kondisi DA mulai membaik setelah tiga hari dirawat. Polisi juga memberikan terapi konseling untuk memulihkan psikis korban.
" Korban saat ini sudah membaik," ujar Arief.
Pelaku S telah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Langsa. Dia ditangkap pada Minggu, 11 Oktober 2020 pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Proses penangkapan S dilakukan polisi dibantu masyarakat Kecamatan Bireuem Bayeun, Aceh Timur.
Setelah S dibekuk, polisi mencari korban R yang dibacok pelaku.
Jenazah R ditemukan di sungai pada sore hari. Ada sepuluh luka bacok, sayatan, dan tusukan pada tubuh bocah tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam