Tiba di Jeddah, Tim Advance Mitigasi Umroh Amphuri Dikarantina di Hotel 5 Hari 4 Malam

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 25 Desember 2021 06:00
Tiba di Jeddah, Tim Advance Mitigasi Umroh Amphuri Dikarantina di Hotel 5 Hari 4 Malam
Tarif karantina di hotel bintang lima di Jeddah sebesar Rp7 juta.

Dream - Tim Advance Mitigasi Sistem Umroh telah tiba di Jeddah. Mereka akan bertugas melakukan uji coba sistem umroh berdasarkan aturan yang ditetapkan Arab Saudi dan Indonesia.

Ketua Tim Advance Amphuri, M Azhar Ghazali, mengatakan tim sedianya sudah dalam perjalanan menuju Madinah. Tetapi, tim harus kembali ke Jeddah karena terkena kewajiban menjalani karantina institusional selama 5 hari 4 malam.

" Seluruh Tim Advance Mitigasi Sistem Umroh lintas asosiasi yang terdiri dari 25 orang, saat ini sudah check in di hotel Vivid, Jeddah (bintang 5) untuk mengikuti karantina selama 5 hari 4 malam," ujar Azhar melalui keterangan tertulis.

Azhar melanjutkan setiap peserta diwajibkan menandatangani surat perjanjian menjalani karantina. Mereka juga dilarang meninggalkan kamar selama masa karantina.

 

1 dari 4 halaman

1 Orang 1 Kamar Kecuali Suami Istri atau Keluarga

" Setiap peserta menempati satu kamar dengan layanan full board, sementara untuk makanan (meal box) akan diantar langsung ke kamar masing-masing," kata dia.

Selanjutnya, Azhar menerangkan pasangan suami istri atau keluarga bisa menempati satu kamar. Selama karantina, peserta menjalani tes PCR dua kali.

Tes dilakukan pada hari pertama kedatangan dan sehari sebelum masa karantina berakhir atau hari keempat.

" Biaya hotel karantina di Jeddah (bintang 5) sebesar Rp7 juta per pax (paket)," ucap Azhar.

2 dari 4 halaman

Persiapan Umroh, Amphuri Kirim Tim Advance Mitigasi ke Saudi

Dream - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) mengirimkan Tim Advance Mitigasi Sistem Umroh ke Arab Saudi. Tim ini akan bertugas bersama perwakilan Kementerian Agama untuk melalukan uji coba dan mempelajari langsung teknis umroh di tengah pandemi sesuai ketentuan yang diberlakukan Saudi.

" Berdasarkan kesepakatan antara Kementerian Agama bersama asosiasi penyelenggara umroh, maka pada Kamis, 23 Desember malam, tim advance akan terbang ke Saudi," ujar Ketua Umum Amphuri, Firman M Nur.

Tim ini terdiri dari 25 orang lintas asosiasi penyelenggara umroh. Lima di antaranya merupakan perwakilan Amphuri.

Firman mengatakan lima orang tersebut yaitu Wakil Ketua Umum Azhar Ghazali, Wakil Sekretaris Jenderal Rizky Sembada, Ketua Bidang Haji Ismail Adhan, Wakil Ketua Bidang Hubungan antar Lembaga Syaiful Bahri dan Ketua Koperasi Amphuri Bangkit Melayani Amaluddin Wahab.

 

3 dari 4 halaman

Uji Coba Sistem

Tim tersebut mengemban misi khusus untuk menguji coba umroh dengan berbagai regulasi diterapkan baik oleh Arab Saudi maupun Indonesia. Termasuk konektivitas sistem dan teknis aplikasi pelaksanaan umroh kedua negara.

" Jika keberangkatan tim ini dinyatakan berhasil, maka akan dilanjutkan keberangkatan para pimpinan PPIU yang sebelumnya sudah dijadwalkan namun ditunda lantaran kebijakan pemerintah Indonesia, baru setelah itu kami akan bisa memberangkatkan jamaah umrah di awal tahun nanti," kata Firman.

Tim Advance Mitigasi Sistem Umroh Amphuri© Amphuri

Wakil Ketua Umum Amphuri, Azhar Ghazali, menjelaskan tim advance mitigasi sistem umroh ini terdiri dari owner PPIU sekaligus pengurus asosiasi. Menurut dia, proses dan tahapan yang dilalui tim advance dimulai sejak karantina dan screening kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Saat tiba di Saudi, tim akan dikarantina tiga hari dan menjalani tes PCR di Jeddah. Setelah masa karantina selesai, tim bergerak ke Madinah lalu ke Mekah dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 1 Januari 2022.

" Jadi sekali lagi kami berangkat ke Saudi atas nama pimpinan asosiasi penyelenggara umrah, bukan jemaah," kata Azhar.

 

4 dari 4 halaman

Jadi Kunci Pelaksanaan Umroh dan Haji

Azhar juga menerangkan sejumlah hal yang akan diuji seperti sistem link teknis aplikasi umroh dua negara. Aplikasi yang dimaksud yaitu Siskopatuh dan PeduliLindungi untuk Indonesia dan Tawakkalna untuk Saudi.

Azhar menyatakan dari keberangkatan ini akan diperoleh gambaran secara langsung bagaimana masing-masing sistem bekerja saling terhubung. Demikian pula dengan aturan protokol kesehatan yang diterapkan Saudi untuk jemaah umroh.

" Keberhasilan uji coba ini akan menentukan pelaksanaan umroh bagi jemaah nantinya, termasuk pelaksanaan haji," kata Azhar.

Lebih lanjut, dia berharap tidak terjadi penularan Covid-19 di tim sejak berangkat hingga kembali ke Tanah Air. Sehingga hasil yang didapat bisa maksimal dan membawa bahan evaluasi untuk persiapan keberangkatan umroh bagi jemaah Indonesia.

" Kami komitmen untuk disiplin dalam melaksanakan protokol Covid 19 sejak berangkat sampai dengan kepulangan," ucap Azhar.

Beri Komentar