Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ular Aneh Ini Keluarkan Kentut Untuk Takuti Pemangsa
Dream - Setiap hewan memiliki sistem pertahanan yang berbeda-beda untuk menghindari mangsa. Ada yang menggunakan cakar, taring, tanduk, racun, dan sebagainya.
Untuk bangsa ular, sistem pertahanan mereka sebagian besar adalah bisa atau racun. Mereka akan menyerang jika merasa terancam atau ada yang mengganggu sarang.
Bisa ular ini memiliki daya serang yang berbeda-beda. Mulai dari yang lemah sampai yang sangat mematikan hingga bisa merenggut nyawa dalam sekejap.
Namun tidak demikian dengan ular berhidung kait dari barat (Western Hooknose Snake) yang menghuni gurun di Amerika Serikat dan Meksiko ini.
Seperti diketahui, kobra dan kerabatnya memiliki racun yang mematikan. Sementara ular piton dan boa memiliki otot yang kuat untuk mencekik mangsanya.

Tetapi ular berhidung kait dari barat malah tidak memiliki kedua alat pertahanan diri yang sangat mematikan tersebut.
Ular bertubuh kecil ini malah memiliki mekanisme pertahanan diri yang aneh dan lain dari biasanya, yaitu kentutnya.
Saat terancam, ia mengeluarkan gelembung udara dengan suara mirip kentut dari lubang duburnya yang disebut dengan kloaka.

Mekanisme pertahanan diri aneh dengan kentut dari ular berhidung kait ini disebut dengan istilah cloacal popping.

Pertahanan diri tersebut tidak mematikan, tetapi bisa membingungkan pemangsa dalam waktu cukup bagi si ular untuk melarikan diri.
Bruce Young, ahli morfologi eksperimental di Lafayette College di Easton, Pennsylvania, menjelaskan bagaimana sistem pertahanan cloacal popping ini bekerja di majalah Discover.

Menurut penjelasan Young, ular berhidung kait menghasilkan kentut khas mereka dengan menggunakan dua pasang otot di sekitar kloakanya.
Dua pasang otot tersebut mengisolasi kantong udara yang terkompresi yang kemudian dikeluarkan melalui sfingter kloaka dengan paksa.
Suara kentut yang dihasilkan oleh ular kecil ini bisa terdengar hingga jarak dua meter. Suara kentutnya terus berulang dengan jeda hanya sekitar dua persepuluh detik.
Meskipun bukan kentut paling berisik menurut standar manusia, namun bagi pemangsa atau hewan lain yang terlalu dekat dengannya, suaranya bisa sangat membingungkan.
Manusia bisa diam-diam mengeluarkan kentutnya, namun tidak bagi ular berhidung kait dari barat. Mereka perlu energi besar agar bisa kentut.
Young pernah melakukan eksperimen di laboratorium dan menemukan bahwa beberapa kentut ular berhidung kait itu sangat kuat hingga membuat tubuh mereka sampai terangkat sendiri dari tanah.
" Ular berhidung kait butuh begitu banyak energi saat mengeluarkan kentutnya sehingga dalam beberapa kasus mereka akan terlempar dari tanah,” kata Young.
Karena ukurannya yang kecil, ular berhidung kait dari barat ini hanya memangsa binatang yang tidak lebih besar darinya.

Sesuai dengan habitatnya, ular ini biasanya memangsa laba-laba, kalajengking, dan kelabang yang banyak hidup di gurun.
Ular berhidung kait dari barat dan ular karang Arizona adalah satu-satunya spesies ular yang diketahui menggunakan cloacal popping sebagai mekanisme pertahanan alami.
Sumber: OddityCentral
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam