Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Ilustrasi: Shutterstock
Dream - Mimpi seorang mahasiswi untuk menjadi guru pupus dengan alasan yang tak masuk akal. Menamatkn kuliah selama empat tahun, gadis asal China itu tak diterima menjadi guru karena badannya dianggap terlalu pendek.
Gadis bernama Li itu adalah seorang mahasiswi di Shaanxi Normal University di Xi'an. Dia mendaftar di jurusan pendidikan di universitas itu setelah mendapat beasiswa pada tahun 2014. Li berharap bisa menjadi guru bahasa Inggris.
Namun, tepat sebelum pengumuman kelulusannya tahun ini, Li mendapat pemberitahuan mengejutkan. Dia tidak akan bisa mewujudkan cita-citanya setelah pemeriksaan fisik menemukan bahwa tinggi badannya hanya 140 cm.
Peraturan di Provinsi Shaanxi, menetapkan tinggi seorang guru laki-laki setidaknya harus 155 cm dan guru perempuan setidaknya 150 cm.
Li benar-benar terkejut dan tak habis pikir dengan kabar tersebut. Dia heran kenapa orang-orang tidak memberitahukan dia dari awal.
Dia juga merasa aneh mengapa pihak universitas membiarkannya mengikuti program itu jika pada akhirnya dia tidak bisa jadi guru.
Akibatnya, Li sekarang bingung dengan gelar sarjananya karena tidak akan terpakai selamanya.
" Semua kerja keras saya selama empat tahun terakhir di universitas tidak ada artinya," katanya.
Dia khawatir tidak bisa mengembalikan uang beasiswa yang dibayarkan pemerintah untuk membiayai kuliahnya.
" Saya akan melanggar kesepakatan saya, impian saya menjadi seorang guru telah hancur," tambahnya.
Namun, beruntung bagi Li. Begitu kasusnya muncul ke publik dan menjadi viral, dia mendapat dukungan luas dari netizen. Warganet menilai aturan soal tinggi badan seorang guru yang diberlakukan oleh Provinsi Shaanxi adalah konyol dan diskriminatif.
Mereka juga menuntut agar pemerintah memberikan hak kepada Li untuk menjadi seorang guru bahasa Inggris, terlepas dari masalah tinggi badannya.
Departemen pendidikan Provinsi Shaanxi merespons dengan memberikan pengecualian kepada Li.
Dia sekarang merasa lega karena bisa melamar jadi guru. Tidak itu saja, pemerintah provinsi juga berencana mencabut aturan tinggi badan bagi guru tahun depan.
Sama seperti di Indonesia, sebagian provinsi di China mencantumkan tinggi badan sebagai salah satu syarat wajib jika melamar pekerjaan.
(Sah, Sumber: Shanghai.ist)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis