Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penampakan Rumah Yang Diapit Jembatan Jalan Raya Besar Di Kota Guangzhou, China (Foto: Oddity Central)
Dream – Jalan raya di provinsi Guandong, Guangzhou, China, telah menjadi berita terhangat. Pasalnya, jembatan Haizhuyong, jalan besar yang baru dibangun itu terlihat sangat aneh.
Dikutip dari Oddity Central, di tengah jembatan tersebut tampak sebuah rumah kecil nan sederhana yang ternyata pemiliknya menolak untuk dipindah.
Dalam beberapa kasus, masyarakat China memang sering menolak kompensasi atas pembangunan proyek yang mengharuskannya pindah rumah. Penolakan semacam itu sering terjadi di kompleks perumahan baru.
Anehnya, kali ini rumah yang menolak dipindah tersebut berdiri tegak di tengah-tengah jembatan jalan raya besar empat jalur.

Sebuah rekaman dirilis oleh media China yang menunjukkan sebuah rumah sederhana yang terjepit di antara jalur besar jalan raya di kota Guangzhou. Rumah itu tampak berada di lubang tengah jembatan empat jalur. Pemandangan itu tentu saja menjadi daya tarik masyarakat lokal.
Seorang wanita pemilik rumah bernama Liang itu mengatakan bahwa pemerintah telah gagal memberinya kompensasi berupa properti pengganti di lokasi yang ideal.
Ia mengatakan pemerintah justru menawarkan kepadanya sebuah flat yang terletak di dekat kamar mayat.
Penggantian properti itu tentu saja membuat Liang tidak terima. Hingga dia memutuskan untuk menolak dipindah karena kompensasi tidak sesuai.

Liang adalah satu-satunya orang dari total 47 warga pemilik rumah yang masih tinggal di sana. Sementara warga yang lain telah menerima tawaran pemerintah dan bersedia untuk pindah pada Bulan September lalu.
Liang mengatakan ia telah nyaman tinggal di tempat tinggalnya yang sekarang, dan tiak mau diusik untuk pindah karena alasan proyek pembangunan jembatan besar.
“ Orang pikir lingkungan ini buruk, padahal menurut saya lingkungan ini sangat tenang, membebaskan, nyaman dan menyenangkan,” ungkap Liang.
Ia menambahkan bahwa ia tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang sikap keras kepalanya itu.

Menurut laporan South China Morning Post, pemerintah sebenarnya mengajukan beberapa tawaran kepada Liang. Akan tetapi ia dikabarkan menolak semua tawaran tersebut.
Salah satu tawaran yang paling baik adalah pemerintah menawarkan dua flat serta kompensasi sebesar sebesar Rp2,7 Miliar.
Akan tetapi Liang meminta lebih, yaitu 4 flat dengan kompensasi sebesar Rp 4,2 Miliar. Setelah gagal mencapai kesepekatan dengan pemilik rumah, pemerintah China akhirnya tidak punya pilihan selain mengubah proyek aslinya. Proyek jembatan besar jalan raya itu akhirnya dibangun dengan melewati rumah Liang.

Juru bicara pemerintah akan terus melakukan upaya negosiasi dengan wanita tersebut hingga berhasil.
Selain itu, kasus aneh ini juga memicu perdebatan yang memanas di media sosial. Bahkan banyak warganet yang menyebut wanita tersebut serakah.
“ Pemilik lain telah pindah, yang menunjukkan bahwa kompensasi dapat diterima. Pemilik rumah itu pasti mengira dia bisa meminta kompensasi lebih dari pemerintah,” tulis salah satu orang.
“ Kasus ini menunjukan ia menjadi serakah dan tidak berakhir dengan apa-apa,” tulis warga yang lain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya