Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Di antara sejumlah kalimat zikir yang kerap diucapkan umat muslim, ternyata ada sebuah kalimat luar biasa yang memiliki keutamaan sangat besar. Bahkan kalimat ini bisa menarik perhatian puluhan malaikat.
Diriwayatkan, Rasulullah SAW pernah menyaksikan 30 malaikat datang dan berebut mencatat untuk orang yang membaca kalimat zikir tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika Rasulullah dan para sahabat sedang sholat berjamaah. Ketika i'tidal, Rasulullah sebagai imam membaca:

Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya
Umumnya, sahabat akan melanjutkan doa Rasulullah tersebut dengan ucapan:

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu
Namun, ada salah seorang sahabat yang membaca doa:

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah
Ketika sholat telah selesai, Rasulullah SAW bertanya, " siapa yang membaca doa tadi?"
Seorang sahabat menjawab, " Saya, ya Rasulullah"
Rasulullah SAW lantas bersabda:
" Aku melihat lebih dari 30 malaikat saling berebut siapa di antara mereka yang mencatatnya terlebih dahulu."
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Kirimkan tulisan atau kisah yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
© Dream
Dream - Berzina adalah salah satu perbuatan yang dilarang keras oleh Allah SWT. Para pelaku zina akan diberikan hukuman yang sangat berat di dunia, terlebih di akhirat kelak.
Tak cuma itu, perbuatan zina tak hanya akan membahayakan pelakunya, namun juga keluarga dan masyarakat sekitarnya. Bahkan, kelak keturunan para pezina juga akan dizinai pula seperti halnya yang mereka lakukan terdahulu.
Sebab zina adalah utang. Sehingga para pelakunya harus membayar utang tersebut baik dengan dirinya sendiri maupun anak keturunannya.
Hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Imam Syafi'i bahwa zina adalah utang yang harus dibayarkan. Berawal dari sesorang yang datang dan bertanya kepada Imam Syafi'i, " Mengapa hukuman bagi para pezina sedemikian beratnya?"
Maka wajah Imam Syafi'i pun memerah, pipinya merona. Lalu beliau berkata, " Karena zina adalah dosa yang bala' (besar resikonya). Akibatnya akan mengenai keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di liang sekitar rumahnya."
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Kirimkan tulisan atau kisah yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
© Dream
Dream - Dalam hadis riwayat Ibnu Majah diceritakan bahwa ada seseorang yang membaca kalimat:
" Ya Rabbi, bagiMu segala puji sebagaimana seyogyanya; bagi kemuliaan wajahMu dan keagungan kekuasaanMu."
Dua malaikat yang hendak mencatat ganjaran kalimat tersebut pun kebingungan. Tidak tahu bagaimana mencatat ganjaran ucapan tersebut. Mereka pun naik ke langit, melaporkan kepada Allah SWT.
" Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hambaMu telah berzikir dengan kalimat yang kami tidak mengetahui bagaimana harus menulisnya," kata dua malaikat tersebut.
Allah SWT kemudian bertanya kepada mereka, padahal Dia telah mengetahui apa yang terjadi. " Wahai malaikat, apa yang diucapkan hambaKu itu?"
" Wahai Tuhanku, ia mengucapkan 'Ya Rabbi lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa 'adhiimi sulthaanik'."
Lantas Allah SWT pun memberikan keputusan-Nya: " Tulislah sebagaimana yang diucapkan oleh hambaKu itu hingga kelak ia berjumpa denganKu dan Aku sendiri yang akan memberikan ganjaran kepadanya."
Masya Allah, kalimat tersebut pendek, mudah dihafal, namun luar biasa pahalanya hingga malaikat pun tak sanggup mencatatnya.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya