Isu Seruan Pendudukan Masjidil Aqsa Muncul Lagi Saat Gencatan Senjata

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 25 Mei 2021 19:01
Isu Seruan Pendudukan Masjidil Aqsa Muncul Lagi Saat Gencatan Senjata
Seruan itu kabarnya disebarkan warga Israel di tanah pendudukan Yerusalem. Namun pada Maret 2021 lalu, sempat muncul isu yang sama dan dibantah penduduk setempat.

Dream - Upaya perdamaian antara Palestina-Israel yang sedang diupayakan masyarakat  dunia dicederai dengan konflik-konflik berskala kecil. Di tengah gencatan senjata antara Israel dengan Hamas sudah terjadi, tindak kekerasan tidak sepenuhnya berhenti di Yerusalem.

Jemaah Masjidil Aqsa kabarnya masih 'diganggu' polisi Israel. Gesekan semakin parah dengan beredarnya kabar seruan di media sosial untuk menduduki Masjidil Aqsa. Kabar sumir ini semakin diperkeruh karena disebutkan seruan disampaikan dari sejumlah kelompok garis keras Israel.

Dikutip dari Middle East Monitor, seruan itu diunggah lewat media sosial. Mereka menyatakan situs suci terbesar ketiga Islam itu harus diduduki.

" Apa yang kita butuhkan bukan menggempur menara di Gaza, tapi menggempur Al Aqsa di Yerusalem," demikian bunyi seruan tersebut.

Seruan itu muncul di tengah serbuan pemukim Israel ke Masjidil Aqsa. Seperti diketahui, ketegangan terus terjadi di Masjidil Aqsa akibat ulah polisi maupun warga pendudukan Israel.

Kekerasan dilancarkan untuk mengusir warga Palestina dari kediamannya di Yerusalem. Para pemukim Israel itu bahkan tega menggunakan kekerasan agar Yerusalem bersih dari orang Palestina.

1 dari 2 halaman

Kenyataan Sebenarnya

Isu pengempuran Masjidil Aqsa oleh para pemukim Israel sebenarnya sudah lama muncul. Setidaknya, hal itu diyakini komunitas Muslim di seluruh dunia. Isu yang sama pernah bergulir pada Maret 2021 lalu.

Anggapan itu diperkuat dengan serangan warga pendudukan Israel di Yerusalem ke Masjidil Aqsa. Akibatnya, prasangka yang menyebut umat Yahudi akan menghancurkan Masjidil Aqsa dan menggantinya dengan kuil semakin menguat.

Otoritas Wakaf Islam menyebut puluhan warga pendudukan Israel memaksa masuk ke Masjidil Aqsa pada pekan lalu. Mereka dikawal oleh polisi Israel.

Kantor berita Anadolu Agency mencoba mengkonfirmasi isu tersebut kepada sejumlah warga Israel yang menduduki Yerusalem. Jawaban yang muncul beragam.

Aktivis keagamaan, Raziella Harpaz, menjawab dia tidak akan menghancurkan Masjidil Aqsa. Menurut dia, Tuhan yang akan melakukannya.

" Tuhan akan menghancurkan Masjidil Aqsa yang ada dan membawa kuil ketiga ke bumi sebagai gantinya," ucap dia yakin.

Harpaz menegaskan apa yang ada di Yerusalem adalah milik Yahudi. Tidak terkecuali Masjidil Aqsa.

" Karena Tuhan menciptakan dunia hanya untuk orang-orang suci tercinta, orang-orang Yahudi," lanjut dia.

2 dari 2 halaman

Tak Yakini Doktrin Israel Harus Kuasai Masjidil Aqsa

Mahasiswi kelahiran Amerika Serikat, Nina Shelanski, tidak percaya Masjidil Aqsa harus sepenuhnya di bawah kendali Yahudi. Meski begitu, dia percaya ada sekelompok kaum Yahudi Ortodoks yang menginginkan Israel berkuasa penuh atas Al Aqsa.

" Sayangnya kelompok kecil ini ingin meredam suara kami," kata Shelanski.

Salah satu tokoh Yahudi, Rabbi Ravay Moyal Mikhael, menyatakan tidak mendukung upaya tersebut. Dia menilai umat Yahudi tak punya keinginan menghancurkan Masjidil Aqsa.

" Orang Israel tidak mengejar tujuan seperti itu. Mereka butuh kedamaian," kata dia.

Masjidil Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu " Temple Mount," mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjidil Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota pada 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Beri Komentar