Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pernikahan Di India (Shutterstock.com)
Dream - Selama ini kita sering mendengar, bahkan membaca, materi pelajaran yang tertulis di buku menimbulkan kontroversi. Materi-materi yang mendatangkan polemik itu terkadang hanya karena salah cetak, tapi tak jarang karena keteledoran pengarang maupun penerbit.
Materi-materi pelajaran yang kontroversial rupanya tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negeri lain rupanya juga tidak luput dengan masalah materi pelajaran yang memicu pro dan kontra. Di India misalnya, saat ini sedang heboh membicarakan materi pelajaran sosiologi untuk perguruan tinggi.
Warganet di India ramai membicarakan foto lembaran buku pelajaran yang membahas soal manfaat mahar pada Buku Ajar Sosiologi Perawat yang dikarang TK Indrani. Bagian yang disorot adalah subjudul, " Kebaikan Mahar" .
India memang melarang pemberian maskawin sejak 1961. Pemberian mahar sudah dilarang melalui undnag-undang. Meski demikian, pada praktiknya, masyarakat masih menerapkan pemberian mahar dari pengantin wanita untuk calon suami mereka.
Sudah begitu, buku sosiologi untuk bahan bacaan bagi mahasiswa keperawatan yang sedanag viral itu isinya sungguh membuat warganet Negeri Bollywood berang.
Buku itu menulis daftar manfaat maskawin. Manfaat pertama, menurut buku itu, maskawin berguna untuk mendirikan rumah tangga baru dengan perabotan, peralatan seperti lemari es dan kendaraan.
Manfaat ke dua, anak perempuan mendapatkan bagian dari properti orang tua dalam maskawin.
Poin ke tiga menyatakan bahwa keuntungan tidak langsung dari sistem mahar adalah bahwa orangtua sekarang sudah mulai mendidik anak perempuan mereka sehingga saat menikah hanya memberikan sedikit mahar.
Poin ke empat paling disorot. Dalam buku itu dituliskan bahwa sistem maskawin dapat membantu mengawinkan 'gadis-gadis jelek'.
Setelah foto halaman buku itu viral, sejumlah tokoh menandai akun Twitter Menteri Pendidikan, Dharmendra Pradhan. Para tokoh itu meminta sang menteri menghapus buku-buku tersebut dari peredaran.
Banyak warganet India yang mengkritik buku tersebut di internet. Banyak yang terkejut dengan fakta bahwa konten seperti itu diajarkan kepada siswa.
Sumber: Indiatimes.com
The book is Textbook of Sociology for Nurses. Author TK Indrani. Page 122. Chapter 6. Second Edition. Have 4.5 Rating on Amazon. Yes 4.5 RATING. https://t.co/mggah7z98b pic.twitter.com/6gobV99xv8
— Aparna (@chhuti_is)April 3, 2022
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam