Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram @manaberita
Dream - Utang piutang memang sering kali menimbulkan persoalan. Seperti yang terjadi pada pemilik warung makan ini. Ia mencurahkan kesedihannya dalam unggahan video yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @manaberita pada Senin, 17 Oktober 2022.
Dalam video tersebut, pemilik warung kebingungan sendiri akibat banyak pelanggannya yang berutang.
" Andaikan bayaran pasti gak akan nangis (emoji menangis)" tulisnya dalam video tersebut.
Ia memperlihatkan kondisi warungnya yang sederhana, menjual makanan dan minuman seperti warteg pada umumnya.
Namun ia harus dibuat pusing dengan pelanggan yang tidak kunjung membayar utang mereka. Dengan perasaan campur aduk sedih, bingung, dan pusing, pemilik warung memperlihatkan catatan bon pelanggan-pelanggannya.
Total ada sebanyak 26 orang pelanggan yang berutang kepada pemilik warung itu dengan total per orang mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Diketahui, pelanggan bernama Kang Sukir memiliki utang paling kecil yakni Rp240ribu. Sedangkan utang paling besar dilakukan oleh pelanggan bernama Yanto dengan total Rp1.782.000.
Jika ditotal seluruh utang dari 26 orang pelanggannya mencapai Rp19juta. Jumlah utang 26 orang pelanggan tersebut terbilang besar dan tentunya dapat mempengaruhi perputaran modal.
Apabila dilihat dari catatan utang tersebut, dari 26 pelanggan diketahui mereka berasal dari satu tempat kerja yang sama di sebuah perusahaan, yakni PT CSSA.
Video curhatan pemilik warung tersebut menuai berbagai tanggapan dari warganet.
" Masa utang udah banyak banget masih dikasih, aneh banget sih." komentar warganet.
" Jualan kalau pakai sistem kasbon ga akan jalan dan ga akan maju. terlalu beresiko. Terlihat ramai tapi sebenarnya ga ada pemasukan," komentar warganet lainnya.
" Harusnya si ibu kasih batasan untuk kasbon. Kan mereka tiap bulan gajian, maksimal Rp250 ribu per orang. Kalo belum dibayar nggak boleh kasbon lagi. Semoga dilancarkan rejekinya ya bu," sahut yang lainnya.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya