Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Baru-baru ini di sosial media ramai perbincangan tentang penemuan sebuah gambar harimau, yang diklaim muncul di Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Akibat munculnya harimau tersebut, jalur pendakian Gunung Sibayak harus ditutup.
Gambar penampakan harimau tersebut diunggah oleh akun Instagram @gunungreview pada 18 Oktober 2020. Akun tersebut, mengaitkan foto harimau dengan ditutupnya jalur pendakian Gunung Sibayak.
Berikut narasi unggahannya:
" Kemunculan Harimau, Jalur Pendakian Gunung Sibayak Ditutup untuk Pendakian
Seekor harimau terlihat di antara lokasi pendakian Gunung Sibayak dan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jalur pendakian ini ditutup mulai besok.Pemberitahuan ini tertuang dalam surat yang dikeluarkan UPT Tahura Bukit Barisan bernomor 522/690/TAHURA/BB/10/2020 yang ditandatangani Kepala UPT, Ramlan Barus. Salinan surat ini dikirim Polisi Kehutanan Tahura, Asido ASM Munthe, kepada detikcom, Kamis (15/10/2020).
" Untuk menghindari terjadinya konflik antara manusia dan Harimau Sumatera, maka objek wisata pendakian gunung Sibayak Ditutup sementara untuk umum terhitung mulai tanggal 16 Oktober 2020," tulis surat pemberitahuan itu.
Di dalam surat, tertulis penutupan ini karena keberadaan harimau beberapa kali terlihat oleh warga dan pengunjung objek wisata. Penutupan ini akan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Terkait keberadaan harimau, Asido mengatakan lokasi wisata ini memang habitatnya. Harimau, kata Asido, baru pertama kali terlihat di lokasi wisata ini.
" Karena hutan sebagai tempatnya, dan habitatnya ada di tempat tersebut sebagai lintasan. Yang ketemu baru ini yang terpublikasikan," jelas Asido.
Sebelumnya, Asido mengatakan harimau ini terlihat selama rentang waktu satu bulan di lokasi itu. Harimau ini terlihat di jalan dekat pos registrasi Gunung Sibayak.
Asido mengatakan pihaknya meningkatkan patroli karena adanya peristiwa ini. Selain itu, dilakukan pemasangan CCTV dan perangkap untuk menangkap harimau ini.
" Kita juga sudah bekerja sama dengan BBKSDA dan WCS. Dan sudah pasang camera trap guna pastikan keberadaan satwa tersebut. Dan juga ke depan kita akan melakukan penghalauan dan pemasangan perangkap buat merelokasi satwa tersebut," kata Asido, Rabu (14/10).
Sumber: detik, merdeka, cnn...Follow @gunungreviewSupport By @ojekgunungindonesia.#pendakilawas #sibayak #mtsibayak #macan #harimau #nature #pendakinusantara #gunungsibanyak," tulis akun Instagram @gunungreview.

Benarkah terjadi penampakan harimau di jalur pendakian di Gunung Sibayak? Berikut ulasannya dikutip dari Liputan6.com.
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri gambar harimau yang diklaim muncul di Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs pencari Yandex.

Selain itu, terdapat beberapa gambar serupa yang dimuat beberapa artikel. Satu di antaranya artikel berjudul " Sapi dimangsa harimau di Bahorok Langkat diganti" yang dimuat situs sumut.antaranews.com pada 5 Mei 2020.

Langkat (ANTARA) - Dari hasil rapat yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, maka ternak lembu yang dimangsa harimau diganti oleh pihak Stay Wild.
Hal itu disampaikan Camat Bahorok Dameka Singarimbun, di Bahorok, Selasa.
Yang ikut dalam musyawarah diantaranya Kepala Desa Lau Damak, pihak TNGL, pihak harimau konservasi, Stay Wild serta yayasan WCS.
Dimana dalam rapat tersebut diputuskan dalam penanganan harimau memangsa ternak warga di dusun Tanjung Naman Lau Damak Bahorok yang telah membuat warga resah.
Disimpulkan ternak ternak yang dimangsa harimau diganti pihak Stay Wild, juga melakukan penghalauan dulu ke hutan dengan mempergunakan petasan (mercon), katanya.
Selain itu Amakan diakan patroli seputaran hutan serta sosialisasi pencegahan di dusun.
" Malam ini warga juga sedang melalukan musyawarah agar masyarakat jangan resah dengan melakukan patroli," katanya.
Menurut informasi harimau pemangsa lembu milik warga adalah harimau lajang.
Seperti diberitakan sebelumnya ternak sapi milik Hendri Sembiring dimangsa harimau, Jumat, (1/5) saat hendak dipindahkan dipagi hari. Seekor sapi itu diseret 600 meter kearah perbukitan telah jadi bangkai.
Gambar harimau yang diklaim muncul di Gunung Sibayak, Sumatera Utara, ternyata tidak benar.
Gambar tersebut merupakan harimau pemangsa hewan ternak warga di dusun Tanjung Naman Lau Damak Bahorok, Sumatera Utara pada 1 Mei 2020.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya