Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Amirah Meninggalkan Seorang Putri Yang Masih 16 Bulan (Foto:Twitter @ihsanjie)
Dream - Kasus kematian di tanah air akibat penularan Covid-19 masih tergolong tinggi. Pasien biasanya mengalami kesulitan napas hingga komplikasi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kabar duka terus-menerus datang, menyisakan kesedihan bagi para kerabat dan keluarga yang ditinggalkan. Begitupun yang dialami seorang suami asal Gowa, Sulawesi Selatan, ini. Pria bernama Muhammad Ihsan Harahap Daeng Rate menuliskan kisah pilunya melalui akun twitter @ihsanjae.
" Bismillah, ini hari kedua sejak istriku dimakamkan di Pemakaman Khusus Covid di Macanda, Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah pemakaman di malam itu, aku kembali lagi ke rumah isolasi mandiri. Seorang diri," cuitnya pada 25 September lalu.
Cuitan Ihsan makin memilukan tatkala tahu Amirah meninggalkan seorang putri kecil yang masih berusia 16 bulan. Berusaha tegar, Ihsan menjalankan amanat Amirah untuk memandikan jenazahnya hingga mengantarkannya ke pemakaman khusus Covid-19.

Amirah Lahaya sempat menjalani opname hingga dipindahkan ke RS Sayang Rakyat pada Jum'at 18 September, salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulawesi Selatan.
Setelah dipindahkan, kadar trombosit dan leukosit Amirah terus turun hingga dilarikan ke ruang ICU oleh dokter. Tak berselang lama, saturasi oksigen dalam tubuhnya berkisar 74 persen, jauh dari standar saturasi normal di 95 persen.
Pada 23 September, dengan penuh kecemasan, Ihsan masih berusaha memberi dukungan moral bagi istri tercintanya. Namun takdir tak bisa ditepis, Amirah harus berpulang setelah berjuang melawan virus ganas yang meggerogoti tubuhnya.
" Tidak berapa lama, seorang perempuan menelfonku, dia perawat di ruangan ICU. " Ibu sudah tidak ada, pak" . Di situlah duniaku tiba-tiba gelap, langit runtuh, tanah yang kupijak amblas ditelan bumi," tulis Ihsan.

Meski kesedihan menyelimuti hatinya, Ihsan terus berusaha tegar dihadapan keluarga dan kerabatnya. Ia pun melaksanakan amanat sang istri untuk dimandikan dan disholatkan sebelum dibawa ke pemakaman Covid-19.
" Sebagai seorang suami, aku ingin melaksanakan wasiatmu: dibersihkan jenazah dan disholatkan. Aku membawa pakaian ganti, dan tim dokter dan perawat memakaikanku APD selama 30 menit," cerita Ihsan.
Jenazah Amirah dilapisi kain bertumbuh hingga diberi disinfektan sebagai bagian dari protokol pengurusan jenazah Covid-19. Selepas siap, Ihsan langsung memimpin sholat jenazah, disaksikan kerabat dengan jarak 25 meter.
Amirah dimakamkan di pemakaman Pemprov Sulawesi Selatan pukul 22.30 mengikuti protokol yang telah ditetapkan satgas Covid-19.

Cuitan yang kini mendapatkan 29 ribu retweet dan 95 ribu like ini mengundang perhatian warganet. Apalagi Amirah meninggalkan seorang putri kecil yang masih berusia 16 bulan, bernama Aruna.
Ihsan yang kini harus berjuang membesarkan Aruna berusaha untuk mengikhlaskan kepergian sang istri, seperti nasehatnya.
" Amirah, aku sudah ikhlaskan semua yang ditetapkan Allah SWT atas hidupmu dan keluarga kecil kita. Sebagaimana dulu nasehat yang selalu kau ulang sewaktu kita mendayung bahtera di samudera kehidupan. " Ikhlaskan, kanda," demikian nasehatmu, memanggilku dengan sapaan favoritmu,"
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya