Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto: @smart.gram
Dream - Sebuah mobil ambulans dihentikan oleh petugas kepolisian karena menerobos jalan one way Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.
Pasalnya, ambulans tersebut bukan membawa jenazah tapi rombongan wisatawan yang hendak liburan ke Puncak.
Sopir ambulans menolak membawa rombongan buat liburan tapi ingin silaturahmi ke tempat saudara.
" Enggak liburan. Iya mau ke tempat saudara," kata sopir ambulans dikutip Dream dari akun @smart.gram, Sabtu 7 Mei 2022.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin menjelaskan, pada awalnya petugas memberhentikan ambulans tersebut untuk memberi pengawalan prioritas.
Namun saat diperiksa, ambulans tersebut bukan membawa orang sakit, melainkan wisatawan lokal.

" Ada ambulans menerobos jalur one way tersebut untuk diberikan pengawalan awalnya tapi ternyata setelah diperiksa dalamnya bukan orang sakt tapi orang mau berlibur. Akhirnya kami bawa ambulans tersebut ke pos," tutur Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.
View this post on Instagram
Dream - Sudah banyak kita dengar kisah betapa nestapanya orang-orang miskin dalam mengakses layanan kesehatan. Banyak di antara orang miskin yang tidak mendapat layanan semestinya. Cerita-cerita itu terjadi di berbagai belahan dunia.
Kisah pilu terbaru datang dari India. Seorang ayah bernama Narsimhulu harus membawa jenazah putranya, yang meninggal dalam usia sepuluh tahun, dengan sepeda. Dia terpaksa membawa pulang jasad anaknya dari rumah sakit ke rumah mereka di desa yang jaraknya 90 kilometer.
Cerita miris itu berlangsung di rumah sakit milik pemerintah di di Tirupati, Andhra Pradesh, pada Selasa lalu. Kala itu, Narsimhulu hendak membawa pulang jasad sang anak, Jesava, yang meninggal pada hari Senin malam.
Narsimhulu semula menunggu mobil jenazah pemerintah dari layanan Mahaprasthanam untuk membawa pulang jenazah, tetapi ambulans yang dijanjikan tidak pernah tiba.
Dia kemudian meminta bantuan sopir ambulans swasta, namun meminta upah 20.000 rupee atau sekitar Rp3,7 juta untuk perjalanan 100 kilometer.
Namun malangnya, Narsimhulu tidak punya uang sebanyak itu. Gajinya sebagai tukang kebun mangga sebulan hanya 4.000 rupee atau sekitar Rp750 ribu saja.
Ongkos yang diminta tukang ambulans itu tentu setara lima bulan gaji Narsimhulu.
Karena merasa kesulitan, Narsimhulu menelepon bosnya di kebun, Shrikant Yadav, untuk mengirim ambulans dari luar. Sang bos pun meminta bantuan temannya, Nand Kishore, yang mengoperasikan sepuluh kendaraan.
Tetapi, saat ambulans Kishore tiba untuk menjemput jenazaah putra Nasimhuru, para sopir ambulans swasta, yang merupakan sindikat, itu mengusirnya. Mereka juga mengusir serta menganiaya Narsimhulu.
Karena putus asa, Narsimhulu membawa jenazah putranya dengan menggunakan sepeda motor. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria memanggul jasad bocah di bahunya.
Semenetara, sebuah ambulan dengan pintu belakang terbuka terlihat teronggok di depan rumah sakirt. (India.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam