Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ratusan Warga Berhamburan Sambut 'hujan Uang' Di Pekalongan.
Dream - Baru-baru ini sebuah video viral memperlihatkan terjadinya 'hujan uang'. Terlihat warga menyemut untuk memperebutkan uang yang berjatuhan.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @ndorobei.official pada Selasa, 8 Maret 2022. Informasi di bagian caption menyebutkan jika fenomena hujan uang tersebut terjadi di Desa Pakumbulan, Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Tampak dalam video berdurasi 19 detik ratusan warga berkumpul di satu tempat dan berebut untuk mengambil lembaran uang kertas yang jatuh ke tanah.
Namun menurut keterangan di postingan, uang yang jadi rebutan warga tersebut sebenarnya bukan fenomena hujan uang.

Tetapi seorang pengusaha kaya di Pekalongan menghamburkan uangnya ke kerumunan warga dari atas rumahnya.
Sontak warga yang sudah sedari tadi menunggu langsung berebut untuk mengambil uang kertas yang berhamburan itu.
Tampak lembaran kertas warna biru dan merah yang diduga uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu bertebaran dari atas rumah.

Mungkin banyak yang menyangka aksi bagi-bagi uang dengan cara dihamburkan dari atas rumah ini terlihat kurang sopan dan beradab.
Tidak sedikit yang menganggapnya sebagai tindakan yang tidak pantas, seolah merendahkan derajat manusia dengan uang.
Namun perlu diketahui bahwa aksi menghamburkan uang ini merupakan tradisi lokal di Pekalongan.

Tradisi bagi-bagi uang dengan cara dihamburkan secara sembarangan itu disebut dengan istilah udik-udikan.
Biasanya tradisi ini dilakukan ketika ada orang sedang mendirikan rumah atau memperingati kelahiran bayi.
Meski begitu video yang dibagikan di Instagram itu tetap saja menuai pro dan kontra dari netizen.
" Niat berbagi sudah baik, tetapi caranya kurang pantas."
" Kenapa gak dibagikan secara Antrian aja sih?...kenapa harus disebar untuk diperebutkan ?"
" Ya Allah... apa salahnya dibagikan dg cara yg lebih beradab 🔥."
" Di Pekalongan ada adat namanya Udik Udikan, biasanya sebulan setelah bayi lahir.. Ya cara nya di hambur kan gitu."
" Ini tradisi..... Positif thinking aja."
" Yg bilang ini itu berarti gak tau udik udikan😂."
Sumber: Instagram
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya