Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (saitjournalism.ca)
Dream - Panitia World Hijab Day berharap bisa mengumpulkan 10 juta orang saat acara tahunan itu digelar untuk ketiga kalinya pada 1 Februari 2015 mendatang.
" Misi kami adalah untuk mengumpulkan 10 juta peserta di seluruh dunia. Acara ini diselenggarakan sejak dua tahun terakhir untuk membangkitkan kesadaran lebih baik serta pemahaman lebih besar dan dunia yang damai," tulis penyelenggara World Hijab Day dalam halaman Facebook mereka dikutip ummid.com, Minggu 1 Februari 2015.
Pernyataan itu menambahkan, World Hijab Day juga bertujuan untuk mendorong toleransi beragama secara global melalui kesadaran Hijab.
" Kami meminta wanita non-Muslim dan wanita Muslim yang tidak memakai hijab di seluruh dunia untuk memakai hijab selama sehari pada 1 Februari. Hari itu akan menjadi hari bagi setiap orang yang ingin mengalami bagaimana rasanya memakai hijab."
" Kami tidak berharap banyak selain itu. Kami berharap Anda mendapat pengetahuan dan pengalaman yang sedikit berbeda dari definisi kebebasan."
Pada 1 Februari nanti, jutaan wanita Muslim dan non-Muslim akan memakai hijab dan secara serentak melakukan long march di jalan-jalan di 116 negara untuk memperingati 3 tahun World Hijab Day.
World Hijab Day adalah ide dari seorang warga New York bernama Nazma Khan. Acara tersebut menjadi sarana bagi Khan untuk menumbuhkan toleransi dan pemahaman beragama.
Khan ingin mendorong perempuan non-Muslim untuk mengenakan hijab dan merasakannya sebelum memberi penilaian terhadap wanita Muslim.
Khan juga melihat World Hijab Day sebagai kesempatan terbaik untuk melawan beberapa kontroversi seputar mengapa perempuan Muslim memilih untuk memakai hijab.
" World Hijab Day bukanlah suatu tindakan pemujaan melainkan cara yang efektif untuk menciptakan kesadaran global tentang isu yang kini mendapat serangan yang tak adil," kata Mufti Ismail Menk.
Di seluruh dunia, relawan telah mempersiapkan untuk acara yang ditunggu-tunggu ini. Peserta dari Amerika dan Eropa hingga Asia dan Afrika antusias menyambut World Hijab Day.
" Saya suka mengenakan hijab. Saya merasa sangat cantik. Meskipun saya non-Muslim, mengenakan hijab membuat saya merasa lebih cantik dan unik," kata Adreena, yang tinggal di California.
" Saya memakai hingga secara sembunyi-sembunyi karena sepertinya tidak diterima di masyarakat di sini. Termasuk teman-teman saya juga tidak suka, jadi saya memakai hijab saat saya tahu tidak bertemu mereka," ujar Juliana, non-Muslim dari Minneapolis, Minnesota.
Hijab menjadi perhatian dunia sejak Perancis melarang wanita Muslim memakainya di tempat umum pada tahun 2004.
(Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya