Ingatlah Ayat Ini Jika Kamu Suka Menunda, Naudzubillah

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 19 September 2018 19:01
Ingatlah Ayat Ini Jika Kamu Suka Menunda, Naudzubillah
Jangan sampai umur tidak cukup untuk menuntaskan kegiatan yang seharusnya dilakukan.

Dream - " Ayo sholat, sudah azan!" " Nanti dulu, tanggung lagi nonton film."

Sahabat Dream pernah mendengar percakapan seperti itu? Atau mungkin kalian sendiri yang mengalaminya bersama suami atau anak-anak?

Menunda pekerjaan, apalagi ibadah wajib, merupakan kebiasaan buruk yang sangat tak disukai Allah SWT.

 shutterstock

Walau pada akhirnya tetap dijalankan, menunda pekerjaan tetap tidak disarankan. Ingatlah, tak ada yang tahu kapan ajal mendekat kecuali Sang Kuasa yang mengetahui semua rahasia di dunia..

Menghindari hal-hal yang buruk terjadi, lebih baik diutamakan. Seperti firman Allah SWT dalam Surat Luqman ayat 34, " Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati."

Untuk itu, Allah SWT juga mengingatkan jika amalan baik sekecil apapun yang kamu lakukan hari ini akan diterima-Nya. Sedangkan sebesar apapun amalan baik yang kita berikan nanti setelah kematian, tidak akan berarti apa-apa.

Baca penjelasan lengkapnya di sini, yuk!

Kirimkan info kegiatan komunitas kamu ke komunitas.dream@kly.iddengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

1 dari 2 halaman

Haid di Tengah Puasa Asyura, Hilangkah Pahalanya?

Dream - Umat Islam mendapat perintah dari Rasulullah Muhammad SAW untuk melaksanakan puasa Asyura. Perintah yang merupakan anjuran ini untuk memberikan perlakuan istimewa untuk tanggal 10 Muharram yang juga istimewa.

Sebagian saudara kita sangat bersemangat menjalankan anjuran ini. Mereka bahkan jauh-jauh hari menyiapkan diri untuk melaksanakan puasa Asyura, termasuk kaum hawa.

Tetapi, para wanita terkadang menghadapi kendala meski sudah berniat atau sedang menjalankan puasa asyura. Di tengah hari, bahkan beberapa menit sebelum azan maghrib mereka mengalami haid.

Jika hal ini terjadi, apakah pahala ibadah puasa asyura pada wanita yang haid di tengah jalan menjadi hilang?

Puasa Jadi Sia-sia?

Dikutip dari bincangsyariah, persoalan ini dibahas dalam fatwa ulama Mesir pada Darul Ifta' Al-Misriyyah.

" Jika wanita itu disyariatkan berpuasa di hari Asyura, lalu tiba-tiba ada udzur yang memaksanya untuk berbuka (haid). Maka, pahalanya adalah telah berada di sisi Allah, tidak berkurang dengan izin Allah. Dan Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya terkait masalah ganjaran dan pahala. Allah Yang Maha Suci dan Luhur yang lebih tahu."

Kaum hawa tidak perlu khawatir jika mengalami haid secara tiba-tiba padahal sedang puasa asyura. Insya Allah, puasa yang sudah dikerjakan tetap dicatat tanpa pengurangan meskipun tidak selesai sehari penuh.

Karena jika puasa dilanjutkan justru berdosa. Sebab, wanita haid terlarang untuk melaksanakan puasa.

Selengkapnya...

 (ism)

2 dari 2 halaman

Bahaya Bermain-main Akad Nikah

Dream - Pernikahan merupakan ikatan sakral antara dua insan manusia lawan jenis. Ikatan ini dinyatakan sah setelah terjadinya akad nikah.

Akad nikah sendiri merupakan prosesi yang sakral. Tidak boleh ada kesalahan sedikit saja saat penyelenggaraan prosesi ini.

Karena dianggap begitu suci, seorang mempelai pria kerap diminta untuk mempersiapkan kondisi psikisnya. Ini agar tidak terjadi kesalahan ketika mengucap ikrar suci pernikahan.

Terkadang, ada penghulu yang menuntun seorang mempelai pria untuk lebih dulu belajar membaca akad nikah. Tentu, hal ini dilakukan agar prosesi akad nikah berjalan lancar.

Lantas, bagaimana hukum akad yang terucap dalam rangka percobaan?

3 Hal Sah Meski Tidak Serius

Dikutip dari konsultasi syariah, sangat dianjurkan untuk tidak melakukan percobaan akad nikah. Karena, rupanya akad nikah yang terucap meskipun dalan kondisi hanya main-main hukumnya tetap sah.

Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi.

" Ada tiga hal, seriusnya dianggap serius, main-mainnya juga dianggap serius, nikah, talak, dan rujuk."

Penjelasan Ulama

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni menjelaskan maksud hadis di atas sebagai berikut.

" Jika ada orang yang melakukan akad nikah dengan main-main atau karena terpaksa, status akadnya sah, karena Nabi SAW bersabda, 'Ada 3 hal, seriusnya dianggap serius, main-main-nya juga dianggap serius, nikah, talak, dan rujuk.' Riwayat Turmudzi. Dan juga diriwayatkan dari Al Hasan, dari Nabi SAW, 'Siapa yang nikah main-main, atau menceraikan istrinya main-main, atau membebaskan budaknya main-main, maka itu sah.' Umar mengatakan, 'Ada 4 hal yang sah ketika sudah diucapkan, talak, nikah, membebaskan budak, dan nazar. Dan ada 4 hal yang tidak ada istilah main-main di sana: talak, membebaskan budak, nikah, dan nadzar'."

Akad nikah ini sah jika memenuhi persyaratan seperti di hadapan wali dan ada saksi. Sehingga, sebisa mungkin tidak main-main dengan prosesi akad nikah. Jikapun percobaan, hendaknya dilakukan tanpa adanya wali dan saksi.

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-