Hijab Sudah Menjadi Salah Satu Bagian Dalam Dunia Fashion
Dream - Sosok Nancy Hoque menyedot perhatian hijabers di berbagai dunia. Wanita yang berprofesi sebagai desainer ini memiliki karya yang jadi inspirasi para muslimah dalam berbusana. Bahkan, dia kini telah membuka toko online Sixteenr, menjual berbagai macam hijab.
Melalui toko online yang didirikannya, Hoque yakin bahwa wanita muslim modern mengalami perkembangan dalam berbusana dengan memasukkan mode dari Barat dan tradisi dari generasi sebelumnya.
Hoque dibesarkan di California bagian selatan oleh orangtua yang berasal dari Bangladesh. Dibesarkan di lingkungan muslim, Hoque awalnya tidak mempunyai banyak teman Muslim. Namun saat menginjak bangku kuliah, dia menemukan banyak teman Muslim, termasuk beberapa teman wanita yang memakai hijab.
Melihat hal itu, Hoque mulai mempelajari agamanya secara mendalam. Dari situlah benih-benih kecintaan pada agama Islam mulai kuat. Hoque semakin yakin dengan kebenaran Islam setelah peristiwa penyerangan World Trade Center 2002. Sejak itulah Hoque memutuskan memakai hijab.
Sebagai seorang desainer hijab, Hoque terinspirasi dari perpaduan budaya dan tradisi masa lalu yang dibawa orangtuanya dengan budaya masyarakat Barat. Setiap hijab karya Hoque memiliki moto 'Hijab yang Memberdayakan'.
Dia ingin menyebarkan semangat pemberdayaan wanita Muslim dalam setiap karyanya. " Saya tidak ingin hijab dilihat sebagai simbol penindasan agama terhadap wanita Muslim. Hoque ingin hijab menjadi penanda keindahan dan kekuatan," kata Haque.
Hoque sangat menentang orang-orang yang melihat hijab sebagai bentuk penindasan. Dia menilai ada dua sebab orang mempunyai pandangan demikian.
Pertama, peran media dalam menginformasikan dunia Islam. Dengan berbagai peristiwa di negara-negara muslim, orang memiliki persepsi bahwa wanita muslim tidak berpendidikan atau ditindas. Di beberapa belahan dunia, itu memang terjadi. Wanita Muslim tidak bisa bersosialisasi secara maju seperti di Amerika Serikat atau negara lainnya.
Yang kedua, saat memakai hijab, terutama di dalam masyarakat yang menganggap itu bukan sesuatu yang normal, wanita Muslim dikucilkan. Masyarakat akan memperlakukan mereka dengan berbeda. Hal itu akan menjadi pengalaman sulit jika tidak terbiasa. Namun, Hoque yakin jika tetap teguh memakainya dan memiliki tekad menunjukkan identitas melalui hijab.

Hoque berharap masyarakat Barat tidak menilai buku dari sampulnya. Wanita muslim adalah wanita normal, wanita biasa yang ditemui dalam keseharian.
Untuk desain, Hoque mencoba tampil unik dan berbeda dari hijab-hijab pada umumnya yang biasanya polos tanpa gambar atau tulisan di atasnya. Wanita muslim banyak yang senang dengan karya Hoque tersebut.
Mereka bahkan terinspirasi dari contoh-contoh hijab yang terpampang di galeri toko online miliknya. Menurut Hoque, dibanding Malaysia, muslim Indonesia paling banyak tertarik dengan desainnya. Indonesia bahkan dianggap Paris-nya hijab modis.
Menurut Hoque, perkembangan dunia mode Islam ini merupakan hal yang baru dan ini jarang terjadi. Jadi sangat menarik untuk mengikutinya.
(Sumber: Theithacan)