Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Masjid Istiqlal
Dream - Menjadi imam besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar dan termegah di ASEAN, mungkin jadi keinginan sebagian muslim. Namun seorang mantan pejabat negara merasakan hal yang berbeda.
Adalah Nasaruddin Umar, mantan wakil menteri agama yang merasakan perasaan itu. Amanah baru ini bahkan sempat membuatnya kaget.
Meski lama menjadi pejabat negara, Nasaruddin dengan merendah mengatakan dirinya sebenarnya kurang tepat menduduki jabatan sebagai imam besar Istiqlal. Baginya masih banyak tokoh, ulama yang lebih baik dan memiliki wawasan lebih luas dibandingkan dirinya.
Menjadi imam besar, diakui Nasaruddin, tak hanya membutuhan pengetahuan agama Islam yang luas. Butuh wawasan kebangsaan dan pemerintahan yang cukup.
“ Sebenarnya saya kaget dan merasa bukan orang yang tepat untuk jadi Imam Besar Masjid Istiqlal," ujar Nasaruddin merendah dikutip laman bimasislam.kemenag.go.id, Kamis, 28 Januari 2016.
Merasa bukan tokoh terbaik, Nasaruddin berjanji dirinya akan tetap melaksanakan tanggung jawab sebagai imam besar dengan sebaik-baiknya. " Ini amanah yang harus saya emban," ujarnya.
Selain imam besar, Menteri Agama Lukmah Hakim Syaifuddin juga mengukuhkan Ketua Badan Pengurus Badan Pelaksanan Pengelola Masjid Istiqlal yang baru, KH. Muzammil Basyuni dan H. Bahrul Hayat, Ph.D sebagai wakil ketua. Keduanya menggantikan Ahmad Mubarok.
Menag dalam sambutannya berharap agar imam dan pengurus baru Istiqlal dapat mengelola masjid Istiqlal dengan memenuhi harapan umat Islam secara menyeluruh, memenuhi harapan pemerintah, bahkan memenuhi harapan dunia internasional yang memandang masjid Istiqlal tidak terpisah dari wajah Islam Indonesia.
“ Masjid Istiqlal merupakan masjid negara dan masjid percontohan, sehingga perlu terus mengembangkan fungsinya sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat,” katanya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
