Masjid Istiqlal
Dream - Menjadi imam besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar dan termegah di ASEAN, mungkin jadi keinginan sebagian muslim. Namun seorang mantan pejabat negara merasakan hal yang berbeda.
Adalah Nasaruddin Umar, mantan wakil menteri agama yang merasakan perasaan itu. Amanah baru ini bahkan sempat membuatnya kaget.
Meski lama menjadi pejabat negara, Nasaruddin dengan merendah mengatakan dirinya sebenarnya kurang tepat menduduki jabatan sebagai imam besar Istiqlal. Baginya masih banyak tokoh, ulama yang lebih baik dan memiliki wawasan lebih luas dibandingkan dirinya.
Menjadi imam besar, diakui Nasaruddin, tak hanya membutuhan pengetahuan agama Islam yang luas. Butuh wawasan kebangsaan dan pemerintahan yang cukup.
“ Sebenarnya saya kaget dan merasa bukan orang yang tepat untuk jadi Imam Besar Masjid Istiqlal," ujar Nasaruddin merendah dikutip laman bimasislam.kemenag.go.id, Kamis, 28 Januari 2016.
Merasa bukan tokoh terbaik, Nasaruddin berjanji dirinya akan tetap melaksanakan tanggung jawab sebagai imam besar dengan sebaik-baiknya. " Ini amanah yang harus saya emban," ujarnya.
Selain imam besar, Menteri Agama Lukmah Hakim Syaifuddin juga mengukuhkan Ketua Badan Pengurus Badan Pelaksanan Pengelola Masjid Istiqlal yang baru, KH. Muzammil Basyuni dan H. Bahrul Hayat, Ph.D sebagai wakil ketua. Keduanya menggantikan Ahmad Mubarok.
Menag dalam sambutannya berharap agar imam dan pengurus baru Istiqlal dapat mengelola masjid Istiqlal dengan memenuhi harapan umat Islam secara menyeluruh, memenuhi harapan pemerintah, bahkan memenuhi harapan dunia internasional yang memandang masjid Istiqlal tidak terpisah dari wajah Islam Indonesia.
“ Masjid Istiqlal merupakan masjid negara dan masjid percontohan, sehingga perlu terus mengembangkan fungsinya sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat,” katanya.