Gadis Belia `Pahlawan` Sosmed di Gaza

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 12 Agustus 2014 17:01
Gadis Belia `Pahlawan` Sosmed di Gaza
Ledakan bom dan desingan peluru tak membuat Farah Baker takut. Gadis belia asal Gaza itu justru bersemangat mengabadikan serangan Israel dan menyebarkannya ke dunia.

Dream - Ledakan bom dan desingan peluru tak membuat Farah Baker takut. Gadis belia asal Gaza itu justru bersemangat. Bukan memanggul senapan, melainkan hanya mengenggam telepon seluler untuk mengabadikan segala kekejaman serangan Israel dan melaporkannya ke dunia.

Menurut laman Emirates 24l7, Selasa 12 Agustus 2014, Baker cukup aktif memposting gambar dan kabar soal Gaza melalui media sosial Twitter. Posting demi posting itu membuat banyak orang terkesan. Sehingga dengan cepat pengikut Twitter miliknya melonjak, dari 800 menjadi 166.000.

Baker dan keluarganya tinggal di dekat Rumah Sakit Shifa, Kota Gaza. Ayahnya merupakan ahli bedah di rumah sakit tersebut. Karena dekat dengan rumah sakit, Baker bisa dengan cepat tahu apabila Israel menyerang. Sebab, sirine rumah sakit segera meraung-raung jika ada serangan.

Dengan merunduk-runduk, Baker merekam segala peristiwa di sekitarnya, baik dalam bentuk foto maupun video. Gambar-gambar dan video serangan Israel itu kemudian diunggah melalui Twitter untuk dikabarkan kepada para pengikutnya.

Gadis Belia Pahlawan Sosmed di Gaza© NBC News

Farah Baker. Sumber: NBC News

Dalam sebuah posting yang dibuat 1 Agustus silam, Baker menautkan sebuah video yang menunjukkan kegelapan di jalanan Gaza, yang diselingi dengan kemerlap dan suara ledakan berulang-ulang. Itulah serangan bom Israel.

Dalam postingan itu, Baker mengaku tengah bersembunyi di salah satu kamar di rumahnya. " Saya mencoba memberi tahu dunia tentang apa yang saya rasa dan apa yang terjadi di mana saya tinggal," kata Baker. " Mencoba membuat orang lain merasa seolah-olah mereka mengalaminya, juga," tambah dia.

Melalui akun @Farah_Gazan, Baker terkejut karena mendadak populer di media sosial berkat postingan-postingan itu. Namun, dia mengaku tidak peduli dengan poppuraritas tersebut.

" Saya tidak mengharapkan ini. Saya menulis untuk sebagian kecil orang dan jumlahnya kemudian menjadi banyak," tutur Baker.

Beri Komentar