Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Farah Baker (NBC News)
Dream - Ledakan bom dan desingan peluru tak membuat Farah Baker takut. Gadis belia asal Gaza itu justru bersemangat. Bukan memanggul senapan, melainkan hanya mengenggam telepon seluler untuk mengabadikan segala kekejaman serangan Israel dan melaporkannya ke dunia.
Menurut laman Emirates 24l7, Selasa 12 Agustus 2014, Baker cukup aktif memposting gambar dan kabar soal Gaza melalui media sosial Twitter. Posting demi posting itu membuat banyak orang terkesan. Sehingga dengan cepat pengikut Twitter miliknya melonjak, dari 800 menjadi 166.000.
Baker dan keluarganya tinggal di dekat Rumah Sakit Shifa, Kota Gaza. Ayahnya merupakan ahli bedah di rumah sakit tersebut. Karena dekat dengan rumah sakit, Baker bisa dengan cepat tahu apabila Israel menyerang. Sebab, sirine rumah sakit segera meraung-raung jika ada serangan.
Dengan merunduk-runduk, Baker merekam segala peristiwa di sekitarnya, baik dalam bentuk foto maupun video. Gambar-gambar dan video serangan Israel itu kemudian diunggah melalui Twitter untuk dikabarkan kepada para pengikutnya.

Farah Baker. Sumber: NBC News
Dalam sebuah posting yang dibuat 1 Agustus silam, Baker menautkan sebuah video yang menunjukkan kegelapan di jalanan Gaza, yang diselingi dengan kemerlap dan suara ledakan berulang-ulang. Itulah serangan bom Israel.
Dalam postingan itu, Baker mengaku tengah bersembunyi di salah satu kamar di rumahnya. " Saya mencoba memberi tahu dunia tentang apa yang saya rasa dan apa yang terjadi di mana saya tinggal," kata Baker. " Mencoba membuat orang lain merasa seolah-olah mereka mengalaminya, juga," tambah dia.
Melalui akun @Farah_Gazan, Baker terkejut karena mendadak populer di media sosial berkat postingan-postingan itu. Namun, dia mengaku tidak peduli dengan poppuraritas tersebut.
" Saya tidak mengharapkan ini. Saya menulis untuk sebagian kecil orang dan jumlahnya kemudian menjadi banyak," tutur Baker.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya