Selalu Pancing Rasa Ingin Tahu Si Kecil, Alasannya...

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 16 Maret 2017 17:59
 Selalu Pancing Rasa Ingin Tahu Si Kecil, Alasannya...
Untuk membuat anak tetap semangat dan penasaran, tak ada salahnya untuk menerapkan trik ini.

Dream - Anak-anak senang menemukan sesuatu, mencari tahu lingkungannya serta benda-benda yang dipegangnya bekerja. Pernahkah Anda melihat anak bermain tidak ada lelahnya? Hal itu karena rasa keingintahuannya yang begitu besar.

" Keingintahuannya ini adalah bawaan yang dimiliki anak-anak karena hasrat belajar mereka yang begitu tinggi. Eksplorasi dilakukannya tanpa henti. Rasa penasaran merupakan modal utama bagi anak-anak jadi pribadi yang kritis dan matang. Jadi orangtua harus selalu menjaga rasa itu dan mengarahkannya dengan baik," kata Annita Lewis, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari Momtastic.

Jangan sampai orangtua terlalu mengatur dan memaksa anak, karena bisa mengurangi hasrat keingintahuannya. Untuk membuat anak tetap semangat dan penasaran, tak ada salahnya untuk menerapkan trik ini saat sedang bersamanya.

Waktu bermain yang cukup
Ketika anak selesai sekolah, les dan aktivitas akademik lainnya, hadiah yang paling cocok untuknya adalah waktu bermain tanpa batasan. Bermain secara bebas membuat anak ingin tahu.

" Saat asyik bermain, anak akan memiliki teori, penemuan, dan peran baru yang mendorong batasannya," ujar Annita.

Biarkan berantakan saat bermain
Entah mereka mengacaukan mainannya atau bermain lumpur, itu merupakan salah satu bentuk keingintahuannya. Banyak orangtua yang tidak suka membiarkan anaknya berantakan dan kotor tapi kenyataannya selain menyenangkan untuk anak, mereka juga belajar mencari solusi dan meningkatkan kemampuan motoriknya.

Kurangi mengucapkan kata " jangan"
Biasanya orangtua sering mengatakan 'jangan, kamu gak boleh loncat dari sana' atau 'jangan, kamu gak bisa ini-itu'. Kita membuat batasan memang untuk menjaga anak kita. Tapi terlalu seringmengatakan 'jangan' membuat anak berhenti bertanya. Cari kata-kata yang lebih solutif, misalnya 'adik mainnya hati-hati ya, kalau jatuh nanti sakit'.

Ajukan pertanyaan
Anak mungkin bertanya puluhan pertanyaan setiap harinya, tapi berapa pertanyaan yang Anda ajukan pada anak Untuk mendorong keingintahuannya, Anda juga perlu bertanya
sesuatu yang menarik minatnya seperti " Menurut kamu, apa yang dicari sama burung di teras kita?"


Laporan Gemma Fitri Purbaya

 

Beri Komentar