6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bayi Baru Lahir/ Foto: Pixabay
DREAM.CO.ID - Selama 72 jam awal hingga berusia 28 hari setelah dilahirkan, merupakan periode yang sangat rentan bagi bayi. Perubahan kondisi pada bayi baru lahir bisa terjadi dengan cepat dan berpotensi serius.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orangtua terutama yang baru saja memiliki anak untuk mengetahui dan mengenali tanda awal bayi baru lahir yang perlu penanganan cepat. Keterlambatan dalam mengenali dan mendapatkan pertolongan medis dapat berakibat fatal. Berikut adalah beberapa tanda bahaya pada bayi baru lahir yang tidak boleh diabaikan
Masalah pernapasan adalah salah satu kondisi gawat darurat yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir. Untuk itu selalu perhatikan tarikan napas si kecil. Jika mengalami sesak atau napas cepat, perhatikan ada tarikan dinding dada ke dalam (retraksi). Jika bayi tampak begitu kesulitan bernapas, segera cek ke dokter.

Waspada juga jika ada napas mengi atau berbunyi dan jeda napas panjang lebih dari 10 detik. Bila ada perubahan warna kulit, bibir, lidah tampak kebiruan (sianosis), menunjukkan kekurangan oksigen.

Bayi baru lahir sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Demam (suhu 37 derajat) pada bayi baru lahir (usia di bawah 28 hari) harus dianggap serius dan memerlukan pemeriksaan dokter segera. Waspada juga jika suhu tubuh bayi kurang dari 36,5 deajat celcius dan tubuh teraba dingin, terutama pada tangan dan kaki.
Kejang pada bayi bisa sulit dikenali, namun ini adalah tanda neurologis yang serius. Tanda kejang ini berupa gerakan yang tidak terkontrol pada wajah, tangan, atau kaki; mata mendelik atau menatap kosong; atau tubuh tiba-tiba kaku. Jika terjadi kejang, rekam dan catat durasi kejang dan bagian tubuh mana yang bergerak.
4. Masalah Menyusu dan Kesadaran

Kemampuan menyusu dan tingkat kesadaran bayi adalah indikator penting kesehatan secara umum. Waspada jika si kecil tidak mau menyusu lebih dari dua kali waktu menyusu normal atau kemampuan mengisapnya sangat lemah. Lalu segera periksakan ke dokter jika bayi terlihat sangat lemah, lunglai, dan sulit dibangunkan dari tidur untuk menyusu.
5. Kuning
Bayi kuning memang umum, tetapi ada kondisi yang berbahaya, yaitu ketika kekuningan muncul dengan cepat. Kulit dan mata kuning muncul pada hari pertama (
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
