Bidan Rekomendasikan 4 Hal Ini Saat Tanda Persalinan Tak Kunjung Muncul

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 23 Juli 2022 16:31
Bidan Rekomendasikan 4 Hal Ini Saat Tanda Persalinan Tak Kunjung Muncul
Memasuki tanggal menuju HPL biasanya muncul tanda persalinan. Tandanya, seperti kontraksi, janin yang sudah masuk panggul, sendi terasa longgar, dan masih banyak lagi.

Dream - Bagi ibu hamil yang tengah hamil besar pastinya sudah melakukan banyak persiapan untuk kelahiran si kecil. Biasanya, kita berpatokan pada Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang dihitung oleh bidan dan dokter.

Memasuki tanggal menuju HPL biasanya muncul tanda persalinan. Tandanya, seperti kontraksi, janin yang sudah masuk panggul, sendi terasa longgar, dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimana jika tanda-tanda persalinan tak kunjung muncul? Ony, seorang bidan profesional memberikan penjelasan lewat akun Instagramnya @bidankriwil, hal yang bisa dilakukan ibu jika tanda persalinan tak kunjung muncul.

Menurutnya ada empat hal yang bisa dilakukan ibu hamil. Yuk simak.

1. Power walk 30 menit/ hari
Penting untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin selama hamil. Terutama jelang persalinan. Lakukan jalan kaki atau power walk penuh dengan tenaga, selama 30 menit setiap hari. Ini akan membantu menyiapkan otot dan fisik ibu, dan 'memancing' tanda persalinan.

2. Konsumsi kurma
Bisa juga mengonsumsi kurma setiap hari. Hal ini karena kurma merangsang tubuh menghasilkan hormon oksitosin. Hormon tersebut bisa membantu kontraksi rahim yang akan memunculkan dan mempermudah proses persalinan.

 

1 dari 4 halaman

Lakukan Juga 2 Hal Ini

3. Hubungan intim dengan pasangan
Lakukan juga hubungan intim dengan pasangan. Ternyata orgasme pada ibu bisa merangsang rahim untuk bekerja. Cara kerjanya dengan memicu oksitosin, dan sel sperma bisa membantu melembutkan serviks untuk membuka jalur persalinan.

4. Goyang gymball
Lakukan olahraga dengan gymball, duduk di atasnya dan jaga keseimbangan. Gerakan di atas gymball akan membantu meringankan tekanan panggul, punggung, dan tulang belakang, meningkatkan aliran darah ke rahim. Melakukannya secara rutin bisa membantu memicu kontraksi persalinan.

Selamat mencoba, Bunda!

2 dari 4 halaman

Masalah Fisik dan Mental yang Mengintai Ibu Pasca Melahirkan

Dream - Menjalani kehamilan selama 9 bulan, tubuh ibu mengalami perubahan yang sangat pesat dalam waktu singkat. Bukan hanya fisiknya saja, tapi juga hormon dan juga psikologisnya.

Setelah janin cukup umur, persalinan pun terjadi. Dalam proses melahirkan, ibu lalu mengalami kontraksi yang memunculkan rasa nyeri hebat. Belum lagi setelahnya harus menjalani jahitan bila terdapat robekan.

Bagi yang harus menjalani operasi caesar, rasa nyeri setelah operasi akan lebih intens. Terutama beberapa hari setelahnya dan waktu pemulihan juga lebih lama. Dengan banyaknya perubahan dan rasa sakit, membuat para ibu mengalami risiko mengalami kesehatan setelah persalinan.

Dokter Emma Rees, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, memaparkan beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan. Untuk itu, ia mengingatkan agar ibu tetap melakukan konsultasi dan mencari pendampingan setelah bayi lahir.

Apa saja keluhan tersebut?

1. Kelelahan hebat/ fatigue
Kebanyakan ibu yang baru melahirkan menerima bahwa rasa lelah setelah melahirkan adalah hal yang wajar. Tubuh memang baru saja melewati " perjalanan panjang" selama melahirkan hingga melahirkan.

" Kurang tidur, merawat bayi, menyusui dan ibu jadi lupa untuk mengurus dirinya sendiri, bahkan merasa bersalah jika meninggalkan bayinya hanya untuk mandi," kata Rees.

Hal tersebut terjadi terus menerus. Bila tak ada dukungan dari pasangan atau orang lain di sekitarnya, ibu akan mengalami kelelahan luar biasa. Tubuhnya akan selalu merasa tegang, nyeri, sulit tidur dan emosinya tak stabil.

Jika ibu merasa lelah hebat, pastikan konsultasi dengan dokter atau bidan. Bisa juga karena tubuh kekurangan zat besi, pemberian suplemen dengan dosis tepat bisa jadi solusi.

 

3 dari 4 halaman

2. Masalah buang air dan usus

Melahirkan anak memberi tekanan ekstrem pada dasar panggul dan ini sering menyebabkan masalah kemih dan atau usus. Bisa berupa prolaps (penonjolan organ panggul ke dalam vagina), wasir (pembengkakan pembuluh darah yang terasa seperti benjolan di sekitar anus), sembelit karena dehidrasi dan sering buang air kecil.

Ilustrasi© Shutterstock

Beberapa gejala ini akan hilang seiring waktu dan perubahan pola makan dan asupan cairan. Bila tak kunjung mereda, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter. Bisa jadi ibu membutuhkan bantuan fisioterapis untuk membantu merehabilitasi dasar panggul.

 

4 dari 4 halaman

Keluhan Psikologis

3. Mental yang labil
Selama kehamilan, melalui persalinan dan setelah melahirkan, ibu mengalami perubahan hormonal yang sangat besar. Hal ini pastinya berdampak pada kesehatan mental.

Baby blues merupakan hal yang banyak dialami ibu ada minggu pertama setelah melahirkan. Bagi beberapa ibu, 'baby blues' atau perasaan putus asa dan rendah diri terus berlanjut setelah minggu pertama, bulan pertama, dan bahkan hingga tahun pertama.

Depresi pascakelahiran dapat terjadi kapan saja di tahun pertama setelah melahirkan, jadi penting bagi ibu untuk berkonsultasi dengan psikolog/ psikiater bila merasa kondisi mental tak stabil. Seperti sedih berkepanjangan atau tertekan.

4. Terisolasi
Rasa ini adalah yang sering dialami ibu yang baru melahirkan dan mereka sering menyimpannya rapat-rapat. Ibu tak bisa melakukan banyak hal, karena harus mengurus bayi.

" Bagi sebagian wanita, hal ini menyebabkan hilangnya identitas yang pada gilirannya menyalurkan rasa keterasingan atau terisolasi. Sebagai dokter saya harus mengingatkan setiap ibu yang baru melahirkan untuk tidak lupa merawat dirinya sendiri, tak perlu merasa egois. Ibu yang bahagia sangat dibutuhkan keluarga," pesan Rees.

Sumber: KidSpot

Beri Komentar