Dikomentari Lebay, Ibu Korban Pelecehan Anak di BXC Pantang Mundur

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 28 Juni 2022 14:12
Dikomentari Lebay, Ibu Korban Pelecehan Anak di BXC Pantang Mundur
"Anak nggak bisa bela dirinya. KITA BISA".

Dream - Kasus pelecehan anak seakan tak ada habisnya di Indonesia. Para pelaku bisa dengan mudah bebas dan tak mendapat hukuman, karena para korban takut untuk bicara.

Terkadang respons dari lingkungan juga bukan menolong korban, tapi malah menjatuhkan dan meminta untuk menyelesaikan secara kekeluargaan demi menghindari konflik berkepanjangan.

depresi-220816t.html" id="link-box-terkait-1" data-position="1">Mona dan Indra Brasco Ungkap Awal Ketahui Putrinya Mengalami Depresi

Seperti yang dialami pemilik akun Instagram @misisdevi yang melaporan pelecehan anaknya yang dialami saat mereka sedang berkunjung ke Bintaro Jaya Xchange Mall. Ia menangkap basah pelaku dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Rupanya langkah yang diambil @misisdevi dikomentari miring oleh sebagian warganet. Ada yang menganggapnya berlebihan, padahal pelaku secara terang-terangan mencolek banyak anak kecil dan korbannya cukup banyak.

" Reaksi aku saat melihat anakku mendadak di colek oleh lelaki dewasa di depan mataku sendiri adalah aku langsung mengkonfrontasi orang tersebut. Tapi, baru kesini aku melihat, ternyata ada saja orang yang merasa apa yang aku lakukan itu lebay. " ih lebay banget, cuman di colek aja." , " ih kan cuman gemes, ya gpp kalik" . Kalimat-kalimat dengan makna serupa mulai muncul, untungnya tidak di Instagram aku, tapi di TikTok. Ini pun aku tahu dari pegawai aku yang lumayan aktif di TikTok," tulisnya di Instagram.

 

1 dari 3 halaman

Anak Tak Bisa Membela Diri di Kasus Pelecehan

Ia merasa sangat miris sekaligus sedih dan terpukul dengan respons tersebut. Hal itu tak lantas membuatnya mundur.

" Bahwa setiap orang yang memberi komentar itu pada dasarnya memperlihatkan nilai-nilai apa yang dipegang dalam hidupnya. It's not about me, it's about them," ungkapnya.

Menurutnya, ia akan melakukan hal apapun untuk melindungi anaknya. Pasalnya, anak-anak tak bisa membela dirinya sendiri dalam kasus pelecehan seperti ini dan orangtua harus pantang mundur.

" Kita sendiri, mendadak dicolek orang asing, bisa ngamuk. Apalagi kalau anak kita yang dicolek orang asing. Anak nggak bisa bela dirinya. KITA BISA," tulis @misisdevi.

2 dari 3 halaman

Cara Mengedukasi Anak Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Dream - Mengalami pelecehan apa pun bentuknya akan menimbulkan trauma sepanjang hidup. Terutama pelecehan seksual yang dilakukan pada anak-anak. Sebagian korbannya tak menyadari kalau mereka dilecehkan dan sebaliknya, malah merasa bersalah.

Pelecehan seksual terhadap anak mengacu pada keterlibatan seorang anak yang berusia kurang dari 17 tahun, dalam aktivitas seksual yang melanggar hukum. Hal ini tentunya dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, bertindak, dan merasa seumur hidup.

Termasuk berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental atau emosional jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu cara untuk menghindari pelecehan pada anak adalah dengan mengajarkannya membaca situasi yang mengancam serta membuat mereka bisa menghindarinya. Apa saja?

1. Membicarakan Bagian Tubuh Sejak Dini
Sebutkan bagian tubuh dan bicarakan tentangnya sejak dini. Gunakan nama yang tepat untuk bagian tubuh, atau setidaknya ajari anak apa arti sebenarnya dari bagian tubuh mereka. Merasa nyaman menggunakan kata-kata yang pantas dan mengetahui artinya dapat membantu anak berbicara dengan jelas jika terjadi sesuatu yang tidak pantas.

2. Ajarkan Tentang Bagian Tubuh Bersifat Pribadi
Beri tahu anak bahwa bagian pribadi mereka disebut pribadi karena tidak dapat dilihat semua orang. Jelaskan bahwa orang lain tak boleh melihat yang ada di balik pakaian apalagi sampai menyentuhnya.

 

3 dari 3 halaman

Latih Anak

3. Ajarkan Batasan Tubuh Anak
Beri tahu anak tanpa basa-basi bahwa tidak ada yang boleh menyentuh bagian pribadinya dan bahwa tidak ada yang boleh meminta mereka untuk menyentuh bagian pribadi orang lain. Orangtua sering kali melupakan bagian kedua dari kalimat ini. Pelecehan seksual seringkali dimulai dengan pelaku meminta anak untuk menyentuh mereka atau orang lain.

4. Tidak Boleh Foto Area Intim
Dnia yang sangat kejam di luar sana terutama sepak terjang para pedofil yang suka mengambil dan menukar gambar anak-anak telanjang secara online. Ini cukup membahayakan anak. Beri tahu anak bahwa tidak ada yang boleh mengambil foto bagian pribadinya.

5. Ajarkan untuk Keluar dari Situasi Menakutkan
Beberapa anak merasa tidak nyaman mengatakan " tidak" kepada orang lain, terutama teman yang lebih tua atau orang dewasa. Beri tahu mereka bahwa tidak apa-apa memberi tahu orang dewasa bahwa mereka harus pergi, jika sesuatu yang dirasa salah terjadi dan bantu mereka berkata-kata untuk keluar dari situasi yang tidak nyaman. Beri tahu anak bahwa jika seseorang ingin melihat atau menyentuh bagian pribadinya, mereka harus menolak dan melaporkannya.

Laporan Gayuh Tri/ Sumber: Fimela

Beri Komentar