Anak Balita/ Foto: Shutterstock
Dream - Kemampuan anak dalam pelajaran tertentu di sekolah dipengaruhi banyak faktor. Seperti latar pendidikan orangtua, kondisi ekonomi, akses terhadap pendidikan, nutrisi dan masih banyak lagi.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan tim dari Pennsylvania State University, University of California, dan University of Texas Health Science Center, mengungkap kalau kemampuan sains dan matematika anak-anak Asia di usia TK lebih baik dibandingkan ras lainnya.
Studi menemukan bahwa 16% murid Asia menunjukkan keterampilan matematika tingkat lanjut selama taman kanak-kanak. Sementara kemampuan siswa kulit putih sebesar 13%, lalu siswa kulit hitam dan hispanik sebesar 4%. Penelitian dilakukan dengan menganalisis sampel sekitar 11.000 siswa sekolah dasar AS (Amerika Serikat), dari awal taman kanak-kanak hingga akhir kelas lima.
Kesenjangan ini berlanjut selama sekolah dasar. Pada kelas lima, 22% siswa Asia dan 13% siswa kulit putih menampilkan keterampilan matematika tingkat lanjut. Sementara siswa kulit hitam dan hispanik menunjukkan persentase sebesar 2% dan 3%. Kesenjangan serupa juga terjadi pada keterampilan sains tingkat lanjut.
Paul Morgan, dari Harry & Marion Eberly Faculty Fellow dan Profesor Pennsylvania State University, membagikan temuan penelitian ini dalam The Conversation.
Ia berpendapat bahwa kesenjangan ras dan etnis dalam keterampilan matematika dan sains tingkat lanjut membatasi inovasi ilmiah dan daya saing ekonomi.
Siswa yang menunjukkan keterampilan matematika tingkat lanjut lebih awal kemungkinan besar akan memperoleh gelar doktor di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Menurutnya, dengan informasi ini diharapkan dapat membantu menginformasikan upaya untuk mendukung siswa untuk mendapat akses dan kesempatan yang sama dalam pendidikan.
Perlu dicari cara dan kerja sama banyak pihak untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Sebelumnya, sebuah studi dari University at Buffalo (UB) menunjukkan terdapat segmen dalam kelompok yang juga perlu mendapat perhatian terkait representasi dalam STEM (Science, Technology, Engineering and Math).
Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa siswa Cina, India, dan Sri Lanka adalah yang paling mungkin mendaftar di universitas yang sangat selektif, sementara siswa Filipina, Vietnam, dan Thailand cenderung lebih tertinggal dan menunjukkan skor rata-rata yang lebih rendah dalam matematika daripada siswa Asia-Amerika lainnya.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: NextShark
Dream - Jepang dikenal dengan sistem pendidikannya yang sangat disiplin dan berkualitas. Anak-anak sejak usia di bawah lima tahun (balita) sudah dilatih untuk mandiri. Memasuki sekolah dasar (SD) mereka pun sudah terbiasa mengatur dan merapikan barang-barangnya sendiri.
Terutama saat di sekolah di mana guru dan pendamping hanya mengawasi dan mengarahkan. Aktivitas anak tingkatan SD selain mendapat materi pelajar tapi juga ditekankan pada kemandirian. Hal ini membuat mereka membawa banyak peralatan dan perlengkapan ke sekolah di hari pertama sekolah.
Rupanya di hari pertama ke sekolah, murid di Jepang bawaannya cukup heboh. Hal ini digambarkan oleh akun Instagram @bale_tenun, orang Indonesia yang tinggal di Jepang.

Lewat sebuh video ia memperlihatkan anak lelakinya yang bersekolah di salah satu SD Jepang. Tampak sang putra membawa tas punggung, dengan tas yang juga dijinjing di tangan kanan dan kiri.

Termasuk juga botol minum yang digantung di leher, lalu tas mungil yang diikat di tas punggung terlihat bergelantungan. Penasaran apa saja yang dibawa?
Pemilik akun Instagram @bale_tenun menuliskan barang-barang yang harus dibawa putranya ke sekolah di hari pertama. Bukan hanya buku, pensil dan alat tulis lain, tapi juga beberapa barang yang memang cukup banyak.

Berikut daftarnya.
1. Tas punggung khusus bernama Randsel/Randoseru berisi buku cetak, buku tulis, alat tulis.
2. Tas buku dan alat musik (pianika, suling recorder)
3. Tas alat lukis (cat warna, kuas, lap, palet)
4. Tas buku perpustakaan yg harus dikembalikan
5. Tas alat kaligrafi (kertas gulung, kuas, tinta, besi penahan)
6. Tas/kantung baju olahraga
7. Tas/kantung topi&celemek untuk tugas menyiapkan makan siang
8. Tas/kantung sepatu indoor umum dan sepatu indoor khusus lapangan olahraga (di Kansai dibedakan, di Kanto tidak)
9. Tas khusus bantalan duduk yang juga sebagai alat pelindung kepala saat bencana
10. Tas bekal makan siang bagi yag Muslim karena sekolah di Jepang umumnya tidak menyediakan makanan halal
Lihat postingan ini di Instagram