Game Online untuk Anak Ini Ternyata Bisa Berisi Kekerasan

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 1 September 2020 14:02
Game Online untuk Anak Ini Ternyata Bisa Berisi Kekerasan
Games Roblox cukup populer di kalangan anak-anak.

Dream - Selama di rumah, permainan di gadget atau online jadi andalan anak-anak untuk mencari hiburan. Salah satu games yang kerap dimainkan adalah Roblox. Permainan ini cukup populer di kalangan anak usia 6 hingga 12 tahun ke atas.

Dalam situsnya dituliskan 'situs permainan nomor satu untuk anak-anak,' dengan peringkat kedua yang paling dapat diakses dari PEGI 7. Roblox direkomendasikan untuk anak-anak berusia 7 tahun ke atas dan saat ini memiliki 64 juta pengguna.

Gim ini berisi platform gim daring multipemain yang memungkinkan pengguna membuat avatar pribadi mereka sendiri, serta petualangan mereka sendiri (mirip dengan MineCraft). Roblox juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan realitas virtual orang lain, yang merupakan fitur populer dari ini permainan.

 

 

1 dari 3 halaman

Diklaim Aman, Tapi...

Diklaim Aman, Tapi... © Dream

Rupanya sebuah insiden mengerikan terjadi dan dialami seorang anak usia 7 tahun. Anak tersebut bernama Raleigh asal North Carolina, Amerika Serikat. Amber Petersen, ibu dari Raleigh bercerita melalui Facebook kalau putrinya mengalami hal yang mengerikan saat bermain Roblox.

" Roblox memiliki pengaturan keamanan yang memungkinkan orang tua untuk memblokir percakapan dan undangan dari luar. Ada juga moderator 24 jama untuk memblokir konten yang berpotensi tidak pantas. Ketika saya dan suami memutuskan untuk mengizinkan putri kami memainkan ini game, kami menyesuaikan pengaturan keamanan ke privasi maksimum. Atau setidaknya kami PIKIRAN kami melakukannya ... " tulis Amber.

 

2 dari 3 halaman

Konten Kekerasan dan Seksual

Konten Kekerasan dan Seksual © Dream

Dia menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu saat berada di tempat tidur dengan putrinya, ia melihat layar iPad milik anaknya. Sang putri menunjukkan game di Roblox yang berisi kekerasan dan pelecehan seksual.

" Awalnya, saya tidak percaya apa yang saya lihat. Avatar anak perempuan saya sedang DIKEJAR DENGAN KEKERASAN DI PLAYGROUND oleh dua pria. Seorang avatar wanita mendekati mereka dan melanjutkan untuk melompat ke tubuhnya di akhir tindakan. Kemudian 3 karakter melarikan diri, meninggalkan avatar putri saya berbaring telentang di tengah taman bermain. Kata-kata tidak bisa menggambarkan keterkejutan, rasa jijik, dan rasa bersalah yang saya rasakan saat ini, tetapi saya mencoba mengesampingkan perasaan itu sehingga saya bisa menyampaikan peringatan ini kepada orang lain secepatnya," ungkap Amber.

 

3 dari 3 halaman

Tanggapan Roblox

Tanggapan Roblox © Dream

Dia akhirnya mengambil screenshot dari adegan video game dan mempostingnya di komentar di bawah postingan aslinya. Hal ini agar bisa jadi peringatan para orangtua.
Pihak Roblox juga memberi tanggapan atas insiden tersebut

" Kami telah mengidentifikasi bagaimana aktor jahat ini membuat tindakan yang menyinggung. Kami menempatkan pengamanan tambahan untuk mengurangi kemungkinan hal ini terjadi lagi di masa depan," ungkap pihak Roblox.

Sumber: Parents

Beri Komentar