Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tak semua ibu bisa menjalani persalinan pervaginam atau persalinan normal. Beberapa kondisi membuat ibu harus menjalani operasi caesar, demi keselamatan ibu dan janin.
Operasi medis dalam kondisi apapun tentunya bisa memunculkan trauma. Demi menyiasatinya, saat ini operasi c-section atau caesar dilakukan selembut mungkin demi meminimalisir trauma. Muncullah istilah gentle c-section.
Apakah gentle c-section? Operasi ini, dikutip dari Parents, adalah operasi caesar yang elektif dan dapat terjadi dalam situasi yang terkontrol.
" Gentle C-section bisa dikatakan merupakan adalah perubahan sikap terhadap C-section, di mana tim perawatan [dokter kandungan, ahli anestesi, dan perawat] bertujuan untuk membuat pengalaman C-section di ruang operasi semirip mungkin dengan ruang bersalin pervaginam," kata David Garfinkel, M.D., dokter kandungan di Morristown Medical Center.
© Dream
Ia menambahkan bahwa operasi gentle c-section memungkinkan seorang ibu untuk terlibat seperti jika kelahirannya terjadi secara normal. " Saya percaya semua wanita harus diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari persalinan buah hati sendiri sebanyak yang mereka inginkan," ungkapnya.
Apa bedanya dengan operasi caesar biasa? Dalam operasi caesar biasa bayi dilahirkan dengan cepat dan langsung diserahkan ke dokter anak. Tetapi dalam gentle c-section, setelah kepala bayi dikeluarkan dengan lembut, lalu perlahan-lahan seluruh tubuhnya dikeluarkan.
© Dream
Ini memungkinkan sedikit pengeluaran cairan dari paru-paru, setelah itu bayi diletakkan di dada ibu. Bayi pun didiamkan untuk memulai inisiasi menyusui dini.
" Pemotongan tali pusar ditunda, dan bayi tetap dalam dekapan ibu selama prosedur operasi," kata Garfinkel.
Untuk menjalani gentle c-section, ibu dan dan dokter harus memiliki visi dan ketenangan yang sama. Ingat apapun jenis persalinannya, keselamatan ibu dan bayi adalah yang utama.