Microhaus, Rumah Mini dengan Desain Super Modern

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 30 Agustus 2021 08:05
Microhaus, Rumah Mini dengan Desain Super Modern
Penasaran seperti apa interiornya?

Dream – Rumah mini atau rumah mikro kini kian banyak diminati. Terutama yang bisa dengan mudah dipindahkan kemana pun. Seperti sebuah rumah yang dibuat oleh Haus.Me. yang diberi nama Microhaus.

Rumah ini hanya berukuran 11 meter persegi. Material rumah terbuat dari fiberglass, struktur komposit, baja anti karat, dan kayu jati yang berkualitas tinggi. Ukurannya memang sangat mungil tapi kualitasnya diklaim seperti bangunan kapal pesiar.

Haus.Me

" Struktur komposit sangat tahan lama, karena menggunakan eksterior yang terinspirasi dari kapal pesiar," ujar Max Gerbut, CEO Haus.Me, dikutip dari Dwell.

Microhaus dibanderol seharga US $50.0000 atau Rp720 Juta. Komponen rumah di desain dengan 3D, dan secara terstruktur. Dilengkapi dengan dapur, tempat tidur, kamar mandi, toilet lengkap dengan pancuran shower, lemari, dan berbagai tempat penyimpanan lainnya.

Haus.Me

" Microhaus juga dilengkapi dengan Cloud Self-Diagnosis yang sudah terintegrasi penuh dan menyediakan fasilitas smart home yang dapat dikendalikan dari jarak jauh," kata Max.

 

 

1 dari 3 halaman

Ramah Lingkungan

Ramah Lingkungan © Dream

Interior rumah sangat mewah. Dikelilingi oleh kaca tebal dan elegan, interior putih yang dipadukan dengan elemen kayu alami. Untuk menghemat ruang, tempat penyimpanan diletakkan pada ruang kosong yang ada di area kamar.

Haus.Me

Photo courtesy of Haus.Me

Meskipun memakai berbagai teknologi canggih, ternyata rumah ini ramah lingkungan, dan tidak banyak memakan biaya energi.

“ Hunian ini tahan lama dan terbuat dari bahan ramah lingkungan yang aman bagi manusia dan lingkungan," ungkap Max.

Laporan : Delfina Rahmadhani

2 dari 3 halaman

Keunikan Rumah 'Hobit' yang Terbuat dari Bahan Bekas

Keunikan Rumah 'Hobit' yang Terbuat dari Bahan Bekas © Dream

Dream - Dibuat dengan tangan dari bahan bekas, rumah melingkar ini memiliki atap hijau dan terletak di tanah pedesaan pribadi di area Pembrokeshire.

Jika kamu penggemar tempat tinggal seperti di negeri dongeng ala rumah Hobit, hunian ini mungkin jadi idaman.

Dibangun 11 tahun lalu di bawah skema One Planet Development, kebijakan perencanaan berdampak rendah pada lingkungan yang diadopsi oleh pemerintah Welsch, rumah ini menghadirkan cara unik untuk terhubung kembali dengan alam. Lokasinya ada di lembah berhutan di daerah pesisir Pembrokeshire, tepi laut Irlandia.

Rumah Hobbit Pembrokeshire

Foto: Behind the Lens Media

Kediaman eklektik ini terletak di atas lahan seluas 3,65 hektare yang subur di South West Wales. Rumah tersebut dikenal dengan sebutan Bryn Y Blodau, yang artinya " Bukit Bunga" .

Dilihat dari jauh, rumah ini memang tampak seperti bukit yang ditumbuhi bunga karena strukturnya dibangun memang untuk menyatu dengan alam sekitarnya. Bagian dalamnya juga tak kalah menarik.

 

 

3 dari 3 halaman

Interior Terbuka

Interior Terbuka © Dream

Bingkai kayu yang terbuka menyatu dengan dinding lumpur bundar, membentuk ruang tamu terbuka yang besar. Langit-langit kayu, lantai, lengkungan yang dibentuk, dan perabotan menumbuhkan koneksi interior yang lebih kuat dengan luar ruangan.

Jendela yang lebar meningkatkan suasana yang dipenuhi cahaya. Keranjang anyaman dan peralatan dapur tergantung dari balok kayu di langit-langit, meningkatkan estetika pedesaan.

Rumah Hobbit Pembrokeshire

Foto: Behind the Lens Media

Di luar rumah utama ada beberapa bangunan luar yang lebih kecil, serta polytunnel besar (rumah kaca melingkar) untuk berkebun. Bryn Y Blodau memiliki sumber air sendiri dan listriknya dihasilkan oleh panel surya.

Hampir setiap sudut bingkai rumah memukau pemandangan dedaunan di sekitarnya. Atap kerucut yang memukau terdiri dari 26 balok kayu yang saling mengunci.
Area tidur terletak di belakang ruang keluarga dan dilengkapi dengan tungku pembakaran kayu yang nyaman.

Rupanya, rumah ini dijual bagi mereka yang ingin mencoba tinggal di pedesaan. Mau membelinya, Sahabat Dream?

 Angela Irena Mihardja / Sumber: Dwell

Beri Komentar