Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Jumat, 4 Oktober 2019 16:03
Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil
Tidak semua jenis olahraga diperbolehkan untuk ibu hamil. Berikut aktivitas olahraga yang sebaiknya dihindari.

Dream – Aktivitas fisik rutin berupa olahraga sangat disarankan bagi ibu hamil. Hal ini untuk menjaga kondisi tubuh selalu fit, menstabilkan berat badan agar kenaikannya dalam batas normal dan tidak berlebihan.

Tak hanya itu, olahraga juga membuat peredaran darah lebih lancar. Hal ini akan berdampak pada aliran nutrisi dari ibu ke janin jadi lebih optimal.

Dalam memilih jenis olahraga saat hamil, memang harus lebih selektif. Jangan sampai olahraga yang dilakukan malah menimbulkan masalah kesehatan baik pada ibu atau pun janin.

Jenis olahraga yang aman bagi ibu hamil antara lain jalan kaki, berenang dan yoga. Jika ibu mengalami masalah kehamilan, konsultasikan dulu dengan dokter jika ingin melakukan olahraga.

Nah, ada jenis olahraga yang sebaiknya dihindari karena sangat berisiko pada ibu hamil. Apa saja?

 

 

1 dari 6 halaman

Olahraga Berat

Olahraga Berat © pixabay.com

Olahraga memiliki manfaat yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Baik pada anak-anak, wanita, pria ataupun ibu hamil sekalipun. Meskipun tidak semua olahraga berbahaya, namun ibu juga harus memastikan jenis olahraga apa yang ingin dilakukan.

Pastikan tidak memilih jenis olahraga berat atau gerakan dengan kontak fisik yang intens. Pasalnya bisa memicu cedera otot, jatuh dan yang paling dikhawatirkan adalah keguguran.

2 dari 6 halaman

Bersepeda

Bersepeda © pixabay.com

Bersepeda memang sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun saat hamil, sebaiknya hindari aktivitas ini.

Perut yang berkembang besar akan membuat ibu sulit untuk menyeimbangkan sepeda saat mengendarainya. Jika tidak memiliki kontrol tubuh yang bagus, ada kemungkinan akan terjatuh.

Perlu diketahui, terjatuh dari sepeda memiliki risiko yang sangat besar bagi kandungan. Apalagi ketika terjatuh di jalan yang tidak rata, akan sangat berbahaya bagi kandungan.

3 dari 6 halaman

Senam Posisi Tertentu

Senam Posisi Tertentu © pixabay.com

Senam ataupun yoga memang kerap disarankan untuk dilakukan oleh para ibu hamil. Selain agar tetap bisa menjaga kesehatan tubuhnya, senam mampu melatih laju pernapasan Bunda.

Hal tersebut akan sangat bermanfaat ketika menjalankan proses persalinan. Akan tetapi, tidak bisa semua gerakan senam atau yoga yang bisa diikuti oleh Bunda.

Pastikan untuk menghindari teknik senam yang mengharuskan mengangkat beban berat. Berbaring tengkurap saat berolahraga juga harus dihindari.

Berhentilah, jika dirasa gerakan senam tersebut tidak nyaman untuk dilakukan. Kenyamanan sangatlah penting saat senam ini. Sebab, jika merasa tidak nyaman namun tetap dipaksa melakukannya, maka ada kemungkinan  akan mengalami cedera otot ataupun tubuh terasa sangat sakit.

4 dari 6 halaman

Berlari

Berlari © pixabay.com

Berlari sangat membutuhkan keseimbangan tubuh pada saat melakukannya. Nah pada saat hamil, keseimbangan tubuh cenderung mengalami penurunan. Alih-alih bisa cepat sampai tujuan, ibu mungkin akan terjatuh dan terluka.

Tidak hanya itu saja, berlari cendrrung membuat tubuh menjadi dehidrasi serta suhu tubuh yang meningkat drastis. Padahal, ibu hamil harus memastikan jika tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik dan suhu tubuh yang tidak terlalu panas.

5 dari 6 halaman

Menunggangi Kuda

Menunggangi Kuda © pixabay.com

Bagi yang suka menunggangi kuda, sebaiknya hentikan terlebih dahulu aktivitas ini. Berkuda merupakan salah satu aktivitas olahraga yang dilarang untuk dilakukan ketika sedang mengandung. Gerakan berdesak-desakan yang dirasakan selama berkuda dapat membahayakan janin.

6 dari 6 halaman

Mendaki Gunung

Mendaki Gunung © pixabay.com

Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan berolahraga yang sangat seru. Saat hamil, sebaiknya hindari aktivitas ini meskipun hanya naik di sekitar bukit.

Aktivitas fisik yang intensif pada beberapa ibu hamil bisa memicu munculnya kontraksi lebih cepat. Hal ini tentu berdampak buruk jika kehamilan belum mencapai usia matang. (mut)

 
 
(Sumber: Boldsky)

Beri Komentar