Minta Maaf Pada Anak, Ayah Bunda Sudah Melakukannya?

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 22 Maret 2021 10:02
Minta Maaf Pada Anak, Ayah Bunda Sudah Melakukannya?
Saat orang tua meminta maaf, seorang anak belajar banyak tentang mengakui kesalahan.

Dream - Orangtua tentunya berusaha untuk jadi sosok penuh kasih sayang dan tegas serta diandalkan oleh anak-anaknya. Sebagai manusia, orangtua tak lepas dari kesalahan, termasuk pada buah hatinya sendiri.

Saat emosi, perkataan dan perilaku kita bisa saja menyakiti anak. Rasa bersalah segera muncul sesudahnya. Tetapi seberapa sering ayah atau bunda sadar dan meminta maaf kepada si kecil?

" Mengatakan maaf dengan sungguh-sungguh kepada anak bisa terasa canggung atau bahkan sulit. Ini terasa seperti tanda kelemahan, dan orangtua terkadang khawatir bahwa meminta maaf akan mengurangi rasa hormat anak kepada ayah atau ibu," kata psikolog dan pakar parenting, Dr. Laura Markham.

Padahal jauh lebih bermakna dari hal itu, sebenarnya saat orangtua meminta maaf, seorang anak belajar banyak tentang mengakui kesalahan. Ketika orangtua meminta maaf kepada seorang anak, itu semakin memperkuat hubungan.

" Koneksi orangtua dan anak makin solid serta memberikan anak rasa aman dan sejahtera," kata Kate Roberts, Ph.D., seorang psikolog, dikutip dari SmartParenting.

Meminta maaf mencontohkan pada anak apa yang harus dilakukan orang saat melakukan kesalahan. Hal yang juga tak kalah penting adalah bertindak untuk menerima tanggung jawab atas suatu kesalahan lebih penting daripada kesalahan itu sendiri.

“ Kemampuan orang tua untuk mengakui kesalahan dan menerima tanggung jawab atas tindakan sangat penting dalam membantu anak-anak mereka melakukan hal yang sama," kata Roberts.

1 dari 3 halaman

Strategi Mengasuh Anak Lelaki, Asah Kemampuan Intelektual dan Emosional

Strategi Mengasuh Anak Lelaki, Asah Kemampuan Intelektual dan Emosional © Dream

Dream - Tiap anak memiliki kepribadian yang berbeda. Begitu juga anak lelaki dan anak perempuan. Gaya mengasuh orangtua bisa sangat berbeda saat menghadapi anak lelaki.

Pada anak lelaki menurut, Teachstarter.com, area otak yang dikhususkan untuk spasial memiliki fungsi mekanis lebih besar. Sementara area yang dikhususkan untuk fungsi verbal dan emosional lebih kecil.

Dampaknya adalah anak laki-laki umumnya mengembangkan memori spasial lebih awal daripada anak perempuan. Memori spasial merupakan tipe memori yang membantu kita menghubungkan lokasi objek dengan objek referensi lain secara spesifik. Sebagai contoh: driver ojol yang hafal rute jalan tikus di Jakarta.

Untuk itu butuh perlakuan khusus bagi anak lelaki untuk membantu emosi serta kemampuan sosialnya berkembang optimal. Bagaimana caranya?

 

2 dari 3 halaman

1. Asah Pemikiran yang kritis

1. Asah Pemikiran yang kritis © Dream

Belajar langsung, kinestetik, atau melakukan metode pembelajaran STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni dan Matematika). Metode STEAM yaitu melatih anak berpikir secara kritis serta membangun cara berpikir logis dan sistematis. Melalui metode ini anak akan belajar tanpa menyadari bahwa dirinya sedang belajar.

Dikutip dari School of Parenting, caranya adalah dengan mendorong anak bertanya, bekerja bersama anak (terlibat dalam aktivitas anak), mengajarkan anak berpikir secara kreatif dan mendorong anak menyelesaikan masalah (problem solving).

 

3 dari 3 halaman

2. Biarkan anak terlibat aktif

2. Biarkan anak terlibat aktif © Dream

Libatkan anak dalam proses pembelajaran dengan memungkinkan mereka memiliki saran, ide, dan tujuan mereka sendiri. Bicarakan kekurangan dan kelebihan ide dari anak dan berusahalah mencari jalan tengahnya.

 3. Gambar dan teknologi

Anak lelaki lebih menyukai dan mengerti secara cepat jika dijelaskan suatu hal menggunakan grafik, gambar, dan teknologi. Cobalah untuk membuat penjelasan sebuah hal yang rumit dengan gambar atau grafik.

 4. Persaingan/ Kompetisi Sehat

Bangun beberapa persaingan sehat melalui aktivias debat dan permainan. Bisa juga mengikutsertakan anak dalam kompetisi. Dengan begitu anak akan belajar berlatih, gagal, menghadapi kemenangan dan bekerja dalam tim.

Laporan Anisha Saktian/ Sumber: Fimela

Beri Komentar