Punya Anak di Sekolah TK? Orangtua Wajib Tahu Hal Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 21 Agustus 2017 16:05
Punya Anak di Sekolah TK? Orangtua Wajib Tahu Hal Ini
Ketahui hal ini, agar komunikasi orangtua dan pihak sekolah berjalan baik, anak pun mendapat pendidikan yang mumpuni.

Dream - Sekolah taman kanak-kanak (TK) jadi pendidikan formal paling awal yang diberikan untuk buah hati. Tentunya sebagai orangtua Anda ingin si kecil menikmati masa-masa sekolahnya di TK dengan penuh kegembiraan.

Salah satu cara agar proses belajarnya semakin baik adalah dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Bukan hanya mental dan kesiapan anak, tapi juga orangtua. Para guru di TK sangat ingin agar para orangtua bisa bekerjasama dengan baik agar proses belajar mengajar berlangsung kondusif.

Ketahui hal ini, agar komunikasi orangtua dan pihak sekolah berjalan baik, anak pun mendapat pendidikan yang mumpuni.

Kontak informasi darurat
Saat memberikan informasi kontak ke pihak sekolah pastikan selalu bisa dihubungi. Pakah itu nomor telepon ayah, ibu atau telepon rumah. Hanya kontak inilah yang akan dihubungi pihak sekolah jika ada informasi penting, untuk itu isi formulir informasi dengan benar dan segera beritahu jika ada nomor lain atau pergantian nomor. Beritahu juga detail siapa yang akan menjemput anak sepulang sekolah jika memang bukan dijemput oleh orangtua atau pihak yang biasanya menjemputnya. Keamanan anak adalah hal yang utama

Main sambil belajar di rumah
Mungkin di sekolah anak akan belajar mewarnai dengan memegang crayon, pensil warna, spidol dan sebagainya. Hal ini untuk melatih tangannya untuk menulis atau meingkatkan kemampuan motorik halusnya. Nah, untuk meningkatkan refleks motorik halusnya di rumah, berikan permainan yang melatih hal tersebut, antara lain bermain playdough, mewarnai, belajar menggunakan gunting atau memindahkan bola-bola kecil dengan penjepit. Aktivitas tersebut merupakan 'modal' untuk kemampuan menulisnya kelak.

Ajarkan menjaga kebersihan dirinya
Mungkin terdengar sederhana tapi banyak orangtua yang kurang menerapkannya. Misalnya, mengajari anak mengeluarkan lendir di hidungnya, ini sudah bisa diajarkan ketika anak berusia 2 tahun. Saat ia pilek, coba ajarkan untuk membuang lendirnya sendiri dengan menyemprotkan melalui hidungnya. Lalu, jangan lupa ajarkan etika untuk menutup hidung dan mulut ketika bersin. Ajarkan juga anak untuk memakai kaus kaki dan sepatunya sendiri.

Komunikasi dengan guru
Jangan segan untuk berkomunikasi dengan guru terkait kondisi anak. Misalnya jika anak memiliki riwayat penyakit tertentu, keterlambatan bicara atau kondisi lain yang penting diketahui pihak sekolah. Hal ini justru akan sangat baik agar guru bisa antisipatif dan mencari cara yang tepat untuk melatih anak di sekolah.

Bagi orangtua yang dua-duanya bekerja, luangkanlah waktu untuk berbincang secara mendalam terkait kondisi anak di sekolah. Mungkin 3 bulan sekali atau ketika ada pertemuan khusus orangtua. Dengan begitu guru bisa langsung melaporkan perkembangan anak secara detail dan orangtua pun bisa langsung bertanya, sehingga komunikasi berjalan dengan baik.

 

Sumber: Todays Parents

 

 

Beri Komentar