Riwayat Dahsyatnya Doa Ibu, Jangan Sumpahi Anak dengan Buruk

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 29 Desember 2021 12:00
Riwayat Dahsyatnya Doa Ibu, Jangan Sumpahi Anak dengan Buruk
Hati-hati berucap terutama saat sedang marah kepada anak.

Dream - Menghadapi ulah anak-anak memang terkadang memancing emosi. Dalam kondisi kesal dan marah, penting bagi orangtua, terutama ibu untuk mengontrol ucapan. Jangan sampai terlontar ucapan dan sumpah buruk dari mulut.

Dikutip dari BincangSyariah.com, ada ungkapan Arab “ Doa ibu kepada anaknya, bagaikan doa Nabi pada umatnya”. Kemungkinan dikabulkan Alla SWT sangatlah besar. Dalam berdoa, usahakan yang baik-baik saja.

Sebuah riwayat menceritakan nasib Imam Az-zamakhsyari. Dalam kisah di Wafyat Al-a’yan karya Ibnu Khallikan (5/169), disebutkan Imam Az-zamakhsyari mengalami patah kaki.

Kisah Imam Az-zamakhsyari© Bincang Syariah

" Ketika memasuki kota Baghdad dan berkumpul dengan seorang pakar fikih Hanafi di sana, Az-zamakhsyari ditanyai mengenai sebab patahnya kaki beliau. Syahdan, Az-zamakhsyari menjawab “ Akibat sumpah ibuku. Dulu ketika masih kecil, aku bermainan seekor burung dan kakinya ku beri benang. Ternyata ia melarikan diri dariku. Aku menemukannya masuk ke dalam lubang. Lantas aku menariknya, hingga menyebabkan kakinya putus. Ibuku geram dengan hal ini, sampai-sampai beliau berdoa “ Semoga Allah memutus kakimu, sebagaimana perbuatanmu pada burung itu.” Ketika Az-zamakhsyari beranjak dewasa, beliau mengembara ke Bukhara untuk menuntut ilmu. Dalam perjalanan, beliau terjatuh dari tunggangannya, hingga kakinya patah," tulis riwayat tersebut.

 

1 dari 4 halaman

Sabda Rasulullah Soal Doa Ibu

Dalam kitab yang sama, dijelaskan bahwa kaki Imam Az-zamakhsyari patah itu karena kejatuhan hujan es. Imam Adz-dzahabi dalam Tarikh Al-Islam (11/597) juga mengutip cerita ini, penyebab patahnya kaki Az-zamakhsyari adalah karena terkena hujan es.

Pelajaran dari kisah tersebut adalah doa ibu yang begitu dahsyat. Rasulullah SAW bersabda;

HR Tirmizi© Bincang Syariah

“ Tiga doa orang yang pasti diijabah, yaitu; doanya orang yang terdzalimi, musafir (sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat), dan doanya seorang ibu kepada anaknya”. (HR Imam Tirmidzi No 1905).

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 4 halaman

Hukum Membentak Anak Saat Menegur dalam Islam

Dream - Sikap anak-anak seringkali sangat menguras emosi orangtua. Terutama saat mereka berulah, tak mau mendengarkan atau tidak disiplin. Tanpa sadar kita sebagai orangtua menegurnya dengan suara tinggi, membentak, bahkan berteriak

Hal tersebut sebaiknya dihindari. Dalam Islam, orangtua diajarkan untuk menjadi teladan yang baik bagi anak. Dikutip dari DalamIslam.com, Sebagaimana nasihat Luqman Al Hakim kepada anaknya yang diabadikan dalam Alquran:

Luqman 19© DalamIslam.com

Artinya: Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai,” (Luqman: 19).

Maksudnya, janganlah berlebihan dalam berbicara dan janganlah meninggikan suara tanpa kebutuhan. Oleh karena itu, Allah berfirman (yang artinya): “ Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Berteriak pada anak menurut islam adalah dilarang. Diriwayatkan dalam hadits saat mengurus anak, orangtua seharusnya bisa bertindak seperti anak-anak ketika sedang bersama si kecil, orangtua harus lebih bisa memahami anak-anaknya dengan lebih baik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

Tafsir Ibnu Katsir, 3/711© DalamIslam.com

“ Kalau kalian mendengar ayam berteriak (berkokok) maka berdoalah meminta nikmat kepada Allah. Namun, jika kalian mendengar suara keledai berteriak (meringkik) maka mintalah perlindungan kepada Allah, karena keledai tersebut sedang melihat setan,” tafsir Ibnu Katsir, 3/711.

 

3 dari 4 halaman

Istigfar

Untuk menghindari membentak anak meski Moms dan Dads merasa kesal ketika mereka berulah, inilah beberapa cara yang bisa diterapkan:

1. Istighfar
Ketika berteriak kepada anak, itu tandanya anda berada dalam keadaan marah yang disebabkan oleh bisikan setan. Oleh karena itu pentinh untuk mencari perlindungan dari setan, seperti mengucapkan istighfar “ Astagfirullahaladzim”.

Agar di jauhkan dari godaan setan. Sebagaimana di riwayatkan oleh atiyyah sa’di Nabi berkata:

“ Kemarahan datang dari iblis, iblis dicipatakan dari api dan api padam hanya dengan air. Jadi ketika salah satu dari Kamu menjadi marah, dia harus melakukan wudhu,” (Abu Dawud).

 

4 dari 4 halaman

Menjauh dan Duduk

2. Menjauh dari anak
Untuk sementara, jauhkan diri dari anak saat emosi sedang tinggi. Tenangkan diri lebih dulu, tarik napas panjang. Setelah emosi menurun, baru kemudian bicaralah dengan anak secara baik-baik.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“ Tidaklah kelemah lembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasainya dan tidaklah dicabut darinya melainkan akan memperjeleknya ” (HR. Muslim 2594 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)


3. Duduklah saat berbicara
Faktanya saat berdiri membuat orangtua akan lebih mudah marah. Untuk mencegah hal-hal seperti itu, sebaiknya lekas duduk ketika berbicara kepada anak-anak, ini juga bagian dari sunnah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) beliau bersabda dalam satu hadis:

“ La taghdob walakal Jannah (janganlah marah maka bagimu surga).”

Beri Komentar