Suka Bandingkan Perkembangan Si Kecil, Ini Efek Buruknya

Reporter : Gladys Velonia
Kamis, 7 Desember 2017 12:02
Suka Bandingkan Perkembangan Si Kecil, Ini Efek Buruknya
Kadang perasaan iri dan panik muncul saat melihat anak lain sudah bisa aktivitas tertentu sementara si kecil belum bisa.

Dream - Sudah fitrahnya orangtua ingin selalu memberikan hal-hal yang terbaik bagi anak. Termasuk gizi dan stimulasi. Mungkin sebagai orangtua Anda sudah merasa cukup memberikan
semuanya.

Namun saat anak dibandingkan dengan anak lain yang punya kemampuan lebih baik, orangtua seringkali merasa panik atau iri. Hal yang sering muncul di kepala biasanya 'duh, kok anak si
dia sudah bisa bicara jelas, anakku belum, jangan-jangan ada masalah' atau perasaan panik lainnya.

Kecenderungan membanding-bandingkan ini biasanya muncul saat kumpul bersama keluarga atau teman yang memiliki anak sebaya. Mungkin jika dilakukan hanya sekedarnya tidak
masalah. Hal yang menjadi masalah ketika perasaan panik dan iri jadi berlarut-larut.

" Membanding-bandingkan atau iri-irian memang kerap terjadi ya. Namanya ibu-ibu pasti suka membandingkan, 'Kok anak dia umur segitu udah bisa gitu, kok anak saya belom'. Ini bisa jadi
penyakit berbahaya bagi sang ibu, seperti menjadi malu dan rendah diri," ujar Vera Itabiliana, seorang psikolog dalam acara #OramiBirthClub, di Jakarta Selatan.

Tentu saja hal itu tak boleh dibiarkan, kenapa? Ibu yang rendah diri, merasa gagal atau tak percaya diri bisa 'menulari' anak-anaknya dan akan berdampak negatif pada psikologisnya kelak.
Hal yang perlu diingat, ketika muncul perasaan membandingkan adalah selalu tekankan kalau perkembangan dan kelebihan anak berbeda-beda.

Hanya satu kelebihan anak lain tak boleh lantas menyimpulkan kalau pertumbuhan anak sendiri terlambat. Apalagi membuat kesimpulan sendiri tanpa berkonsultasi. Jika hal ini terjadi, lihat
lagi kartu sehat atau kartu menuju sehat. Dari kartu tersebut ada pencapaian atau milestone anak tiap umurnya.

" Salah satu caranya adalah ibu harus pakai kacamata kuda. Jangan membandingkan anaknya dengan anak orang lain, harusnya dibandingkan dengan milestone perkembangan yang berlaku
secara umum," jelas Vera.

Milestone tersebut dibeberkan oleh Vera seperti yang terdapat dalam kartu sehat. Kartu ini dibagikan gratis di puskesmas atau buku perkembangan anak dari RS.

" Ibu kan pasti punya kartu sehat, dari situ bisa dilihat umur sekian bulan sudah bisa apa. Jadi lakukan perbandingan dengan yang berlaku secara umum aja, patokannya jangan anak orang
lain," tegas Vera.

 

Beri Komentar