Surah dalam Alquran yang Penting Dibaca Saat Buah Hati Malas Belajar

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 13 Mei 2022 08:12
Surah dalam Alquran yang Penting Dibaca Saat Buah Hati Malas Belajar
Baca sebanyak 11 kali.

Dream - Menuntut ilmu merupakan hal yang tidak mudah. Bagi orangtua yang sedang mendampingi anak-anaknya belajar, menghafal Alquran dan mempelajarai ilmu baru, pastinya menghadapi masa-masa ketika anak kehilangan semangat.

Terutama ketika anak merasa jenuh dan lelah. Hal ini sangat wajar dan sebaiknya orangtua terus mendampingi dan memberikan semangat. Tak hanya itu, jangan lupa untuk terus berdoa memohon kepada Allah SWT agar buah hati kesayangan dimudahkan dalam menimba ilmu.

depresi-220816t.html" id="link-box-terkait-1" data-position="1">Mona dan Indra Brasco Ungkap Awal Ketahui Putrinya Mengalami Depresi

Habib Umar© Instagram

Saat anak kehilangan semangat belajar, Habib Umar bin Muhammad al-Hafidz mengajarkan orangtua untuk terus berdoa. Ia menganjurkan orangtua untuk membaca surah Al- Alaq sebanyak 11 kali.

Al Alaq ayat 1-5© Al Alaq ayat 1-5

Caranya, ambil air hujan segelas bila tidak ada, ambillah air sumur segelas, kemudian bacakan surah Al-Alaq ayat 1-5 sebanyak 11 kali. Lalu tiupkan ke gelas tersebut 3 kali, dan minumkan ke anak yang bersangkutan.

Yakinkan dalam hati Allah SWT akan memberi pertolongan pada buah hati dalam memahami pelajaran dan menuntut ilmu yang bermanfaat. Silakan dicoba, Sahabat Dream.

Sumber: GaleriKitabKuning

 

1 dari 3 halaman

Jaga Kesehatan Mental Anak, Ikuti Tuntunan Islam

Dream - Menjaga kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sayangnya, banyak orangtua tak terlalu memperhatikan aspek tumbuh kembang psikologis anak.

Fokus perhatianya lebih pada memenuhi kebutuhan gizi, materi, dan akademik. Terkait hal ini sebenarnya Islam memberikan tuntunan bagi para orangtua untuk menjaga kesehatan buah hatinya.

Apa saja? Dikutip dari SanadMedia, berikut ulasannya.


Pilih Pasangan Hidup yang Baik
Kepedulian dan perhatian Islam terhadap kesehatan psikologis anak dimulai jauh sebelum ia dilahirkan. Islam mendorong laki-laki memilih calon ibu yang saleha bagi anaknya (calon istrinya). Begitu pula wanita didorong agar memilih calon ayah yang saleh bagi anaknya (calon suaminya). Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

Hadis memilih wanita© Sanad Media

Artinya: “ Wanita dinikahi karena empat hal: hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari)

Beliau juga bersabda:

Memilih pasangan© Sanad Media

“ Jika ada yang datang kepada kalian hendak meminang, seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Karena jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan juga kerusakan yang meluas.” (HR. At-Tirmidzi)

 

2 dari 3 halaman

Tak boleh pesimis dengan anak perempuan

Alquran mengkritik orang-orang jahiliyah ketika bayi yang terlahir perempuan, mereka menyambutnya dengan penuh kesedihan dan rasa pesimistis. Sikap tersebut terhadap lahirnya anak perempuan termasuk perkara yang diharamkan. Allah SWT berfirman:

AnNahl 58-59© Sanad Media

Artinya: “ Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) wajahnya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl: 58-59)

 

3 dari 3 halaman

Jangan Pilih Kasih

Beberapa orangtua memperlakukan anak-anak mereka secara berbeda (pilih kasih). Hal ini tentunya akan sangat berdampak negatif pada kondisi psikologis anak bahkan hingga dewasa.

Oleh karena itu Islam memerintahkan agar orang tua bersikap adil kepada anak-anaknya dalam hal pemberian maupun interaksi dan perlakuan yang mencerminkan rasa kasih sayang.Diriwayatkan dari Al-Hasan, ia berkata:

Riwayat Ibnu Abi© Sanad Media


Artinya: Suatu ketika Rasulullah saw. sedang berbincang-bincang dengan para sahabat. Tiba-tiba ada seorang anak kecil laki-laki datang menghampiri ayahnya yang berada di tengah-tengah kaum, lalu sang ayah mengusap-usap kepalanya dan mendudukkannya di atas paha kanannya.

Tidak lama kemudian, datanglah putrinya dan menghampirinya, lalu ia mengusap-usap kepalanya dan mendudukkannya di tanah.

Maka Rasulullah saw. bersabda, “ Bisakah kamu mendudukkannya di atas pahamu yang lain (kiri)?”

Lalu lelaki tersebut mendudukkannya (memangkunya) di atas pahanya yang lain. Kemudian Nabi bersabda: “ Sekarang kamu telah berbuat adil.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya dalam An-Nafaqah ‘ala Al-‘Iyal).

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar