Ternyata Ini Sebab Buah Hati Makan Lebih Banyak dari Biasanya

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 27 Juni 2022 11:12
Ternyata Ini Sebab Buah Hati Makan Lebih Banyak dari Biasanya
Ada banyak hal yang membuat anak makan lebih banyak dari biasanya.

Dream - Orangtua cenderung merasa senang dan tenang saat anak makan dengan lahap, baik saat sarapan, makan siang maupun makan malam. Pada waktu tertentu, ada kalanya anak sangat banyak.

Porsi makanannya sangat banyak dan lebih sering, hingga membuat kita kaget. Bila anak makan berlebihan kadang kita juga khawatir akan membuat perutnya sakit, muntah atau jika terus-terusan akan obesitas.

Ada banyak hal yang membuat anak makan lebih banyak dari biasanya. Dikutip dari KlikDokter, berikut beberapa di antaranya.

1. Tak Mendapat Asupan Makanan yang Cukup
Jika anak sering lapar dan ingin makan terus, penyebabnya bisa karena ia tak mendapat asupan makanan yang cukup. Selama masa tumbuh kembang, anak memang diwajibkan untuk makan tiga kali sehari dengan asupan nutrisi yang seimbang.

Apabila orangtua hanya memberikan makan sekitar 2 kali atau bahkan 1 kali dalam sehari, anak bisa merasa kelaparan. Mereka pun akan terdorong untuk makan dengan porsi yang sangat banyak ketika melihat makanan.

1 dari 3 halaman

2. Waktu dan Frekuensi Makan yang Tidak Teratur

Tidak memiliki jadwal makan yang teratur juga bisa berdampak pada perilaku makan anak. Orangtua wajib memberi makan anak dengan jadwal yang teratur setiap harinya. Misalnya, sarapan pada pukul 08.00 pagi, makan siang pukul 12.00, dan makan sore pukul 16.00. Orangtua juga bisa memberikan camilan di sela-sela waktu makan siang hingga makan sore.

3. Sering Makan Makanan Cepat Saji
Apakah anak sering konsumsi makanan cepat saji atau fast food? Jika ya, bisa jadi ini penyebab anak banyak makan. Makanan cepat saji mengandung kadar karbohidrat sederhana dan lemak jenuh yang tinggi. Makanan tersebut memang dapat mengenyangkan, tetapi akan membuat anak merasa lapar lebih cepat.

depresi-220816t.html" id="link-box-terkait-2" data-position="2">Mona dan Indra Brasco Ungkap Awal Ketahui Putrinya Mengalami Depresi

Bukannya tidak boleh sama sekali, hanya saja jangan terlalu sering memberikan anak makanan cepat saji. Selain itu, terlalu banyak konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula bisa tingkatkan risiko diabetes dan berbagai penyakit metabolik lainnya di masa depan.

4. Penasaran dengan Makanan Tertentu
Hal ini biasanya terjadi pada anak yang kerap dilarang untuk makan makanan tertentu. Karena sering dilarang mencoba makanan baru, anak jadi penasaran. Mereka pun akan langsung lahap ketika diberikan izin untuk mencoba makanan tersebut. Terkadang, ketika dilarang konsumsi makanan kesukaannya, anak jadi terobsesi pada makanan tersebut.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 3 halaman

Tak Perlu Paksa Anak Habiskan Makanan, Ini Sebabnya

Dream - Melihat masih banyak sisa makanan di piring makan anak kerap membuat orangtua kesal. Biasanya, kita memaksa anak untuk menghabiskan apa yang ada di piringnya meskipun mereka sudah bilang kenyang.

Memaksa anak menghabiskan makanan wala u sudah kenyang, ternyata bisa berdampak buruk pada kebiasaan makannya jangka panjang. Saat menyediakan makan untuk anak, penting untuk mengetahui kebutuhan mereka.

Jangan menyajikan dalam porsi langsung banyak, tapi secukupnya. Bila anak masih lapar dan ingin porsi lebih, baru berikan sedikit demi sedikit jangan sampai mubazir dan terbuang percuma.

Memaksa anak menghabiskan makanannya, akan membuatnya mengalami hal-hal berikut.

Anak tak memiliki 'hubungan sehat' dengan makanan
Anak-anak perlu memiliki kesempatan untuk mengembangkan pola makan yang intuitif dan mampu memahami kapan mereka lapar dan kapan mereka kenyang. Untuk mendorong perkembangan perilaku makan yang normal, penting bagi mereka untuk dapat memutuskan seberapa banyak mereka ingin makan dan berhenti makan pada saat tubuh dan pikiran mereka benar-benar puas.

 

 

3 dari 3 halaman

Bisa Juga Terjadi 2 Hal Ini

Makan menjadi barometer kesuksesan
Makan merupakan hal alami karena tiap manusia membutuhkannya. Memberikan pujian berlebihan saat anak menghabiskan makanannya seperti mematok kesuksesan. Hal ini berbahaya bagi perkembangan kebiasaan makan mereka.

" Ajarkan anak makan secukupnya untuk kebutuhan, bukan karena nafsu berlebihan atau patokan sukses dan haus pujian," kata Wendy Sue Swanson, seorang psikolog.

Menghilangkan kendali anak atas tubuhnya sendiri
Anak perlu tahu apa yang dibutuhkan tubuhnya dan apa yang tidak. Ketika mencoba memastikan bahwa si kecil makan dengan cukup, kita mungkin mulai fokus pada otoritas kita daripada mencontohkannya kebiasaan makanan yang sehat. Penting bagi anak untuk tahu kalau perutnya sudah kenyang dan ia bisa menolak makanan karena sudah merasa cukup.

Sumber: Brightside

Beri Komentar