Ekspatriat di Bali Persilakan Warga Ambil Sayur di Kebunnya, Gratis!

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 8 September 2020 19:46
Ekspatriat di Bali Persilakan Warga Ambil Sayur di Kebunnya, Gratis!
Ada syaratnya, wajib pakai masker.

Dream - Kondisi pandemi membuat banyak warga di Bali kehilangan sumber pemasukan. Hal ini mengingat industri pariwisata mati suri karena hanya ada sedikit wisatawan baik lokal maupun internasional yang datang ke Pulau Dewata.

Suresh Melwani, seorang ekspatriat yang tinggal di Bali, dengan senang hati membagikan hasil kebunnya gratis pada warga setempat. Ada berbagai macam sayuran yang bisa diolah untuk hidangan di rumah.

Seperti pok choy, selada, kale, sereh, pepaya dan masih banyak lagi. Informasi soal dibagikannya sayuran dratis dari kebun diunggah Suresh di Facebook Ubud Comunity. Namun ada syaratnya jika ingin mengambil sayuran di kebunnya.

 

1 dari 6 halaman

Pastikan Pakai Masker

Siapa pun yang datang wajib mengenakan masker dan membawa tas sendiri. Seluruh sayuran boleh diambil tapi secukupnya dan tak berlebihan.

Diprioritaskan untuk warga yang kekurangan dan organisasi yang merawat anak yatim piatu dan lansia. Lokasi tepatnya ada di Banjar Timbul , Pupuan utara, Ubud Horse Stables.

Unggahan Suresh Melwani© Facebook Suresh Melwani

2 dari 6 halaman

Cara Menambah Nafsu Makan Si Kecil, Bisa Bikin Anak Doyan Sayur

Dream - Banyak orangtua yang merasa kesulitan untuk membujuk anak makan, bahkan terkadang orangtua sampai berusaha keras menuruti semua keinginan anak.

Satu hal yang kerap membuat orangtua kewalahan adalah membujuk anak supaya doyan makan sayur. Terkadang para orang tua sudah merasa lelah membujuk, dan membiarkan anak makan apapun yang mereka suka dan cenderung itu-itu saja.

© Dream

Seperti nugget, sosis, macaroni, dan makanan cepat saji lainnya tanpa sayur. Sebagai orang tua, ketika menyiapkan makanan sehat bagi anak memang susah, namun jangan sampai membuat stres.

Berikut tips dan cara menambah nafsu makan anak dan juga supaya mereka doyan makan sayur, seperti dikutip dari CNN.

3 dari 6 halaman

Perhatikan Makanan Di Rumah

Memperhatikan apa saja yang dimakan oleh anak memang sulit, terlebih apabila anak sedang tidak berada di rumah. Namun, ada satu hal yang harus kita perhatikan terlebih dahulu, yaitu jangan biarkan anak terlalu banyak mengonsumsi gula.

Jangan menaruh dan menyimpan makanan yang mengandung gula terlalu banyak di rumah, bahkan jika itu adalah makanan kesukaan orang tua. Selain itu, jangan membeli makanan cepat saji ketika berada di rumah.

Nafsu Makan Anak© Shutterstock

Sulit memang, terlebih orang tua juga harus mengontrol konsumsi makanan yang mengandung gula supaya tidak ditiru oleh anak. 

Misalkan, Sahabat Dream sebagai orang tua, tidak menyukai tomat, maka jangan pernah menghindari tomat. Karena apa yang tidak disukai orang tua belum tentu anak juga tidak menyukainya, padahal tomat sangat baik untuk perkembangan anak.

4 dari 6 halaman

Buat Makanan jadi Menarik dan Libatkan Anak ketika Memasak

Kalau untuk cara yang satu ini mungkin sudah bukan rahasia lagi, dan pasti sudah banyak dilakukan oleh para orang tua. Buat sayuran ke dalam menu makanan yang menarik seperti mencampur bayam dalam mie, menambahkan potongan wortel dalam sup sosis kesukaan anak dan lain sebagainya.

Lori Day, seorang konsultan psikologi pendidikan, mengatakan bahwa ketika orang tua mengatakan sang anak memiliki masalah makan, maka hal tersebut akan menjadi karma dan sang anak mengalami susah makan. Oleh sebab itu, jangan suka mengeluhkan anak yang susah makan ya, Sahabat Dream.

Daripada kita mengeluh anak susah makan, akan lebih baik apabila kita mengajak anak memasak makanannya sendiri.

Melibatkan anak ketika kita berbelanja dan memasak, akan membuat anak merasa senang dan bisa jadi inspirasi bagi mereka.

Daripada menggerutul, lebih baik ajak anak belanja, memasak dan membuat makanannya sendiri.

5 dari 6 halaman

Biarkan Anak Memilih dan Buat Eksperimen

Setelah membiarkan anak terlibat dalam mengolah makanan mereka sendiri, orangtua tidak boleh memaksakan harus sayur ini-itu. Biarkan anak memilih apa yang mereka senangi.

Nafsu Makan Anak© Shutterstock


Ketika anak sudah terbiasa diajak memasak dan melihat proses mengolah makanan, pengetahuan anak tentang makanan akan menjadi lebih luas, sehingga pilihan mereka pasti beragam. Dan, yang perlu diperhatikan orang tua adalah ketika anak secara berlebihan memilih makanan yang itu-itu saja.

Beri anak nasehat dengan baik, dan biarkan mereka melakukan eksperimen. Seperti mencampurkan bahan makanan yang mereka senangi degan bahan makanan yang bagi mereka adalah hal baru. Tunjukkan pada mereka, bahwa ada banyak yang bisa kita lakukan dengan makanan favorit kita.

6 dari 6 halaman

Terapkan Gaya Makan yang Sehat

Apapun yang dilakukan oleh orang tua, sejatinya akan ditiru oleh anak. Maka dari itu, sebagai orang tua, kita harus pandai-pandai mengatur diri supaya menjadi contoh yang baik bagi anak, terutama saat makan.

Ketika orang tua makan 2 kali sehari, makan anak juga akan meniru. Ketika orang tua hanya makan nasi dengan lauk tanpa sayur, maka lambat laun akan juga akan meniru.

Nafsu Makan Anak© Shutterstock

Lebih baik kita menerapkan gaya makan yang sehat untuk diri sendiri, maka anak juga akan meniru gaya makan yang sehat.

Menurut Parnass, seorang psikoterapis, bahwa anak-anak akan meminta sesuap ketika orang tua makan, dan meniru apa yang dilakukan orang tua dibandingkan apa yang dikatakan oleh orang tua.

Ternyata, seberapa cerewetnya orang tua tidak terlalu efektif, akan lebih baik mencontohkannya secara langsung ya Sahabat Dream.

Beri Komentar