Trik Mengolah Ceker Ayam Agar Bersih dan Tak Bau Amis

Reporter :
Minggu, 18 Agustus 2019 06:04
 Trik Mengolah Ceker Ayam Agar Bersih dan Tak Bau Amis
Sebelum mengolah ceker ayam menjadi masakan, penting bagi Sahabat Dream untuk tahu cara membersihkannya.

Dream - Ceker ayam termasuk makanan yang banyak disukai masyarakat Indonesia. Meskipun ukurannya kecil dan banyak tulang, tapi rasa gurih dan dagingnya yang kenyal selalu bikin ketagihan.

Biasanya ceker ayam diolah menjadi campuran mi ayam, gudeg atau soto. Masakan pun jadi kian sedap dengan adanya ceker ayam. Apalagi jika ceker ayam diolah dengan banyak bumbu dan rempah yang meresap.

Sebelum mengolah ceker ayam menjadi masakan, penting bagi Sahabat Dream untuk tahu cara membersihkannya. Mengingat bagian ayam ini penuh dengan kotoran, memang diperlukan usaha ekstra untuk membersihkan. Hal yang juga tak kalah penting adalah jangan sampai ceker berbau amis.

Yuk, cari tahu cara membersihkan ceker dengan tepat.

1 dari 5 halaman

Beli Ceker Segar

 Ceker ayam


Saat membeli ceker, pastikan untuk membeli ceker yang masih segar. Beli juga ceker yang sudah dicuci dengan bersih oleh pedagangnya. Sesampainya di rumah, cuci bersih lagi ceker yang telah dibeli.

2 dari 5 halaman

Rendam dengan air garam

 Ceker ayam

Rendam ceker dengan air yang telah diberi garam secukupnya agar kuman di ceker mati. Setelah itu, cuci ceker dengan air mengalir. Buang lapisan kulit berwarna kuning di ceker hingga benar-benar bersih. Iris juga bagian yang menghitam di bawah jari-jari ceker.

3 dari 5 halaman

Potong kukunya

 Ceker ayam

Potong kuku-kuku ceker. Potong kuku ceker kira-kira sepanjang 1/2 cm. Cuci bersih ceker hingga benar-benar bersih dengan air mengalir. Beri air jeruk nipis pada ceker jika ingin menghilangkan bau amis ceker. Ceker sudah siap direbus dan diolah menjadi berbagai masakan menggugah selera.

Selamat mencoba, Sahabat Dream!

Laporan Mimi Rohmitriasih/ Sumber: Fimela.com

4 dari 5 halaman

Gudeg Ceker Legenda, Tersohor Seantero Solo

Dream - Makanan khas lebaran masih menghampar di atas meja. Potongan daging rendang bersanding dengan menu ayam beraneka bumbu. Membuat lidah makin tak berselera menyantap masakan berlemak yang sudah berkali-kali dihangatkan.

 Gudeg Ceker Legenda, Kesukaan Masyarakat Surakarta

Sebuah jalan sempit di sekitaran jalan Mongonsidi, Surakarta menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan berbeda. Warung kecil Gudeg Ceker Margoyudan yang hanya buka pada malam hari, begitu terkenal di seantereo Solo.

Jam berdentang dua kali, udara dingin pun semakin terasa menembus sela-sela jaket. Tapi pengunjung malah semakin banyak yang berdatangan ke warung yang telah dirintis sejak tahun 70-an tersebut.

5 dari 5 halaman

Deretan Lauk Menggoda

Sederet lauk-lauk ditempatkan di baskom besar. Gurih bumbunya mampu membuat lidah berdecap-decap. Ceker pedas santan, sambel goreng ampela hati, telur pindang, ayam hingga tahu dan tempe siap berebut tempat dengan gudeg nangka muda.

Tapi sabar dulu, antrean pengunjung biasanya akan terus mengular hingga subuh menjelang. Rasa kantuk berganti dengan bunyi kriuk kerupuk rambak yang digoreng garing.

Makan di tempat ini tak perlu takut uang THR akan terkuras habis. Seporsi lauk biasanya hanya akan dihargai sebesar Rp. 25.000 saja. Perut terasa kenyang, dan kandungan protein serta kolagen di dalam ceker siap diserap tubuh.

Menariknya lagi, kini Gudeg Ceker Bu Kasno ini telah dikembangkan menjadi tiga cabang. Nah, buat yang tidak sabar menunggu hingga dini hari silahkan mencoba ke pusat kuliner Gladak Langen Bogan yang sudah buka sejak sebelum mahgrib. (Ism) 

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie