Rahasia Bikin Telor Orak-Arik Jadi Lebih Kaya Rasa

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 12 Mei 2020 10:33
Rahasia Bikin Telor Orak-Arik Jadi Lebih Kaya Rasa
Coba cara lain untuk membumbui telur.

Dream - Telur orak-arik merupakan menu makanan yang sederhana dan sangat kaya gizi. Lauk ini juga termasuk comfort food, yang kerap membuat kita senang saat menyantapnya padahal cukup simpel.

Bumbu untuk membuat telur ini biasanya hanya garam dan lada. Ada juga yang menambahkan keju parut untuk membuatnya jadi lebih gurih. Nah, ada lagi satu bumbu yang juga bisa ditambahkan, yaitu kecap jepang atau soya sauce.

Bila di rumah ada soya sauce, cobalah olah telur dengan saus tersebut. Dengan mengaduknya ke dalam telur sebelum menyentuh wajan, rasa asinnya akan tersebar merata dan tidak berisiko menggumpal, seperti garam. Bisa juga menggunakan tamari atau minyak wijen.

 

1 dari 4 halaman

Irisan Daun Bawang

Aromanya akan menyeruak dan lebih menggugah selera. Dikutip dari RealSimple, cara ini bisa jadi alternatif untuk membuat rasa telur yang sangat berbeda. Bila ingin lebih memiliki rasa yang kuat dan segar, masukkan irisan daun bawang ke dalam olahan telur.

Telor orak arik© Pixabay

Sajikan dengan nasi hangat. Pastinya bikin ketagihan. Bisa untuk menu sahur sederhana, Sahabat Dream.

 

2 dari 4 halaman

Bukan di Pintu Kulkas, Ini Cara Paling Tepat Menyimpan Telur

Dream - Murah, serbaguna, mengandung 6 gram protein dan 13 vitamin esensial, telur adalah salah satu makanan terbaik untuk dikonsumsi setiap hari. Terutama dalam situasi pandemi seperti sekarang.

Menyetok telur di rumah merupakan solusi cerdas. Sayangnya, makanan segar seperti telur tidak bertahan lama seperti makanan kemasan lainnya. Terutama jika tak disimpan dengan benar.

Agar Sahabat Dream tak salah saat menyimpan telur, ketahui fakta-fakta berikut.

Berapa lama telur bertahan?
Disarankan untuk menyimpan telur pada suhu 40°F atau di bawahnya. Badan pengawasan makanan Amerika Serikat, Food and Drugs Administration (FDA) merekomendasikan untuk mengolah telur paling lama dalam waktu tiga minggu setelah pembelian.

Telur sebenarnya masih bisa dimakan sampai empat hingga lima minggu setelah tanggal pengemasannya, tetapi bakteri yang menyebabkan keracunan makanan seperti Salmonella dan E-Coli dapat menumpuk seiring waktu.

Jika berencana untuk membekukan telur, kocok kuning dan putih telur bersama-sama terlebih dahulu, atau juga bisa membekukan putih telur saja. Bila menyimpan sisa makanan dari hidangan yang dibuat dengan telur, FDA merekomendasikan untuk mendinginkannya dan makan dalam waktu 3 atau 4 hari. Telur rebus bisa bertahan di lemari es hingga satu minggu.

 

3 dari 4 halaman

Bagaimana mengetahui jika telur masih bagus?

Jika telur terlihat buruk atau berbau, mungkin yang terbaik adalah membuangnya. Berikut adalah beberapa hal khusus yang harus diperhatikan:

Makan Telur Setiap Hari, Sehatkah?© MEN

- Jika telur berbau tengik dalam cangkang atau setelah pecah dalam mangkuk, jangan memakannya

- Periksa telur sedikit lebih dekat, apakah cangkangnya berlendir atau retak? Ini bisa menunjukkan bakteri

Saat memecahkan telur, periksa perubahan warna merah muda, biru, hijau atau hitam, yang merupakan tanda lain dari pertumbuhan bakteri.

Telur yang terkontaminasi oleh Salmonella mungkin terlihat dan berbau normal, jadi pastikan untuk memeriksa ulang tanggal kedaluwarsa pada telur untuk mengetahuinya.

 

4 dari 4 halaman

Bagaimana cara terbaik untuk menyimpan telur?

Simpan telur di rak tengah ke arah belakang kulkas, bukan di pintu. Produk yang disimpan di pintu sering terkena suhu yang bervariasi, dan barang yang disimpan di tengah kulkas cenderung tetap dingin.

Ini Cara Mendeteksi Telur Layak Dimasak© MEN

Selain itu, berhati-hatilah untuk tidak mengembalikan telur yang pecah ke dalam wadah, walau untuk sementara, karena dapat menyebabkan bakteri, jadi segera buang kulit telur.

Laporan Raissa Anjanique/ Sumber: GoodHouseKeeping

Beri Komentar