Dream – Delapan wanita yang diduga menjadi korban pelecehan Gatot Brajamusti mengaku diberi janji akan diorbitkan menjadi artis.
“ Untuk kepentingan artis dan backing vokal,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam, di Jakarta, Selasa lalu.
Asrorun mengaku mendapat keterangan ini dari Elza Syarif, pengacara yang mendampingi 8 wanita tersebut. “ Saksi lain menyatakan itu (dijanjiakan) hadir untuk kepentingan artis. Nggak sekadar kongkow-kongkow kan,” tutur dia.
Tak hanya mendapat pelecehan, 8 wanita ini juga terindikasi dicekoki sabu-sabu di padepokan Gatot yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat. “ Itu seluruhnya diberi sabu-sabu, yang dikatakan sebagai aspat itu,” ucap Asrorun.
Terkait dugaan penggunaan sabu ini, KPAI telah meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai tindak lanjut temuan. “ Dan soal aspat terkonfirmasi pada saat kami ke BNN.”
“ Ini pada hakikatnya bukan aspat, karena sudah positif dilakukan tes laboratorium. Itu adalah sabu-sabu dan ada yang ekstasi,” tambah Asrorun.
© Dream
Soal tudingan ini, pengacara Gatot, Suhendra Asido, membantah kliennya melakukan pelecehan tersebut. “ Kalau menurut kami, semua itu tidak benar. Karena itu masih dugaan,” kata Suhendra.
Dia malah mempertanyakan siapa sebenarnya 8 wanita yang mengaku dilecehkan ini. Sebab, anggota padepokan Gatot menyatakan tak ada sama sekali tindakan seperti yang dituduhkan itu.
“ Secara nyata alumni padepokan dan anggota padepokan tidak ada praktik itu. Termasuk juga disampaikan sahabat sendiri Pak Wahyu, itu tidak ada. Reza [Artamivea] pun menyatakan tidak ada,” ujar dia.
Menurut Suhenda, tudingan pelecehan ini harus jelas duduk perkaranya. Harus dilihat dengan hati-hati.
“ Seandainya pun ternyata tes DNA benar, apakah perbuatan tersebut terjadi suka sama suka, nggak? Karena itu harus jelas juga,” tambah dia.
" Jadi ini membingungkan. Kenapa Aa Gatot sedang tidak leluasa itu muncul seperti itu."
© Dream
Suhendra juga membantah kliennya memberikan iming-iming akan mengorbitkan 8 perempuan ini menjadi artis.
“ Di dunia artis banyak oknum sutradara, tapi kadang artis juga ingin instan. Jadi sebenarnya yang dekati dan mendekati siapa,” kata dia.
“ Emang KPAI bisa melihat itu ke belakang. Itu harus jelas. Selain umurnya harus jelas, dewasa atau belum, dalam proses siapa mendekati dan didekati, juga harus jelas. Ini seandainya,” ujar dia.
© Dream
Yang jelas, kata Suhendra, Gatot membantah semua tudingan, mulai tuduhan pemberian aspat, pelecehan, dan memberi janji akan mengorbitkan 8 wanita ini menjadi artis. “ Semua pokoknya dibantah oleh Aa Gatot.”
Sebenarnya, sambung dia, Gatot berencana menggugat balik para pelapor ini. Namun, guru spiritual Reza Artamivea ini masih butuh waktu.
“ KPAI memberikan pernyataan yang terkesan Aa Gatot ini telah bersalah. Aa tidak benar. Ini keberatan kami. Kalau orang merasa korban ya sudah lapor polisi silakan, tentunya hormati proses polisi karena kami siap menghadapi itu semua,” kata Suhendra.