Pengakuan Mengejutkan Ustaz Solmed Sebelum Anak Masuk Pesantren

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 12 Agustus 2018 09:01
Pengakuan Mengejutkan Ustaz Solmed Sebelum Anak Masuk Pesantren
Ternyata Solmed dan sang istri, April belum pernah melihat pesantren yang dituju.

Dream - Seperti orang tua pada umumnya, Ustaz Solmed dan istrinya, April Jasmine, juga sempat dilanda kesedihan saat berpisah dengan anakya yang harus mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Apalagi, buah hati Solmed baru berusia 5 tahun. 

Perasaan haru juga dirasakan keluarga besar Solmed yang memutuskan untuk mengantar putranya yang bernama Sultan Mahmoed Qusyairi tersebut mondok.

" Pas berangkat ke sana yang antar banyak banget, sampai empat mobil yang antar anak sekecil itu ke pesantren, neneknya, opungnya, om, tante, semua pada ikut," ujar April Jasmine saat di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis 9 Agustus 2018.

Sebelum memondokan Sultan, Solmed dan Jasmine ternyata belum pernah menyurvei pondok pesantren yang akan dihuni putranya tersebut. Tempat pendidikan itu dipilih dari rekomendasi salah seorang satu sahabatnya.

 

1 dari 3 halaman

Sempat Ragu Lihat Kondisi Pesantren

Sempat Ragu Lihat Kondisi Pesantren © Solmed dan April (foto : kapanlagi)

Percaya dengan rekomendasi sahabatnya tu, Solmed tanpa pikir panjang menitipkan anaknya di pesantren tersebut.

" Kita cuma niat, apapun keadaannya pokoknya bawa tas dan perlengkapannya, titip, taruh, tinggal," kata Solmed.

Saat sampai di pesantren dan melihat kondisi pesantrennya jauh dari kata mewah, Solmed pun sempat ragu. Namun karena memang pendidikan di pesantren tersebut bagus sehingga dia ikhlas anaknya dititipan di tempat pendikan tersebut. 

" Kalau kita nengok lagi pasti kita enggak tega. Pokoknya komitmen, jadi semua kita terima," tutur ayah tiga anak ini.

 

 

2 dari 3 halaman

Alasan Sebenarnya Anak Ustaz Solmed Disekolahkan ke Pesantren

Alasan Sebenarnya Anak Ustaz Solmed Disekolahkan ke Pesantren © Dream

Dream - Keputusan Ustaz Solmed dan April Jasmine menyekolahkan putranya Sultan Mahmoed Qusyairi ke Pondok Pesantren cukup mengejutkan. Maklum saja, Sultan yang baru berusia lima tahun harus tinggal terpisah dari kedua orang tuanya. 

Ditemui di kawasan Tendean, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018, Solmed mengatakan pilihan untuk menyekolahkan Sultan merupakan hasil keputusan bersama. Solmed mengaku memiliki niat besar dengan keputusannya itu. 

" Mending sedih hari ini meninggalkan anak belajar agama dari pada nanti udah besar nggak kenal agama. Nggak kenal bagaimana berbudi pekerti dan hormat pada orang tua," kata Solmed.

April yang mendampingi Solmed menegaskan keputusan itu tak pernah dipaksanakan kepada putra kecilnya itu. Keinginan menjadi santri justru muncul dari Sultan.

" Mau belajar ngaji katanya. Beneran? Mau. `Nanti nggak ditemenin ayah ibu loh`, kata dia `iya mau`," kata April.

 

 

 

3 dari 3 halaman

Sudah Minta Mondok Sejak Umur 4 Tahun

Menurut April, Sultan malah meminta untuk sekolah di pondok pesantren sejak berumur empat tahun. Namun keinginan itu tak bisa terlaksana karena tak ada pesantren yang membuka program belajar untuk anak seusianya. 

Dia melanjutkan, Sultan awalnya akan menyekolahkan Sultan di pesantren dimana santrinya diperbolehkan pulang-pergi. Namun upaya itu tak bisa dilakukan karena tak ada pesantren yang menganut sistem tersebut.

Akhirnya, Solmed dan April memutuskan untuk menyekolahkan dahulu Sultan di sekolah hafidz quran.

" Rapotnya sudah 80 persen sih malah bisa hafal 1 quran. Usia 5 tahun ayahnya bilang pesantrenin aja deh," ujar April.

(Sah)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More