Gita Wirjawan: Jangan Cuma Teriak `Go International`

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 9 September 2014 10:45
Gita Wirjawan: Jangan Cuma Teriak `Go International`
Bagaimana jadinya jika lagu-lagu daerah Indonesia dibawakan dengan komposisi musik orkestra yang begitu megah?. Album bertajuk Symphonic Tales of Indonesia menjadi jawabannya.

Dream - Bagaimana jadinya jika lagu-lagu daerah Indonesia dibawakan dengan komposisi musik orkestra yang begitu megah? Profesor lulusan musik klasik, Tjut Nyak Deviana Daudsjah berhasil membuat para penikmat seni musik yang datang ke Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta merinding.

" Keren sekali ketika lagu-lagu daerah dibawakan dengan iringan piano dan musik orkestra. Merinding dibuatnya karena jadi semakin indah lagu-lagunya," ujar salah satu penonton, Dinda kepada Dream.co.id, Selasa 10 September 2014.

Tepuk tangan pun bergemuruh di dalam auditorium Galeri Indonesia Kaya. Tak sungkan juga beberapa penonton memberikan standing applause untuk profesor yang sukses bermusik di Eropa ini.

Deviana, begitulah orang-orang memanggil wanita yang juga memiliki sekolah musik Institut Musik Daya Indonesia (IMDI) ini. Atas dasar keprihatinannya terhadap lagu-lagu daerah yang kurang terdengar gaungnya di Tanah Air. Deviana pun mengaransemen lagu-lagu daerah dan merekamnya dalam sebuah album bertajuk Symphonic Tales of Indonesia.

" Indonesia begitu memiliki keaneka ragaman lagu daerah yang memiliki irama, filosofi, dan makna yang berkembang di masyarakat. Saya ingin masyarakat Indonesia semakin mencintai lagu-lagu daerah, sehingga dibuatlah proyek ini," ujar Deviana saat launching album Symphonic Tales of Indonesia, kemarin.

Musisi asal Aceh ini begitu piawai memainkan piano saat launching album itu, wanita ini membawakan lagu daerah dengan irama mozart, samba, ballad dan irama orkestra mewah lainnya.

Album ini mendapat dukungan dari pemerhati budaya yang juga mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan musisi kenamaan Titik Poespa serta Trio Lestari. Bagi Gita, sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya bangga akan warisan lagu-lagu daerah nusantara.

" Dan merupakan kewajiban kita untuk mendekatkan seni dan budaya Indonesia kepada generasi muda. Saya yakin dengan album ini, ketika dibuat dengan cinta maka semuanya terdengar begitu indah," kata Gita yang juga selaku Excecutive Producer dalam album ini.

Deviana dan Gita berharap album ini membuat seluruh masyarakat Indonesia semakin mengapresiasi warisan budaya bangsa. " Jangan dulu teriak-teriak go international kalau di dalam negerinya saja masih harus dibenahi. Kenal dan tumbuhkan cinta yang mendalam pada warisan budaya bangsa, semoga semakin diapresiasi," harap Gita. 

Album yang melibatkan penyanyi Tompi dan musik Orchester der Kulturen Germany ini berisi 10 buah lagu daerah dianntaranya Ayo Mama, Keroncong Kemayoran, Anging Mamiri, Papaya Cha Cha, Yamko Rambe Yamko, Jembatan Merah, Cublak Cublak Suweng, O Inani Keke, Bungong Jeumpa, dan Rayuan Pulau Kelapa.

" Ini salah satu upaya untuk melestarikan dan mendokumentasikan lagu daerah, agar generasi saat ini mengenal dan lebih mengapresiasi lagu daerah sebagai kekayaan budaya Indonesia. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dalam proses tersebut," ujar Tompi. (Ism)

 

Beri Komentar