Tangis Farhan Pecah Saat Kumandangkan Azan di Liang Lahat

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 21 Desember 2015 13:29
Tangis Farhan Pecah Saat Kumandangkan Azan di Liang Lahat
Farhan seolah tidak bisa membendung kesedihannya, saat mengumandangkan Adzan di liang lahat putranya itu, suara bapak dua anak tersebut terdengar begitu tersedu-sedu.

Dream - Presenter Muhammad Farhan begitu berduka. Anak pertamanya, Muhammad Ridzky Khalid di usia 16 tahun telah meninggal dunia.

Senin 21 Desember 2015, Farhan mengantarkan Ridzky ke peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Tangis Farhan pun pecah saat jenazah Ridzky mulai dimasukan ke liang lahat. Farhan tidak bisa membendung kesedihan.

Terlebih saat mengumandangkan azan di liang lahat putranya. Suara bapak dua anak itu terdengar begitu tersedu-sedu.

Keluarga lain yang ikut hadir di pemakaman itu berlinangan air mata atas kepergian Ridzky. Setelah tanah menutupi liang lahat Ridzky, Farhan menghaturkan doa agar dilapangkan kubur dan diampuni dosa-dosa anak sulungnya.

" Semoga dia mendapatkan kubur yang lapang. Semoga akhir baliq yang singkat itu senantiasa nanti amal baiknya disempurnakan dan diampuni dosa-dosanya," ujar pria pemilik nama Muhammad Farhan itu saat di TPU, Tanah Kusir Kebeyoran, Jakarta Selatan.

Farhan pun mengucapkan rasa terima kasih untuk orang-orang yang telah datang dan mendoakan jagoannya itu.

" Terimakasih para saudara dan sahabat yang sudah mengantar Ridzky. Kami mohon maaf kalau ada hal hal yang kurang berkenan saat pelaksanaan pemakaman," tutur Farhan.

Ridzky meninggal pada Minggu 20 Desember 2015 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena sakit Leukimia. (Ism) 

 

1 dari 5 halaman

Putra Sulung Presenter Farhan Meninggal Dunia

Dream - Kabar duka datang dari presenter senior Muhammad Farhan. Putra sulungnya, Muhammad Ridzky Khalid meninggal dunia. Ridzky meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat pada Minggu, 20 Desember 2015 pukul 13.40 WIB.

Kabar ini pun diterima tim Dream.co.id lewat pesan singkat. " Al Fatihah Kang Farhan. Innalillahi wa innailaihirojiun, ananda Muhammad Ridzky Khalid (putra pertama Farhan dan Aya) di usia 16 tahun Minggu, 20 Desember 2015 13.40 WIB. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," tulis pesan tersebut.

Jenazah Ridzky rencananya akan dibawa ke rumah duka Jalan Pahlawan no 30 Rempoa-Ciputat. Keluarga berencana akan memakamkan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir pada Senin, 21 Desember 2015.

Remaja kelahiran 20 Juni 1999 tersebut diketahui dalam pemberitaan mengalami kelainan paru-paru sejak kanak-kanak. Meski begitu, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya Ridzky.

Mendengar kabar ini, sahabat Farhan yang juga presenter, Indy Barends menuliskan pesan di akun path dan twitter miliknya.

" Telah berpulang dengan tenang M Rizki /bin M Farhan, putra pertama dari sahabat kami Farhan. Semoga Kiki diberikan tempat yg layak di sisiNya, dan Farhan sekeluarga diberi ketabahan dan kekuatan," tulis Indy.

2 dari 5 halaman

Leukimia

Dream - Muhammad Ridzky Khalid, putra pertama dari pasangan presenter Farhan dan Aya. Remaja berusia 16 tahun tersebut, Minggu, 20 Desember 2015 pukul 13.40 WIB menghebuskan nafas terakhirnya.

Lantas sebuah pertanyaan besar menyeruak, kenapa Ridzky meninggal dunia? Manajer dari Farhan Manajeman Heka Irawan menjelaskan penyebab meninggalnya Ridzky.

" Iya meninggalnya karena leukimia," kata dia saat dihubungi Dream melalui sambungan telepon.

Dia mengatakan, penyakit kanker darah putih stadium akhir tersebut baru terdeteksi tiga minggu yang lalu. Dia menceritakan kronologis baru terdeteksinya penyakit tersebut.

" Awalnya sakit aja. Dia di bawa ke rumah sakit. Dikira virus. Enggak tahunya setelah dicek leukimia. Ridzky sempat satu minggu dirawat di RS Pondok Indah, tapi dua minggu kemudian dipindahkan ke RSCM untuk perawatan yang lebih intensif," tutur dia.

Menurut informasi yang berkembang, saat masih berusia satu bulan, Ridzky harus menjalani operasi di bawah dadanya di bagian abdomen di sekitar perut. Tetapi, Heka menyebut Ridzky sejatinya juga menderita penyakit autis.

" Ya benar, Ridzky merupakan penderita autis," ucap dia.

Heka yang sedang di rumah duka mengatakan jenazah baru tiba di rumah duka pada pukul 19.40 WIB. Rencana, jenazah Ridzky akan dimakamkan esok, Senin, 21 Desember 2015 di TPU Tanah Kusir.

3 dari 5 halaman

Cerita Memilukan Gadis Penderita Leukemia

Dream - Seorang gadis 19 tahun dari Provinsi Shandong, Tiongkok telah menginspirasi netizen di negara tersebut. Gadis itu membuat catatan buku harian yang mendokumentasikan perlawanannya dalam menghadapi leukemia di sebuah kamar rumah sakit.

Apa yang dilakukan gadis bernama Du Liyuan itu terinspirasi oleh serial TV Jepang berjudul The Hours of My Life, yang berkisah tentang penderitaan seorang mahasiswi seni yang menderita ALS.

Liyuan memutuskan menulis setiap jengkal kisah hidupnya ke dalam sebuah buku harian, meski belum tahu kapan ia akan meninggal dunia.

" Saya ingin meninggalkan sesuatu yang bisa diingat oleh keluarga saya dan saya sendiri," kata Liyuan, seperti dikutip Shanghaiist.com dari laporan NetEase News, Rabu 7 Januari 2015.

Liyuan menimbang akan menyudahi semua perawatan medis yang dijalaninya dan kembali ke sekolah di sisa waktu yang ada. Dia juga berencana bepergian ke Cina bagian selatan. Selama ini dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk melakukannya.

" Tapi saya tidak bisa melakukan itu," kata Liyuan. " Menyerah dalam hidup terdengar terlalu egois. Orang tua saya membesarkan dan merawat saya setiap hari ketika sedang sakit. Jika saya menolak menjalani pengobatan ini, berarti saya mengecewakan mereka," katanya.

Liyuan didiagnosis leukemia saat liburan tahun baru China 2014. Sejak itu, ia telah menjalani enam kali kemoterapi dan 25 radioterapi. Hampir setiap hari selama pengobatan, dia mengalami tekanan darah rendah, pusing, muntah, dan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Apa yang paling disesali Liyuan adalah biaya pengobatan. " Biaya obat-obatan sekitar 4.000 yuan (Rp 8 juta) per hari. Kami sudah menghabiskan lebih dari 400.000 yuan (Rp 814 juta) sejak tahun baru lalu," kata ibu Liyuan.

" Mungkin kita tidak berdaya dalam menghadapi penyakit dan kematian, mungkin kita takut dengan penyakit yang mematikan, mungkin kita kehilangan semangat dan runtuh, tetapi ketika sekilas cahaya masuk ke hatiku dan menerangi kegelapan, aku memilih untuk menyambut harapan, merangkul waktu yang tersisa dan menikmati kebahagiaan," tulis Liyuan di buku hariannya.

Liyuan mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan terus kuliah keperawatan jika dia nanti sembuh. " Saya ingin menjadi seorang dokter Hematologi dan menciptakan obat yang dapat menyembuhkan penyakit seperti yang saya derita," katanya.

Dokter memutuskan melakukan transplantasi sel induk di tubuh Liyuan menggunakan sumsum tulang ayahnya. Tapi Liyuan punya infeksi pada paru-paru dan operasi telah ditunda sampai setelah kesembuhannya.

4 dari 5 halaman

Kisah Nyata Hati Emas Bocah Penderita Leukimia

Dream - Jalan hidup seseorang memanglah berbeda-beda. Nasib malang dialami gadis asal China tak berdosa ini. Sejak dilahirkan Yu Yuan sudah tak diinginkan keluarga kandungnya dan tega membuang diri dia kala masih memerah di sebuah kebun.

Salah seorang pria berbaik hati mengangkat Yu Yuan sebagai anaknya. Meski hidup serba kekurangan, pria itu berhasil merawat serta membesarkan Yu Yuan dengan segala keterbatasan dan kemiskinan.

Yu Yuan tumbuh menjadi anak yang manis dan penurut. Meski hidup dalam kemiskinan tak membuat Yu Yuan patah semangat dalam belajar. Ia menjadi anak cerdas di sekolah, nilai sempurna selalu berhasil ia peroleh. Pujian dari teman-teman dan tetangga pun ia dapatkan.

Suatu ketika Yu Yuan mengalami demam panas dan mimisan. Merasa kondisi tubuh anaknya tak normal lantas sang Ayah membawanya memeriksakan diri ke dokter. Antrian pasien yang panjang membuat darah terus mengalir dari Yu Yuan hingga sebaskom kecil penuh.

Akhirnya Yu Yuan dipersilakan untuk dipersilakan lebih dulu. Betapa terkejutnya ayah dan anak itu saat Yu Yuan divonis menderita Leukimia, kanker darah. Jika diobati ditambah biaya pengobatan yang belum menjamin dia sembuh jumlahnya terbilang fantastis yakni sekitar Rp 3 milyar.

Menyadari kondisi keuangan sang Ayah, Yu Yuan berbisik, " Ayah aku ingin meninggal saja, aku ingin pulang saja" , kata Yu Yuan sambil menangis. Bocah berusia 8 tahun itu lalu mampir dan berfoto di sebuah studio. Wajah mungilnya nampak tersenyum ketika difoto. " Ayah jika kau rindu aku pandangi saja foto ini" , tamabahnya.

Di tempat yang sama, salah seorang wartawan bertemu dengan Yu Yuan. Wartawan itu sangat terharu setelah mengetahui kondisi yang dialami bocah cantik itu. Ia pun menulis cerita tentang anak perempuan malang itu.

Pemberitaan Yu Yuan pun menyebar ke seluruh dunia hingga dana yang dibutuhkan Yu Yuan terkumpul melebihi dari yang dibutuhkan. Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit, Yu Yuan sering bercerita pada sang wartawan Fu Yuan tentang keinginannya setelah ia meninggal nanti.

Kisah Nyata Hati Emas Bocah Penderita Leukimia© dream.co.id

Tepat di tanggal 26 Agustus Yu Yuan meninggal dan dimakamkan, gerimis hujan mengantar kepergian Yu Yuan serentak dengan tangis haru semua orang yang mengenalnya.

Sisa dana yang terkumpul untuk Yu Yuan akhirnya disumbangkan pada 7 anak yang mengalami penyakit yang sama seperti Yu Yuan. Satu bocah berhasil menjalani serangkaian operasi. Betapa besar hati Yu Yuan, kebaikan hatinya menginspirasi serta membuat terharu siapapun yang mengetahui kisah hidupnya.

Penasaran dengan kisah mengharukan Yu Yuan? Yuk simak kisahnya di blog " Yulia Chen" klik disini http://bit.ly/1pcARfv

 

Kirimkan blog atau website kamu kekomunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res

5 dari 5 halaman

Pernikahan Haru Wanita Belia demi Pria di Ujung Ajal

Dream - Seorang gadis 16 tahun, Amie Cresswell, meluluskan permintaan terakhir kekasihnya, Omar Al Shaikh, yang seumur dengannya. Dengan penuh keharuan, Amie melangsungkan pernikahan dengan pasangannya tersebut.

Amie memutuskan menikah setelah dokter menyatakan Omar menderita leukimia. Hidupnya divonis hanya mampu bertahan hidup kurang dari sepekan.

Ditemani teman dan keluarga, Amie melangsungkan pernikahan di kamar inap Omar. Sebelumya, Omar melamar Amie di lantai dasar Rumah Sakit dengan sekuntum bunga dan cincin.

Usai pernikahan, Amie masih tetap mengenakan pakaian menikah dan setia menemani kekasihnya hingga detik-detik terakhir napasnya. Tiga hari setelah mereka menikah, Omar meninggal dunia.

" Saya sangat sedih," kata Amie seperti dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Jumat, 26 Juni 2015. " Kami pernah berdiskusi untuk menikah namun tak pernah membayangkan di usia 16 tahun. Kami berpikir tumbuh bersama hingga tua. Pernikahan ini menyedihkan namun penuh cinta."

Omar didiagnosa mengidap leukimia akut setelah pingsan saat pertandingan footbal tahun lalu. Ketika mulai berkencan dengan Amie, wanita yang dikenalnya di Four Dwelling Academy di Birmingham Inggris delapan bulan lalu, kanker darah Omar dinyatakan berhenti.

" Ketika dia mengatakan penyakit kambuh, itu sangat mengejutkan. Saya tahu saya ingin berada di sampingnya melalui semua ini," ujar Amie.

Sebetulnya Omar berharap mendapat donor untuk membantu pemulihannya. Namun hal itu cukup sulit. Omar merupakan keturunan Arab dan Rumania.

Saat jaringan sel sudah tersedia, dokter justru mengatakan penyakit Omar sudah semakin parah.

" Saya bangga menyaksikan pernikahan Omar. Saya telah kehilangannya namun mendapatkan cucu menantu terbaik di dunia," ujar nenek Omar, Al Shaik.

Beri Komentar