KPI Hentikan Sementara Tayangan 'Dahsyat'

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 29 Maret 2017 21:22
KPI Hentikan Sementara Tayangan 'Dahsyat'
Menurut KPI Pusat tayangan 'Dahsyat' pada 28 Februari dan 1 Maret melanggar norma kesopanan.

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menghentikan sementara tayangan 'Dahsyat'. Program yang disiarkan oleh stasiun RCTI itu dinilai telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI.

Menurut KPI, pelanggaran itu terjadi dalam tayangan 'Dahsyat' pada 28 Februari 2017 pukul 09.11 WIB dan 1 Maret 2017 pukul 08.49 WIB. Ada beberapa muatan perkataan dan perilaku yang seharusnya tak muncul dalam tayangan itu.

Muatan itu dinilai dapat memberi pengaruh buruk pada masyarakat luas. Sehingga, KPI memberikan sanksi berupa penghentian program 'Dahsyat' selama tiga hari.

" Selama menjalankan sanksi tersebut, RCTI tidak diperkenankan menyiarkan program dengan format sejenis pada waktu siar yang sama atau waktu yang lain, sesuai dengan Pasal 80 ayat (2) SPS KPI Tahun 2012," kata Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat, Hardly Stefano, sebagaimana dilansir laman resmi KPI, kpi.go.id, Rabu 28 Maret 2017.

KPI Pusat mempermasalahkan muatan komedi yang merendahkan orang lain. Perkataan yang dipermasalahkan antara lain, menyebut, " p' a" , " pangeran sawan" , " ular kadut" , dan " jenglot" .

Selain itu, KPI Pusat juga menilai adegan pria yang mengendarai mobil dengan maju, mundur, dan rem mendadak dengan kondisi terdapat pria lain di bagasi mobil, tak layak ditonton.

KPI menilai, jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak, serta penggolongan program siaran.

Dalam surat sanksi penghentian sementara program 'Dahsyat' RCTI dilarang tayang pada pada 13, 14, dan 19 April 2017.

1 dari 2 halaman

Gerakan Sholat Salah, Sinetron `Anak Jalanan` Ditegur KPI

Dream - Sinetron 'Anak Jalanan' kembali mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Peringatan tertulis itu dikeluarkan KPI pada 1 Desember 2016 seperti yang dikutip dalam situs resminya kpi.go.id, Rabu 14 Desember 2016.

Sinetron itu dinilai tidak memperhatikan ketentuan tentang penghormatan terhadap nilai-nilai agama.

" Program siaran 'Anak Jalanan' yang ditayangkan oleh stasiun RCTI pada tanggal 15 November 2016 pukul 18.23 WIB, tidak memperhatikan pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (p3 dan SPS) KPI tahun 2012," tulisnya.

Menurut KPI dalam tayangan di tanggal itu memperlihatkan adegan seorang wanita sedang sholat, yang mengesankan melakukan gerakan salam yang keliru yakni dari kiri ke kanan.

" KPI pusat menilai muatan demukian dapat menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Dan berpotensi melanggar SPS KPI tahun 2012 pasal 6 ayat (1). Terkait ketentuan penghormatan terhadap nilai-nilai agama," ujarnya.

KPI pun berharap peringatan ini menjadi perhatian seluruh tim produksi program sinetron tersebut. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak sinetron `Anak Jalanan` berikut stasiun televisi yang menayangkan. (Ism)

2 dari 2 halaman

KPI Hentikan Sementara Program D'Academy Indosiar

Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi administratif berupa penghentian sementara penayangan program acara 'D'Academy' Indosiar.

Dikutip dari situs resmi kpi.go.id, penghentian program unggulan Indosiar mulai efektif berlaku selama dua hari mulai 27-28 Februari 2017.

" KPI Pusat menilai program siaran D’Academy yang ditayangkan pada 14 Februari 2017 pukul 20.48 WIB telah melanggar aturan mengenai Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012," tulis situs KPI, diakses Dream, Selasa 21 Februari 2017.

Menurut KPI, tayangan 'D'Academy' dianggap telah menayangkan ucapan kasar oleh juri Dewi Persik dengan Nassar mengomentari kontestan D'Academy saat acara tersebut sedang live.

" Pelanggaran berupa adanya ungkapan kasar dan makian oleh salah satu pengisi acara. KPI Pusat menilai ungkapan kasar dan makin verbal itu tidak pantas ditayangkan," sambungnya.

Adapun pelanggaran yang dilakukan 'D'Academy' Indosiar, disebutkan oleh secara lengkap oleh KPI.

Ayat (1) Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) serta Pasal 9 Ayat (1), Pasal 15 Ayat (1), Pasal 24 dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a Standar Program Siaran (SPS) Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012.

Sebelumnya, KPI Pusat telah memanggil Indosiar, Jumat, 17 Februari 2017, untuk dimintai klarifikasi terkait tayangan 'D’Academy 4' pada 14 Februari 2017.

KPI kemudian menggunakan klarifikasi yang disampaikan Indosiar itu untuk menjadi bahan pertimbangan KPI Pusat dalam rapat pleno untuk menentukan keputusannya.

Selanjutnya pihak komisioner KPI Pusat Dewi Setyarini, meminta Indosiar untuk tidak melakukan pelanggaran serupa atau pelanggaran lainnya.

" Sanksi ini menjadi bahan perbaikan bagi program 'D’Academy' khususnya, dan program televisi secara keseluruhan pada umumnya," tutur Dewi Setyarini.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo