Obat Diet Murah Penyebab Budi `Klantink` Meninggal?

Reporter : Kusmiyati
Senin, 7 September 2015 15:02
Obat Diet Murah Penyebab Budi `Klantink` Meninggal?
Kesehatan Budi dikabarkan terus menurun beberapa bulan lalu akibat program diet yang dijalaninya

Dream - Berpulangnya salah satu personel grup musik asal Surabaya, Klantink, Budi Klantink, Sabtu 5 September 2015 menyisakan duka yang mendalam untuk keluarga dan para penggemar.

Kesehatan Budi dikabarkan terus menurun beberapa bulan lalu akibat program diet yang dijalaninya.

Dalam akun twitter-nya @Budi_Klantink, sempat menuangkan keluhan sakit karena diet itu. Dia merasakan diet yang dijalaninya berujung dengan dirawatnya dirinya di rumah sakit.

" Coba2 diet kok mala oknam...dan q takut banget tidur di rmh sakit.....Hiiiiiiii merinding pokoke," tulisnya.

Sudah sejak pagi pesan berantai seputar kabar ini pun terus beredar, beberapa berisi tentang penyebab Budi meninggal dunia.

" Innalillahi, telah meninggal Budi Klanting juara konser IMB, Sabtu dini hari akibat minum obat diet yang dibeli secara online dengan harga murah. Budi mengonsumsi pil diet tiga butir tiga kali sehari," tulis pesan yang beredar.

Ucapan duka pun mengalir dari para pengguna twitter, " @Budi_Klantink selamat jalan mas, semoga tenang disisiNya. Amin," tulis @roriruivaldy.

" RIP @Budi_Klantink semoga amal ibadahmu diterima disisi tuhan. Amin," tulis @HusnulEnyoon

" Innalillahi...selamat jalan mas @Budi_Klantink," tulis akun @SangSpvtra. (Ism) 

 

 

1 dari 5 halaman

Mengenang Budi `Klantink`, dari Jalanan ke Puncak Kejayaan

Mengenang Budi `Klantink`, dari Jalanan ke Puncak Kejayaan

Dream - Grup musik asal Surabaya, Klantink, memenangkan ajang pencarian bakat di televisi nasional. Klantink mencuri perhatian karena grup musik itu berasal dari jalanan.

Ya, lima personel Klantink berasal dari pengamen jalanan di sekitaran Surabaya. Mereka merantau ke Jakarta untuk mengikuti audisi.

Perjuangan mereka untuk mengikuti audisi. Sempat terseok-seok dalam klasemen pesan singkat, akhirnya mereka menjadi juara.

Mereka memenangkan hadiah senilai Rp 200 juta dan sebuah mobil. Beberapa iklan pun menggaet mereka sebagai bintang iklannya.

Tetapi, semua penghargaan itu tak membuat mereka kalap. Beberapa dari mereka masih setia hidup di jalanan.

Sempat tidak terdengar di belantika musik, beberapa hari lalu publik dikejutkan dengan kabar duka. Salah satu personel grup ini, Budi, meninggal dunia. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Cuitan-cuitan Terakhir Budi `Klantink`

Cuitan-cuitan Terakhir Budi `Klantink`

Dream - Sabtu, 5 September 2015 kabar duka merebak dari dunia musik Indonesia. Salah satu personel grup musik asal Surabaya, Klantink, Budi Klantink meninggal dunia. Kabar tersebut disiarkan akun Twitter resmi band tersebut.

Menurunnya kesehatan Budi ternyata sudah terlihat beberapa bulan lalu. Program diet yang sedang dijalani Budi dicurigai menjadi penyebab utamanya.

Budi, dalam akun twitter-nya @Budi_Klantink, sempat menuangkan mengeluhkan sakit karena diet itu. Dia merasakan diet yang dijalaninya berujung dengan dirawatnya dirinya di rumah sakit.

" Coba2 diet kok mala oknam...dan q takut banget tidur di rmh sakit.....Hiiiiiiii merinding pokoke," tulisnya.

Cuitan itu diunggah Budi tepat pada 10.54 pagi. Malamnya, pada pukul 10.46 Budi kembali mencuit. Dia merasakan ketakutan karena tidak bisa tidur.

" Ya allah kata Dokter belum bole pulang...tapi q takut banget tiap maelem gak bisa tidur ya allah," tulisnya.

Cuitan pada malam hari itu ternyata menjadi cuitan terakhir Budi. Cuitan itu jugalah yang kemudian menjadi tempat netizen mengungkapkan duka mendalamnya.

Berikut ucapan duka dari para pengguna twitter,
" @Budi_Klantink selamat jalan mas, semoga tenang disisiNya. Amin," tulis @roriruivaldy

" RIP @Budi_Klantink semoga amal ibadahmu diterima disisi tuhan. Amin," tulis @HusnulEnyoon

" Innalillahi...selamat jalan mas @Budi_Klantink," tulis akun @SangSpvtra. (Ism) 

3 dari 5 halaman

`Firasat Terakhir` Yanni Libels: Ini Bukan Nasehat

`Firasat Terakhir` Yanni Libels: Ini Bukan Nasehat

Dream - Yanni Libels, personel grup vokal remaja yang tersohor era 90an Trio Libels meninggal dunia di Bandara Soekarno-Hatta pagi tadi sekitar pukul 09.45 WIB. Sehari sebelumnya, pria bernama asli Yanni Djunaedi itu membuat status di akun Facebooknya, yang dinilai sebagai 'tanda-tanda' terakhir almarhum.

Status 'firasat terakhir' itu diunggah Yanni kemarin pagi 24 Maret 2015 sekitar pukul 7.35 WIB. Bahkan Yanni sempat beberapa kali membalas komentar dari status berjudul " Ini Bukan Nasehat" itu. Termasuk membalas komentar dari rekan Trio Libels lainnya, Ronnie Sianturi.

" Amien mas yani... have a good day,"  kata Ronnie. Yanni pun membalas, " Amin Bang Ronnie Sianturi , makasih ya, Have a good day too, GBU."

Status itu seperti menjadi tanda perpisahan Yanni untuk selamanya. " Saya waktu baca status yani itu sebetulnya ada firasat.ih yani kaya yg mau pergi jauuuuh sekali.kaya seperti pesan terakhir.tapi sepertinya cuma firasat saya saja barangkalo.eh ternyata. . . yanni betul batul pergi.selamat jalan kawan .terimakasih atas nasehat nasehatmu," ujar pemilik akun Facebook Nunung Rahayu .

Berikut status 'firasat terakhir' Yanni Libels:

INI BUKAN NASEHAT
" SAYA PIKIR......SAYA PIKIR... "
¤ Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta ~ ternyata harus banyak memberi.
¤ Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat ~ ternyata ada langit di atas langit.
¤ Saya pikir, kegagalan itu final ~ ternyata hanya sukses yang tertunda.
¤ Saya pikir, sukses itu harus kerja keras ~ ternyata kerja cerdas
¤ Saya pikir, kunci surga ada di langit ~ ternyata ada di hatiku.
¤ Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan ~ ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan.
¤ Saya pikir, makhluk yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling pintar, atau yang paling kuat ~ ternyata yang paling cepat merespon perubahan.
¤ Saya pikir, keberhasilan itu karena turunan ~ ternyata karena ketekunan.
¤ Saya pikir, kecantikan luar yang paling menarik ~ ternyata inner beauty yang lebih menawan.
¤ Saya pikir, kebahagian itu ketika menengok ke atas ~ ternyata ketika melihat ke bawah.
¤ Saya pikir, usia manusia itu di ukur dari bulan & tahun ~ ternyata di hitung dari apa yang telah dilakukannya kepada orang lain.
¤ Saya pikir, yang paling berharga itu uang & Kekuasaan -emas- permata ~ Ternyata BUKAN juga ......yang paling Penting dan Paling mahal itu " KESEHATAN dan NAMA BAIK" .

(Ism)

4 dari 5 halaman

Status Terakhir Andrie Djarot: Akrablah dengan Kata `Maaf...`

Status Terakhir Andrie Djarot: Akrablah dengan Kata `Maaf...`

Dream - Presenter muda siaran Redaksi Pagi Trans7, Andrie Djarot meninggal dini hari tadi pukul 01.50 WIB. Mantan presenter tvOne itu menderita sakit komplikasi paru-paru.

Kabar ini tersiar dari akun resmi twitter Redaksi Pagi Trans7, @redaksipagi7. Selain itu, pihak Trans7 juga menyebarkan kabar ini dalam siaran Redaksi Pagi edisi hari ini, Selasa, 12 Mei 2015.

Kabar kesehatan Andrie memburuk terdengar usai ia menjalankan liputan hari Kartini pada 21 April lalu. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Senada dengan akun sosial medianya, almarhum memposting status dan foto terakhir kali sekitar tiga minggu lalu atau saat siaran Hari Kartini.

" Akrablah dgn kata2 " Maaf, Tolong dan Terimakasih.." . Andrie memasang foto saat siaran Hari Kartini bersama istri Ananda Omesh, Dian Ayu. Selengkapnya; Status Terakhir Andrie Djarot (Ism)

5 dari 5 halaman

Cerita Isa `Bajaj` Saat Jenazah Olga Dimandikan

Cerita Isa `Bajaj` Saat Jenazah Olga Dimandikan

Dream - Ribuan penggemar, kerabat, dan mereka yang tak dikenal tumpah di pemakaman legenda muda komedian Olga Syahputra. Termasuk pelawak Isa Wahyu Prastantyo alias Isa 'Bajaj'.

Meski tak pernah satu layar dan panggung dengan Olga, Isa mengagumi Olga. Apalagi keduanya terhitung tetangga. Mertua Isa, hanya berjarak empat rumah dari kediaman Olga di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Saat jenazah Olga tiba dari Singapura, lautan manusia tumpah di Duren Sawit. Sebagai tetangga, Isa turut menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta sampai ke rumah duka. Dari situlah, Isa mengaku 'terjebak' di lautan manusia sehingga tidak bisa lepas dan menjauh dari keranda yang membawa komedian berusia 32 tahun itu.

Dari mulai membawa keranda di bandara, ke rumah duka, memandikan sampai menuju bibir liang lahat. Isa tak melewati sedetikpun prosesi pemakaman yang dihadiri sejuta pasang mata itu. Termasuk saat proses memandikan jenazah, Isa pun melihat kondisi fisik terakhir Olga.

" Saya membantu melepaskan jas dan sepatunya, waktu itu masih berada di dalam peti," cerita Isa saat berbincang dengan Dream.co.id, Senin 30 Maret 2015.

Saat diterbangkan dari RS Mount Elizabeth Singapura, jenazah Olga memang tidak dikafani. Olga diberi busana jas dan sepatu kemudian dibaringkan di dalam peti.

Saat jenazah tiba di Tanah Air, semua pakaian di jenazah dilucuti, dimandikan dan dikafani. Tak sedetikpun Isa melewati semua proses itu.

" Saat itu saya melihat untuk terakhir kalinya. Wajahnya senyum, seperti terlihat Olga bahagia dan tenang. Badannya juga gagah, lebih gemuk dan rambutnya tebal. Tidak terlihat dia itu sakit, lebih fresh," ungkapnya. Selengkapnya; Cerita Isa `Bajaj` Saat Mandikan Jasad Olga Syahputra(Ism)

Beri Komentar
Summer Style 2019