Pasang Tarif Ceramah Rp 25 Juta, Ini Kata Ustaz Solmed

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 9 Mei 2016 14:13
Pasang Tarif Ceramah Rp 25 Juta, Ini Kata Ustaz Solmed
Beredar isu yang menyebutkan ia menerima uang Rp15- 25 juta untuk ceramah di Banten saat itu. Solmed pun datang terlambat, warga mengamuk.

Dream - Kabar mengejutkan datang dari Ustaz Sholeh Mahmoed Nasution atau Solmed. Setelah dikabarkan dikeroyok warga lantaran terlambat mengisi ceramah, dai kondang itu juga disebut memasang tarif ceramah. Disebut-sebut harga sekali ceramah mencapai Rp 25 juta.

Solmed membantah isu yang menyebutkan ia menerima uang Rp15- 25 juta, untuk ceramah di Banten saat itu.

" Saya aja ga dibayar datang ke acara itu. Kalau ada isu dibayar Rp15 juta sampai Rp25 juta itu ga benar. Sampai sekarang aja saya ga dibayar," kata Solmed saat berbincang dengan Dream, Senin 9 Mei 2016.

Solmed menduga ada unsur kesengajaan yang dibuat untuk menjatuhkan nama baiknya.

" Masalah ini ada orang yang sengaja, iseng atau apa, saya tidak tahu. Saya ga masalah tentu nanti ada balasannya sendri dari Allah. Saya tidak masalah," kata ustaz 32 tahun ini.

Diberitakan sebelumnya, Solmed diundang untuk mengisi ceramah peringatan Isra Miraj di Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten, pada Jumat akhir pekan lalu.

Namun, Solmed datang terlambat ke tempat acara. Warga pun kesal dan hampir mengeroyok suami April Jasmin itu.

(Ism) 

 

1 dari 4 halaman

Kronologi Ustaz Solmed Dikeroyok Warga

Dream - Ustaz Solmed atau Sholeh Mahmoed Nasution dikabarkan hampir dikeroyok warga Serang, Banten, lantaran datang terlambat datang ceramah.

Tapi hal itu langsung dibantah ustaz Solmed. Pria 32 tahun itu justru mengaku mengalami penipuan oleh panitia penyelenggara.

" Saya korban penipuan panitia yang menjadi calo," kata ustaz Solmed saat dihubungi Dream, Senin 9 Mei 2016.

Solmed menjelaskan kronologis sebenarnya. Saat itu, ia diundang mengisi ceramah peringatan Isra Miraj di Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Serang, Banten, pada Jumat akhir pekan lalu.

" Awalnya ngundang di Serang timur. Begitu sampai di Serang timur jam 21.30 WIB, dapat ditelepon ternyata tempat salah. Tempatnya Cilegon Barat. Saya berangkat ke sana, kurang lebih 3 KM. Ternyata tempat salah lagi. panitia bilang di Karang Bolong, 2 jam saya menempuh jalan dari Cilegon," katanya.

Begitu sampai di lokasi, lanjut Solmed, ia mendapati ada acara kampanye yang tidak diketahuinya. Solmed juga tidak paham, kenapa panitia acara yang menjemputnya tak mengetahui lokasi pasti yang dituju.

" Tiga kali saya pindah dalam sekejap. Andai benar di Serang timur acaranya, saya pasti sudah sampai," ujarnya.

Soal keributan dan menjadi bulan-bulanan warga, suami April Jasmin itu menegaskan jika hal itu tidak benar.

" Sampai sana di sana jam 12 malam. Pas dateng wajar dong warga belum tahu kronologisnya gimana. Warga sorakin huuuu. Terus saya bilang kumpul dulu. Biar tahu duduk persoalan," kata Solmed

Solmed kemudian berkumpul dengan warga di Masjid dekat acara digelar. Ia kemudian menjelaskan duduk perkaranya.

" Setelah dijelaskan mereka paham dan ngerti. Saya pulang. Jadi ga ada yang rusuh, Keributan ga ada. Malahan kita sempat foto selfi sama jamaah. Ga ada yang ribut-ribut" .

2 dari 4 halaman

8 Alasan Kenapa Oki Setiana Dewi Disebut Ustazah 'Abal-Abal'

Dream - Aktivitas dakwah artis Oki Setiana Dewi menjadi sorotan netizen. Bahkan ada yang membuat petisi sebagai bentuk protes penyebutan gelar ustazah yang disandang Oki.

Petisi di change.org ini sudah ditandatangani sekitar 359 netizen, dan masih membutuhkan 141 pendukung. Netizen yang membuat petisi menggunakan nama Oki Setiana Dewi, ia berharap tayangan Oki diberhentikan.

" Stop tayangan yang menayangkan Oki Setiana Dewi dengan penyebutan gelar Ustadzah. Dari sekian banyak kebohongan itu, sungguh sangat tidak pantas orang seperti beliau memberikan kajian agama apalagi menyandang gelar ustadzah,"  tulis akun itu, Senin 25 April 2016.

Akun yang juga atas nama si artis itu mengungkapkan alasannya tidak menyetujui Oki disebut sebagai ustazah.

" Oki  melakukan pembohongan publik tentang short course (kuliah) lewat jalur mustami' dan masuk kelas persiapan bahasa di Universitas Ummul Quro. Oki Setiana Dewi tidak pernah kuliah di sana. Ia melakukan intimidasi terhadap masyarakat yang memberikan kritik dengan kata-kata amat sangat tidak pantas,"  ujarnya.

Pemeran tokoh Anna di film 'Ketika Cinta Bertasbih' itu pun dianggap masih belum fasih dalam pelafalan hadist dan ayat-ayat yang disampaikan dalam kajiannya.

" Bahkan makhraj dan tajwid pun acakadut. Oki setiana dewi tidak mempunyai ilmu yang mumpuni untuk disebut sebagai pendakwah, apalagi ustadzah,"  tuturnya.

Wanita kelahiran 13 Januari 1989 itu pun dikritik kerap memamerkan hal yang bersifat duniawi di akun instagram maupun dalam tayangan infotainment.

" Oki selalu meminta fasilitas mewah dan tarif yang mahal untuk melakukan ceramah off air. Ia plagiat hasil karya (desain) jilbab dan gamis toko lain lalu dicap menjadi brandnya sendiri. Ia menggunakan ghost writer untuk buku-buku yang diakui ditulisnya sendiri,"  papar akun itu.

Jawaban Oki

Oki akui, beberapa hari terakhir dirinya menjadi sasaran haters dan pengkritik. Termasuk soal 'gelar' ustazah yang melekat pada dirinya. 

Oki menegaskan, dirinya tak pernah meminta untuk dipanggil dengan gelar apapun. Oki membebaskan semua pihak memanggil dirinya dengan sebutan apapun. 

" Mau panggil saya adik silakan, kakak, teteh, mba, nama saya atau apapun silakan. Toh itu hanya panggilan dari manusia. Saya hanya fokus terus memperbaiki diri saya dalam segala hal," tulis Oki kepada Dream.

(Ism) 

3 dari 4 halaman

Gelar `Ustazah` Oki Diprotes, Indra Bekti Beri Pesan Mengejutkan

Dream - Gelar ustazah yang menempel pada artis Oki Setiana Dewi sempat dikritisi sejumlah netizen. Bahkan ada yang membuat petisi sebagai bentuk protes.

Melihat hal ini Indra Bekti pun ikut berkomentar. Menurut pria yang akrab disapa Bekti ini, seseorang yang disebut Ustazah, penampilannya tidak berlebihan.

" Background-nya ustazah yang ilmunya sudah sesuai. Selayaknya berpenampilan sesederhana mungkin. Karena itu bisa dipertanggungjawabkan juga," kata Indra, saat ditemui di Plaza Sudirman, Kamis, 28 April 2016.

Pria kelahiran Jakarta 28 Desember 1977 ini pun meminta Oki untuk tidak emosi menananggapi komentar miring dari para peselancar dunia maya.

Menurut suami dari Aldilla Jelita ini petisi yang dibuat netizen sebaiknya dijadikan bahan untuk introspeksi diri.

" Ini menjelang puasa tuh lihat tuh, kan jadi gibah kan ya. Nah kalau diambil postifnya ini buat peringatan buat siapapun itu, buat Oki juga. Coba introspeksi," ujarnya. (Ism) 

 

4 dari 4 halaman

Kaget Pengakuan Suami Oki

Dream - Aktris Oki Setiana Dewi baru-baru ini menjadi perbincangan jagat maya. Lantaran petisi yang dibuat salah satu akun netizen di change.org mengkritisi gelar `ustazah` yang disandang Oki.

Tak berhenti sampai di situ, pendidikan Oki pun disorot. Sejumlah netizen mempertanyakan kebenaran ibu dua anak itu mengenyam pendidikan di Mekkah.

Seolah ingin membuktikannya, Oki pun mengunggah foto buku karyanya sendiri di akun instagramnya. Buku yang menceritakan pengalaman Oki selama masih bersekolah di Ummul Qura Mekkah, sempat disangsikan netizen sebagai tulisannya sendiri.

Namun suami Oki, Ory Vitrio menepis hal itu. Menurut Ory, buku `Cahaya di Atas Cahaya` itu juga sudah jelas isinya. Yakni perjalanan Oki selama bersekolah di Mekah. Sejak 2009, lanjutnya, sang istri memang sudah menulis banyak buku.

" Bohong apabila Buku karangan Oki, tapi dibilang karya orang. Oki itu multitalent apa saja bisa dikerjakan," kata Ory saat dihubungi Dream lewat sambungan telepon. 

Menurut Ory, buku itu laris di pasaran sehingga sang istri mencetaknya lagi. Ory meminta publik untuk tidak mudah percaya dengan kabar yang belum tentu beredar

" Banyak permintaan malahan, mau dicetak lagi. Ya jangan percaya sama organisasi itu (change.org). Itu bukan lembaga resmi. Sepertinya ada yang mau mengadu domba, ya intinya jangan diperbesar saja," tutupnya. (Ism)

[crosslink_1]

Beri Komentar