Stresnya Prilly Latuconsina Syuting Danur 3, Sampai Diinfus

Reporter : Nur Ulfa
Selasa, 3 September 2019 16:22
Stresnya Prilly Latuconsina Syuting Danur 3, Sampai Diinfus
Prilly merasa tenaganya dikuras karena syuting ini

Dream - Prilly Latuconsina merasa syuting Danur 3 lebih berat daripada dua film sebelumnya. Dia bahkan harus dirawat saat prises syuting film tersebut.

" Seberapa menantangnya, aku sampai diinfus di lokasi syuting, panggil suster karena aku drop banget," ujar Prilly Latuconsina di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 2 September 2019.

Menurut Prilly, pada Danur 3 banyak adegan-adegan yang berbeda dari film sebelumnya. Pada film ini, dia harus melakukan syuting dengan keadaan satu mata tertutup. Selain itu, banyak adegan yang mengharuskan dirinya dibanting.

" Adegannya berat-berat banget, aku banyak nangis, kondisi mata ditutup satu, hujan-hujanan. Banting sana banting sini, memang berat sekali," tutur Prilly.

Dia menambahkan, untuk jalan cerita, film Danur 3 lebih banyak konflik antara kehidupan Prilly dengan teman-temannya di dunia nyata dan alam gaib. Prilly menjamin cerita Danur 3 lebih seram dari Danur 1 dan Danur 2.

" Aduh, Danur 3 tingkat keseramnya jauh lebih seram dari Danur 1 dan Danur 2, aku banyak eksplore banget sama karakter ini. Benar-benar menantang banget. Makanya setelah syuting aku liburan karena stres banget," ujar Prilly.

1 dari 4 halaman

Prilly Latuconsina: Saya Sedih, Prihatin, Marah

Dream - Perasaan artis muda Prilly Latuconsina campur aduk saat mendengar berita penganiayaan yang dilakukan belasan pelajar SMA kepada seorang siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Prilly yang pernah bergerak dalam kampanye Stop Bully mengaku heran kasus penganiayaan ternyata masih terjadi di Indonesia.

" Saya pertama sedih, prihatin, marah, apalagi saya pernah bergerak di campain stop Bully bersama Unicef Indonesia," kata Prilly Latuconsina dikutip Dream dai akun instagramnya, Rabu 10 April 2019.

Menurut Prilly, pemerintah sudah seharusnya bertindak tegas terhadap para pelaku aksi bully. Dia juga menyarankan agar  dibuat undang-undang khusus yang mengatur tentang tindak kekerasan anak khususnya aksi bully.

" Saya ingin pemerintah dan penegak hukum untuk menegakan undang-undang sistem peradilan anak. Dimana pelaku bully harus dilakukan tindak tegas dan seadil-adilnya," tegasnya.

 

2 dari 4 halaman

Pelaku Harus Ada Pendampingan

Prilly menyadari para pelaku perundungan di Pontiakan masih di bawah umur dan tidak memungkinkan untuk dihukum pidana. Untuk itu diharapkan pemerintah bisa memberikan pendampingan ke para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.

" Pelaku bully harus mendapatkan tindakan tegas seadil-adilnya. Walaupun mereka dibawah umur dan tidak bisa dihukum pidana karena bisa merusak masa depannya juga," katanya.

Tindakan tegas ini juga diperlukan agar bisa memberikan efek jera bagi mereka yang berani melakukan tindak perundungan. 

3 dari 4 halaman

Terus Memantau Kasus Ini

Gadis berusia 22 tahun ini memastikan akan terus memantau penanganan hukum dari kasus yang menimpa A.

" Saya akan berdiri tegak dan terus ada untuk Audrey mematau kasus ini. Agar tindakan seadil-adilnya untuk Audrey dan para pelaku," kata dia.

" Jadi saya mohon pemerintah dan penegak hukum untuk bisa menangani kasus ini seriusnya Dan saya akan berdiri tegak untuk Audrey dan memantau kasus ini," imbuhnya.

 prilly latunconsina

4 dari 4 halaman

Ini Videonya

      View this post on Instagram

Saya akan terus memantau kasus ini sampai adanya tindakan seadil-seadilnya untuk Audrey! Siapa yang bersama saya?

A post shared by Prilly Latuconsina (@prillylatuconsina96) on

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie